
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 35.
Andra saat ini harus mengalah dulu sama Adelia. Dia tidak ingin jika nanti malah bertambah runyam masalah yang sudah ada. Dalam benaknya, apa pun yang akan terjadi nanti, dia tidak akan melepaskan Adelia, meski konsekuensi hati dia sendiri yang akan sering terluka.
Cinta sudah membuatnya gila. Dulu juga Andra merasa seperti itu saat cintanya berlabuh pada Citra. Kini cinta itu sudah berpaling kepada Adelia. Terlepas dari kepolosan dia yang cenderung agak bodoh, Adelia adalah wanita idaman yang sering dicari oleh para laki-laki. Dia mempunyai wajah yang rupawan, sangat cantik jika memakai make up, sangat menggemaskan jika natural tanpa make up, bentuk tubuh yang bikin merinding sekujur tubuh para kaum Adam. Pintar memasak, beres-beres rumah, perhatian, dan suka manja bahkan membuat Andra menjadi sosok yang sangat dibutuhkan oleh Adelia.
"Adel," ucap Andra dengan lembut.
Tidak ada respon dari sang istri membuat Andra naik ke atas ranjang dan tidur di belakang sambil memeluk tubuh Adelia.
"Selamat malam, Cintaku," bisik Andra, lalu mencium pucuk kepala dan pipinya.
__ADS_1
Baru saja 5 menit, Andra dikejutkan oleh Adelia yang tidur dan membalikan badan secara tiba-tiba. Tanpa Andra sadari saat menahan tubuh sang istri agar tidak menindih dirinya, dia menahan dengan kedua tangan. Hanya saja bagian tubuh yang menjadi tempat mendarat kedua tangannya itu adalah gunung kembar Adelia yang sangat montok.
'Empuk. Aduh … apa yang harus aku lakukan sekarang ini. Aku lepas, ini adalah rezeki tidak terduga dan entah kapan lagi akan aku rasakan. Jika, aku pegang terus, bagaimana kalau Adel bangun!' (Andra)
Pilihan yang bukan menjadi buah simalakama bagi Andra. Mau pilihan mana pun tetap saja yang untung adalah laki-laki itu. Meski ujung-ujungnya dia sendiri yang akan menderita menahan hasratnya. Keputusan yang diambil olehnya adalah tetap memegang kedua gunung. Akan tetapi, si Andromeda menjadi terbangun dari tidur lelapnya.
'Andromeda … kamu jangan bangun. Bahaya! Bahaya!' Andra berteriak di dalam hatinya.
Saat dia membuka mata di depannya disuguhi bibir ranum menggoda milik Adelia. Tanpa dia sadari bibirnya nyosor ke benda lembut kesukaannya itu. Seakan lupa alam dunia, Andra kini memeluk tubuh Adelia dengan lembut dan bibirnya kembali menjelajah ke seluruh bagian tubuh Adelia yang bisa dia jangaku dengan mulutnya tanpa meninggalkan jejak. Malam ini Andra lolos dari amukan Adelia.
***
"Bagaimana rasanya?" tanya Andra setelah menyuapi Adelia dengan nasi goreng buatannya.
"Hmmm, enak!" puji Adelia sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
__ADS_1
Keduanya pun sarapan bersama dengan diselingi canda dan tawa. Kadang sesekali Andra mencium pipi sang istri, meski selalu diprotes, dia tidak jera. Malah Andra sengaja melakukan hal itu.
"Adel, apa pun yang terjadi kedepannya nanti, jangan pernah pergi dari sisi aku. Karena aku tidak akan pernah melepaskan kamu," kata Andra begitu mereka selesai sarapan.
Perempuan itu diam tidak menjawab. Jika, dia mengiyakan, bagaimana kalau suatu saat dia ingin kembali kepada Bram. Namun, jika dia menjawab tidak, takutnya dia yang tidak mau berpisah dengan suaminya nanti. Kemarin dia sudah curhat kepada kembarannya, katanya jalani dulu yang sekarang, masa depan siapa yang tahu. Dia tidak mau membuat Andra terluka, tetapi dia juga ingin hidup bahagia.
'Apa aku bisa jatuh cinta sama Andra?' (Adelia)
'Seandainya saja kita sejak dulu saling mencintai, tidak perlu mencemaskan akan terjadinya perceraian.'
'Tapi, aku sudah merasa nyaman tinggal bersama dengan Andra. Apa perasaan nyaman itu akan berubah menjadi cinta?'
***
Apa yang akan Andra lakukan agar Adelia benar-benar jatuh cinta kepadanya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.