
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 21
"Aku sangat merindukanmu," bisik Candra.
Bella yang juga merasakan hal yang sama saat ini kepada Chandra. Laki-laki yang dua bulan lalu masih sering memanjakan dirinya dengan penuh perhatian dan perasaan. Awalnya dia tidak membalas pelukan laki-laki yang dicintainya ini. Namun, kata-kata yang terucap dari mulut Chandra membuat dirinya lupa diri. Perempuan itu merasa dirinya masih menjadi milik lelaki yang kini sedang menciumnya dengan mesra. Lupa akan status yang kini sudah menjadi istri orang lain.
Chandra yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi ketika melihat Bella. Dia sering merasa cemburu ketika melihat kekasih hatinya ini berduaan dengan laki-laki lain. Meski statusnya adalah suami Bella.
"Aku masih mencintaimu, Bella. Hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai dan sayangi," bisik Chandra setelah tautan bibir mereka terlepas.
Ketika Bella tersadar dengan perbuatannya barusan. Dia mendorong tubuh Chandra dengan kuat. Namun, laki-laki itu kembali menarik tubuh sang mantan ke dalam dekapannya lagi.
"Kamu juga masih mencintai aku, 'kan?" lanjut Chandra.
"Kamu sudah menikah. Begitu juga dengan diriku. Kita sudah punya pasangan masing-masing," lirih Bella menahan isak tangisnya.
"Aku akan menceraikan Citra. Aku sedang menyelidiki kejadian hari itu. Aku yakin kalau kamu dan Bram sudah dijebak oleh seseorang," kata Chandra.
Bella memeluk erat tubuh laki-laki itu. Dia kini menangis tergugu. Impian untuk menikah dengan laki-laki yang dicintai, harus musnah ketika Chandra marah dan tidak lagi mempercayai dirinya. Betapa sakit dan terluka dia saat itu. Sampai-sampai dia tidak membantah perintah papanya untuk menikah dengan Bram, laki-laki yang tidak dia cintai.
__ADS_1
"Kenapa … kenapa baru sekarang kamu melakukan itu? Kenapa tidak saat kejadian hari itu kamu menyelidikinya!" Bella memukuli punggung Chandra.
"Maaf, aku minta maaf karena dulu aku begitu marah dan tidak mendengarkan perkataan dirimu. Aku salah … aku akui itu," balas Chandra.
"Lalu, bagaimana dengan keluarga kamu? Apa sekarang kamu juga akan mempermalukan mereka lagi?" Bella tidak mau dia salah ambil langkah.
Bella dan Bram juga sedang mencari bukti kalau dulu mereka itu tidak selingkuh. Meski mereka sudah meminta izin kepada pihak hotel untuk mencari tahu siapa orang yang sudah membawa mereka ke sana. Ternyata kamera cctv di pada saat itu ada menghapusnya. Bahkan kamera di mobil milik Bella juga mendadak rusak. Jadinya, Bram dan Bella harus mencari petunjuk lain tentang kejadian itu.
Bella yang merasa simpati akan rasa cinta Bram kepada Adelia begitu besar. Kisah cinta manis yang mereka jalani mengingatkan kisah cintanya saat bersama Chandra. Mereka berdua akan membuktikan kalau tidak pernah mengkhianati pasangannya dahulu. Cinta mereka murni pada kekasihnya dan mengharapakan menghabiskan hidup bahagia dengan orang yang dicintai.
Begitu juga dengan Chandra yang menginginkan hidup bersama dengan Bella. Dia tidak mau seumur hidupnya bersama Citra. Keluarga wanita itu mulai lupa diri dan sudah berani berbuat semaunya. Sementara itu, keluarga besarnya yang sangat kecewa kepadanya. Kini masa bodo dengan apa yang terjadi pada hidupannya.
"Aku sudah tidak peduli kepada mereka sebagaimana mereka juga tidak peduli kepadaku sekarang ini. Seandainya saja aku di coret dari ahli waris pun tidak masalah. Asalkan aku bisa bersama dengan kamu," bisik Chandra.
Perempuan itu tahu kalau laki-laki ini adalah satu-satunya ahli waris keluarga Atmajaya. Dulu, mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa tahu identitas asli masing-masing. Bahkan sudah dua kali kencan pun mereka belum tahu dari keluarga mana kekasihnya itu berasal.
Perempuan cantik dan baik hati di mata Chandra ini, selalu memberikan kenyamanan dan keceriaan dalam hidupnya yang penuh tekanan dari keluarganya. Makanya, Bella bagi hidup Candra adalah segalanya.
"Ini salahku. Karena kebodohan aku, kita jadi seperti ini. Seandainya saja waktu aku tidak marah kepadamu dan memaafkan kesalahan itu, mungkin saja saat ini kita sedang hidup bahagia membina rumah tangga," kata Chandra.
"Sayangnya, semua sudah terlanjur jadi seperti ini," balas sang perempuan itu.
Chandra yang selalu tidak tega saat melihat Bella bersedih, kemudian mencium bibir merah itu. Bibir yang dua bulan lalu masih menjadi bisa dia kuasai. Kapanpun dan di mana pun dia bisa menciumnya.
__ADS_1
"Aku berharap kalau kamu dan Bram bisa bercerai baik-baik. Begitu juga dengan aku yang akan menceraikan Citra. Wanita itu hanya menginginkan uang aku saja sama dengan ibunya yang mata duitan," ujar sang mantan kekasih, begitu mereka mengakhiri ciuman hangat itu.
***
Adelia terbangun karena mendengar suara berisik dari luar kamarnya. Dia pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju arah pintu. Begitu pintu dibuka dia melihat Andra dan Bram sedang berkelahi.
"Apa yang sedang kalian lakukan!" teriak Adelia.
Kedua laki-laki yang sedang bergulat di lantai itu pun langsung menghentikan aksinya. Mereka melihat perempuan itu berdiri sambil bersandar pada kusen pintu.
"Adelia." Keduanya pun langsung saling melepaskan diri dan bergegas berdiri.
"Tidak bisakah kalian diam, duduk manis," ucap Adelia.
'Hah? Diam duduk manis didekat calon pembinor! No way!' Andra berteriak dalam hatinya.
'Adel, nama mungkin aku bisa duduk manis dengan laki-laki yang sudah merebut kamu dari sisiku.' (Bram)
Bram berjalan dan membereskan sofa yang sudah berantakan akibat ulah mereka tadi. Lalu, duduk manis di sana.
Adelia melotot ke arah Andra yang masih berdiri. Lalu, suaminya itu pun duduk manis di sofa yang berbeda dengan Bram.
***❤️
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik, loh! Cus meluncur ke novelnya.