Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 9. Ciuman Pertama (1)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kita semua diberikan kelancaran dalam segala urusan.


***


Bab 9


Sore hari Adelia menyiram tanaman di depan rumahnya. Tidak lama berselang ada Bram datang dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Entah dari mana, karena dia membawa satu kantong keresek.


'Adel.' (Bram) 


Laki-laki itu menatap Adelia yang mengabaikan keberadaan dirinya. Bram pun berjalan hendak mendekati perempuan berbaju merah yang sedang asyik menyiram.


"Sayang, sudah selesai belum? Katanya kita akan mandi bersama seperti tadi pagi." Tiba-tiba saja Andra berdiri di depan pintu dan berbicara dengan mesra. Tentu saja ini membuat Adelia mengerutkan keningnya. Dia merasa tidak pernah mandi bersama. Namun, saat di hendak protes terlihat mata suaminya melotot. Akhirnya perempuan itu tahu kalau saat ini mereka sedang berakting.


"Sebentar, Suamiku tersayang! Aku tanggung mau menyiram tanaman ini dahulu. Kasihan mereka nanti kehausan," balas Adelia dengan diiringi senyum cantiknya.


Bagi Andra menghadapi Adelia itu jangan di samakan dengan memperlakukan pada orang pada umumnya. Kadang sang istri itu otaknya tidak konek-konek dengan jalan pikiran dirinya. Seperti saat ini, jika orang-orang memberi kode lewat kedipan mata, maka laki-laki ini harus melotot. Sebab, kata perempuan itu kalau mengedipkan mata artinya sedang menggoda bukan memberi kode.


'Apa tanaman bisa merasakan kehausan? Apa bisa tanaman merasakan kelaparan juga?' (Andra)


Andra yang sekolah jurusan IPS tidak paham akan hal ini. Jadinya, dia menganggap Adelia aneh.


'Lama-lama dengan Adel, aku ke bawa oon juga, kayaknya.' (Andra)


Hati Bram yang patah kini terasa remuk saat mendengar Adelia memanggil suaminya dengan 'Suamiku Tersayang'. Bahkan mengetahui jika mereka sudah mandi bersama pastinya sudah tidur bersama dengannya juga.


Kimi Andra melihat ke arah Bram yang masih berdiri mematung menatap Adelia. Terlihat jelas sorot matanya yang nanar dan ekspresi wajah yang sendu. Menandakan kalau laki-laki itu sedang bersedih hati saat ini. Sebagai manusia yang punya hati pastinya Andra merasa kasihan kepada tetangganya itu. Namun, mengingat kata Adelia kalau mantannya itu selingkuh, membuat dia kesal juga.


"Ayo, Sayang! Nanti keburu sore, loh. Katanya mau masak bersama dilanjutkan jalan-jalan?" Andra semakin memanas-manasi Bram yang kini menatap ke arahnya.


"Baik, Suamiku. Aku sudah selesai," ucap Adelia, lalu berjalan mendekati Andra. Dia pun merangkulkan sebelah tangannya ke pinggang laki-laki itu, sedangkan sang suami merangkul pundak istrinya dengan posesif bahkan mencium kening Adelia.


Hal ini sontak membuat perempuan itu terkejut dan membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka kalau Andra akan melakukan perbuatan semacam ini.

__ADS_1


"Apa-apaan, sih! Pakai cium kening segala," bisik Adelia dengan marah.


"Ini salah satu akting agar lebih meyakinkan," balas Andra dengan berbisik juga.


Adelia tersenyum manis pada suaminya, itu bisa dilihat oleh Bram. Rasanya dia ingin berlari ke arah mantan kekasihnya itu dan memisahkan keduanya.


'Adel, kenapa kamu tega melakukan hal itu dengannya di depan mataku?' (Bram)


Adelia dan Andra pun masuk ke dalam rumah. Begitu pintu ditutup keduanya langsung memisahkan diri.


"Aku mau mandi, kamu sana masak untuk makan malam. Awas harus enak!" titah Andra pada Adelia sambil mencubit kedua pipinya.


***


Saat makan malam, kedua pasangan baru itu pun kembali berseteru. Gara-garanya Adelia ambil paha ayam bersamaan dengan Andra.


"Aku duluan yang ambil!" seru Andra.


"Tidak. Aku yang duluan!" bantah Adelia dengan sengit.


Adelia kesal dan sadar kalau tenaga mereka tidak sebanding. Maka, dia pun menginjak kaki Andra dengan sekuat tenaganya.


"Awwww. Sakit!" Andra mengaduh kesakitan di bagian kaki dan tangannya melepaskan ayam itu.


Adelia merasa sangat senang akhirnya dia yang menjadi pemenang perebutan paha ayam. Maka, dengan gigitan yang besar dia memakan di depan Andra.


Laki-laki itu sangat tidak suka dengan perbuatan Adelia barusan. Maka dia pun memberikan balasan untuknya. Tengkuk sang istri pun di tarik olehnya dan mulutnya menjadi sasaran Andra. Bibirnya mencium bibir Adelia dan melu_matnya. Bahkan lidahnya pun berhasil masuk dan mengambil potongan ayam itu.


'Ciuma pertamaku!' seru Adelia dalam hati.


Sementara itu, Adelia dalam keadaan shock. Ciuman pertama miliknya di ambil oleh Andra. Bahkan saat ini dia tidak berkutik dengan mata yang terbelalak. Sesuatu yang lembut dan hangat dapat dirasakan oleh perempuan itu saat ini.


'Lembut sekali bibir Adelia. Seperti apa, ya?' Perpaduan es krim dan agar-agar.' (Andra)

__ADS_1


Andra yang awalnya merasa senang karena berhasil membalas Adelia, kini merasakan keanehan. Istrinya tidak memberikan balasan kepadanya. Dia mengira kalau perempuan itu akan memukul atau balik menyerangnya. 


Meski rasanya enggan melepaskan ciuman itu, Andra pun menjauhkan kepalanya. Dia menatap Adelia yang masih diam mematung seperti manekin.


"Ada apa?" tanya Andra setelah menelan habis daging di mulutnya.


Adelia yang baru tersadar langsung saja menyerang Andra. Dia beranjak dari kursinya dan memukul tubuh laki-laki yang sudah lancang mencium bibirnya.


"Jahat kamu, Andra! Sudah seenaknya mencuri ciuman pertama aku." Adelia masih memukuli Andra.


Betapa terkejutnya pria itu mendengar pengakuan sang istri. Dia tidak percaya dengan hal itu.


"Apa? Bohong, ya," kata Andra tidak percaya.


"Buat apa aku berbohong!" teriak Adelia sambil menangis.


Gadis itu tidak terima dengan ciuman pertama yang seperti ini. Sejak dulu, dia punya impian ciuman pertamanya akan dilakukan dengan cara yang romantis di tempat yang indah. Juga dengan laki-laki yang dicintai dan mencintainya. Bukan dengan cara seperti barusan, rebutan daging ayam.


"Bukannya kamu bilang pacaran sudah selama tujuh tahun. Masa belum pernah berciuman?" Andra merasa tidak percaya. Kedua tangannya berhasil menahan kedua tangan milik Adelia, sehingga tidak bisa dipakai untuk memukuli dirinya.


"Karena Abas melarang aku dan Bram melakukan hal itu!" bentak Adelia.


Andra dan Adelia saling menatap. Tangan sang suami meraih pinggang istrinya dan membuat perempuan itu duduk dibatas pangkuan.


"A-pa yang kamu mau lakukan?" tanya Adelia dengan perasaan gugup. Apalagi wajah mereka kini sangat dekat.


"Sekarang kita sudah jadi suami istri, jadi wajar jika kita berciuman," jawab Andra dengan tatapan mata yang masih mengarah kepada bola mata bening milik Adelia.


Mendengar ucapan suaminya ini, sontak membuat dia kaget dan gugup. Dirinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Andra. Melakukan hal itu sangat wajar dilakukan bagi pasangan suami istri.


"Jadi, biasakan kita berciuman mulai saat ini," bisik Andra.


"Hm." Adelia pun mengangguk.

__ADS_1


***


😍😍 Adelia sudah kena modusnya Andra. Apakah rencana mereka membuat para mantan cemburu akan benar-benar berhasil? Atau mereka malah terjebak dalam perasaan sendiri? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2