
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Tokoh:
❤️ Adelia: perempuan agak bodoh dan baik hati, yang dikhianati oleh kekasihnya. Dia mau tidak mau harus menerima perjodohan dari orang tuanya, untuk memenuhi janji Kakeknya.
❤️ Andra: laki-laki yang menerima perjodohan demi harta warisan dari kakeknya. Selain itu dia juga ingin melupakan mantan kekasihnya dengan memanfaatkan Adelia. Namun, dia malah terjerat gadis bodoh dan manja itu.
❤️Bram: mantan Adelia yang dijebak sehingga tidur dengan seorang wanita tidak dikenal. Harus menikahi wanita itu meski tidak mencintainya. Karena cintanya hanya pada Adelia.
❤️Bella: wanita lugu yang dijebak oleh sahabatnya sendiri sampai tidur dengan laki-laki asing. Sehingga tunangannya marah dan memutuskan hubungan mereka. Padahal hari pernikahan tinggal seminggu lagi. Cinta dia hanya untuk Candra.
❤️Citra: mantan kekasih Andra yang merebut Candra dari Bella. Wanita ambisius dan ingin hidup royal. Dia yang menjebak Bella agar tidur dengan Bram.
❤️ Chandra: pengusaha kaya yang sakit hati karena dikhianati oleh tunangannya. Menerima Citra sebagai istrinya karena diancam oleh ibunya Citra, akan merusak reputasi keluarga Atmajaya.
***
Adelia melotot ke arah Andra yang masih berdiri. Lalu, suaminya itu pun duduk manis di sofa yang berbeda dengan Bram.
Adelia melihat wajah kedua laki-laki itu babak belur. Dia pun mengambil kotak P3K di laci yang ada pada lemari di dekat sofa, dengan ekspresi wajah yang kesal. Lalu, sang gadis duduk di antara kedua laki-laki itu.
"Bram, kamu obat lukamu itu sendiri," kata Adelia sambil menyerahkan kapas dan botol cairan alkohol untuk membersihkan lukanya.
Laki-laki itu pun menerimanya sambil minta maaf karena sudah membuat gadisnya khawatir. Dalam hati Bram berharap kalau Adelia yang akan mengobati lukanya seperti yang dulu sering dilakukan untuknya jika sedang terluka.
Kini Adelia menatap ke arah Andra, dengan memasang wajah muka cemberut. Lalu, Adelia pun membersihkan luka yang ada pada wajah suaminya.
"Aduh~, pelan-pelan, dong, Sayang! Ini terasa sangat sakit dan perih," pinta Andra sambil merilis kesakitan.
__ADS_1
"Sakit? Aku kira kamu tidak akan merasa sakit. Kalau kamu tidak mau merasa sakit, lalu kenapa tadi kalian berkelahi?" Adelia mulai mengomel.
Saat ini Adelia masih membersihkan darah yang ada di ujung bibir Andra. Dalam hatinya dia juga bisa membayangkan rasa perih yang sedang dirasakan oleh suaminya saat ini.
"Sayang, sakit! Kamu harus bertanggung jawab untuk mengobatinya lagi," kata Andra sedang memancing perasaan simpati Adelia.
Pada dasarnya hati Adelia ini mudah tersentuh dan baik hati. Maka dia pun langsung meminta maaf kepada Andra. Lalu, mengobati dengan sangat pelan-pelan dan meniupnya agar mengurangi rasa perih.
Hal itu malah menjadi buah simalakama bagi Andra sendiri. Dalam hatinya laki-laki itu ingin mencium bibir sang istri, tetapi saat ini bibirnya sedang sangat perih karena terluka.
CUP
Andra yang sudah tidak bisa menahan diri lagi akhirnya mencium bibir lembut milik Adelia. Laki-laki itu menarik tubuh sang istri dan menahan tengkuknya agar ciuman mereka tidak lepas. Mereka memulai ciuman dengan lembut dan berubah menjadi ciuman mesra. Mereka lupa kalau ada orang lain di sana.
Bram yang sedang mengobati lukanya sendiri mendadak berhenti, saat melihat perbuatan Andra kepada Adelia. Dia sangat iri sekali dan juga cemburu kepadanya. Rasanya dia ingin menggantikan posisi Andra saat ini juga.
***
'Bagaimana ini? Abbas datang ke sini dan kita belum mempersiapkan sesuatu.' (Andra)
"Aku dengarkan kalau Adelia saat ini sedang sakit?" tanya Abbas begitu masuk ke dalam rumah.
"Iya. Dia mengalami demam. Makanya, hari ini aku tidak masuk ke kantor," balas sang adik ipar.
Kedua laki-laki itu pun menaiki anak tangga menuju lantai 2, di mana kamar Adelia berada. Dalam hati Andra berharap kalau Adelia sudah bisa memahami situasinya saat ini.
"Biasanya Adel kalau sedang sakit, selalu merepotkan orang lain," tukas Abbas sambil berjalan.
"Bagiku itu tidak terlalu merepotkan. Saat dia makan pun minta dibuatkan bubur bayi instan," ucap laki-laki yang lebih tua beberapa tahun dari Abbas.
"Darimana kamu tahu kalau Adelia selalu makan bubur bayi instan jika sedang sakit?" tanya Abbas.
__ADS_1
Belum juga Andra menjawab, Abbas melihat ada Bram di sana. Laki-laki itu sedang membersihkan sampah cemilan bekas Adelia tadi.
"Bram, sedang apa kamu di sini?" tanya Abbas.
"Aku menemani Adel yang sedang sakit," jawab Bram.
Abbas terkejut mendengar balasan dari Bram. Ternyata mantan kekasih adiknya ini masih saja perhatian kepada Adelia. Dia senang jika Bram dan Adelia masih bisa menjalin komunikasi dengan baik.
'Bagaimana ini jika Abbas tahu kalau aku dan Adel tinggal di kamar yang terpisah.' (Andra)
Pintu kamar Adelia pun terbuka dan sosok gadis itu berjalan dengan lesu. Namun, begitu melihat ada kembaranya, dia langsung tersenyum lebar.
"Kak Abbas!" Adelia pun langsung berlari dan memeluk tubuh pemuda itu.
Melihat Adelia yang masih bisa berlari membuat hati Abbas agar tenang. Setidaknya dia tahu kalau sakit yang sedang dialami oleh adiknya itu tidak parah.
"Aku dengar kalau kamu sedang sakit. Makanya aku datang ke sini untuk melihat keadaanmu," ucap Abbas sambil mengusap kepala gadis yang ada dalam dekapan yang kini.
"Aku sakit demam dan Andra sudah merawat dengan baik. Sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik. Apalagi setelah minum obat tadi," kata Adelia dengan menampilkan senyum dan lebar.
Andra yang mendengar itu merasa senang. Setidaknya Adelia tahu apa yang harus dia ucapkan saat ini kepada keluarganya.
"Mama dan Papa sangat khawatir, loh. Katanya mereka akan datang ke sini," ujar Abbas.
"Apa?" Andra dan Adelia terkejut.
***
Apa yang akan terjadi di rumah itu saat kedua orang tua Adelia datang ke sana? Bagaimana reaksi mereka saat tahun kalau Bram merupakan tetangga mereka? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1