Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 68. Adelia Datang


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 68


"Ini di mana? Ah, aku harus membawa laki-laki itu ke rumah sakit," ucap Andra baru ingat kalau dia sudah menabrak seseorang.


"Eh! Kenapa aku tidak pakai baju?" Andra seperti orang linglung. Bahkan keberadaan Abbas, Citra, manager hotel, dan Mang Anang pun tidak dia sadari.


"Nih, pakai baju kamu!" Andra melemparkan baju milik Andra yang berada dilantai tadi.


"A-Abbas? Sedang—" Andra terkejut dengan kehadiran kakak iparnya ini, "aaaa! Ada apa apa ini?"


Andra benar-benar tidak mengerti dengan keadaannya saat ini. Dia pun segera memakai baju.


"Citra? Jangan bilang kamu menjebak aku!" Andra sangat berang saat melihat hanya ada dia satu-satunya wanita di sana.


"Siapa yang menjebak? Bukannya kamu sendiri yang merayu aku tadi," balas Citra.


Andra mendecih dan tertawa mengejek. Dia sudah tidak punya perasaan apa pun lagi pada wanita ini.


"Seingat aku tadi ada laki-laki yang aku tabrak. Lalu, aku—" 


Andra terdiam karena setelah dia memasukan orang yang dia tabrak tadi ke dalam mobil, tidak ingat apa-apa lagi. Lalu, saat tersadar dia sudah ada di tempat asing.


"Jangan-jangan orang yang aku tabrak tadi adalah komplotan kamu?"


Andra menunjuk ke arah Citra. Wanita itu hanya mengerlingkan mata sambil tersenyum mengejek. Dia senang saat melihat mantannya ini panik tadi.

__ADS_1


"Setahu aku kamu sudah mengambil keperawanan aku," ucap Citra.


"Apa? Punya aku saja tidak bangun bagaimana mungkin bisa masuk ke sarang kamu," balas Andra tidak terima.


Ditengah perdebatan itu datang Adelia bersama Papa Adam dan Mami Alicia. Mereka datang ke sana karena Papa Adam tanpa sengaja mendengar ucapan Abbas saat meminta sopirnya untuk mengantarkan dia ke Hotel Mawar untuk mencari Andra.


"Ada apa ini?" Ternyata selain mereka ada juga Mama Cindy datang di waktu yang hampir bersamaan.


"Mama … Andra …." Citra memeluk ibunya sambil menangis.


"Andra apa yang sudah kamu perbuat kepada putriku, Hah?" Mama Cindy tertantang dengan membentak.


"Aku tidak melakukan apa pun," balas Andra dengan tegas. Dia tidak mau mendapat tekanan dari mantan camernya dulu.


"Bohong! Kita tadi tidur bersama," timpal Citra.


Adelia pun mendekati Citra dan mengendus-endus tubuh wanita itu. Tentu saja perbuatan wanita hamil ini dianggap aneh oleh mereka.


Ucapan Adelia membuat terpana suami, mertua, kakak, dan papanya. Mereka tidak menyangka kalau wanita yang sering mau ambil pusing atau memeras otaknya, kini bisa bicara seperti itu.


"Memangnya kamu tidak mencium wangi tubuh Citra di tubuh suami kamu?" tanya Mama Cindy dengan ketus dan mengejek Adelia.


"Ya. Aku tidak mencium bau kemenyan di tubuh Andra. Yang ada wangi parfum miliknya pilihan aku. Tidak percaya? Tinggal hisap saja wangi tubuh putrimu pasti tercium wangi kemenyan. Lalu, endus sendiri tubuh Andra. Pasti tidak akan tercium bau putrimu," jelas Adelia.


"Enak saja. Tubuh aku ini wangi parfum bukan bau kemenyan!" bentak Citra tidak terima dengan tuduhan Adelia.


Kini kedua perempuan itu saling beradu pandang. Mereka sama-sama tidak mau kalah dan merasa benar.


"Sejak kapan Mak Lampir wangi parfum? Sejak dulu Mak Lampir itu bau kemenyan," balas Adelia bersikukuh seakan dia memang pernah mencium bau tubuh nenek jahat yang sering digambarkan oleh orang-orang.

__ADS_1


"Kau—" Citra menunjuk ke arah Adelia. Namun, langsung ditepis oleh istri Andra ini sampai wanita itu meringis kesakitan.


"Aku akan laporkan ini ke polisi jika kamu tidak mau bertanggung jawab kepada Citra," kata Mama Citra bersikukuh memaksa Andra.


Mami Alicia tidak terima putranya di tuduh seperti itu. Dia juga menolak punya menantu lagi. Baginya hanya Adelia satu-satunya wanita yang menjadi menantunya.


"Ini adalah siasat licik kalian. Jadi, jangan meminta pertanggungjawaban kepada Andra," ujar Mami Alicia menatap tidak suka kepada Mama Cindy dan Citra.


"Kalau begitu kita tes saja!" Abbas yang sejak tadi memeriksa keadaan tempat tidur masih kering. Tidak ada bekas keringat yang menempel di kasur atau bantal. Apalagi sper_ma milik Andra. Kalau mau menipu aku, kalian harus cerdas sedikit," ucap Abbas.


"Ternyata otak Adel lebih pintar dari kalian," lanjut Abbas.


Mendengar pujian keluar dari mulut kembaran untuk dirinya yang disebut pintar, Adelia merasa sangat bahagia sekali. Baru kali ini seumur hidupnya, Abbas memuji dirinya pintar dalam urusan berpikir.


"Kak Abbas … kamu orang ketiga yang mengakui kepintaran aku," lirih perempuan bersurai panjang itu dengan penuh haru.


Wajah Mama Cindy mendadak pucat saat mendengar omongan Abbas. Dia tidak menyangka kalau akan ada laki-laki yang begitu teliti sampai mendetail seperti itu.


Tadi dia menyuruh Bella untuk menggoda Andra agar adik kecilnya bangun. Belum juga dimulai kedatangan Abbas ke sana sudah dilaporkan oleh anak buahnya yang sedang menunggu di bawah.


***


Apakah Andra akan benar-benar terbebas dari jerat tipu daya Mama Cindy? Bagaimana hubungan Bram dan Bonie? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.


Rinjani seorang janda kembang dengan 3 anak yang masih kecil. Utang dalam jumlah banyak, rumah yang hampir roboh, dan biaya sekolah kedua anaknya, membuat Rinjani harus banting tulang menjadi buruh serabutan, mencuci dan menyetrika, karena dia tidak punya ijazah untuk melamar pekerjaan. Dibantu oleh anak sulung yang berusia 9 tahun, mereka juga jualan keripik keliling.


Seakan nasib buruk tidak mau jauh darinya, anak bungsunya pun mengidap penyakit leukemia, yang mengharuskan dia melakukan pengobatan rutin. Selain harus menanggung beban membayar hutang, Rinjani juga harus bisa menjaga kehormatannya karena banyak sekali laki-laki yang berusaha untuk menggodanya.

__ADS_1


Ditengah-tengah kesulitan keluarga Rinjani ada sosok misterius yang selalu menolong dia dan keluarganya. Siapakah orang misterius itu? Kenapa dia selalu menolong Rinjani? Siapa sebenarnya Rinjani?



__ADS_2