Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 40. Memergoki Di Gudang


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 40


Adelia masih ragu akan perasaan yang dia rasakan saat ini kepada Andra. Perempuan itu meyakini kalau perasaan itu adalah sayang bukan cinta.


Gadis itu berjalan sambil melamun menelusuri mall seorang diri. Niatnya ingin membeli hadiah untuk ulang tahun Andra yang sebentar lagi. Tanpa dia sadari sekarang berada di tempat yang sepi. Kepalanya berputar ke kanan kiri mencari tahu di mana dia saat ini berada. Ada beberapa pintu yang berjajar di sisi kanan lorong.


'Kenapa aku bisa sampai sini? Sepertinya aku terlalu memikirkan hadiah untuk Andra.' (Adelia)


Perempuan itu melihat ada tulisan di setiap pintu. Ruang karyawan, gudang, ruang kesehatan, dapur. Lalu, Adelia pun berinisiatif mencari karyawan mall yang mau membantu untuk menemukan jalan keluar dari sana. Sebab, dia sejak tadi mondar-mandir tidak tahu harus jalan ke arah mana. 

__ADS_1


Diketuknya pintu bertuliskan ruang karyawan dan Adelia pun mencoba memanggil orang yang mungkin saja ada di dalam ruangan itu. Meski sudah beberapa kali mengetuk pintu, tetap saja tidak ada balasan sahut dari dalam.


Kebiasaan dia kalau mengetuk pintu dan tidak dibuka, maka dia pun membuka pintu itu dan masuk ke dalam. Betapa terkejutnya Adelia saat melihat ada dua orang manusia berbeda gender sedang bertumpang tindih dalam keadaan hampir telanjang. Wanita itu berada di atas tubuh seorang laki-laki dan menggerakkan tubuhnya.


"Kyaaaak! Apa yang kalian lakukan? Ini tempat kerja bukan kamar tidur." 


Adelia melempari kedua orang itu dengan roti yang ada di dekatnya. Satu boks kontener roti habis dilemparkan ke arah pasangan mesum itu.


Kedua pasangan itu pun berteriak minta ampun. Mereka tadi lupa tidak mengunci pintu gudang, akibatnya kepergok oleh Adelia. Adelia sungguh jijik melihat penampilan kedua orang itu. Ini mengingatkannya pada kejadian dulu, saat dia memergoki Bram sedang tidur bersama dengan Bella. Meski baru dia ketahui kalau itu terjadi karena suatu jebakan.


"Apa yang sudah kalian lakukan?" hardik laki-laki yang memakai gantungan nama Dede.


"Jadi, selama ini kalian saling menjalin hubungan secara diam-diam?" tanya rekan satunya lagi yang bermana Didi.

__ADS_1


Adelia tidak tahu apakah mereka pasangan kekasih atau selingkuhan. Perempuan itu hanya bisa diam saja sambil melihat ekspresi ke empat orang itu yang berbeda-beda.


"Kami sudah menikah dan beberapa hari yang lalu Dera sedang datang bulan jadi aku tidak bisa melakukan hubungan suami istri dengannya," jawab laki-laki yang kini sudah memakai baju lengkap.


"Bukankah tugas istri melayani suami dengan baik agar tidak selingkuh," lanjut wanita itu sambil merapikan rambutnya yang tadi acak-acakan.


Tiba-tiba saja jantung Adelia merasa berhenti. Entah kenapa pikiran dia terbayang pada Andra yang berselingkuh dengan wanita lain, karena mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri.


'Bagaimana kalau Andra berselingkuh?' (Adelia)


***


Apa yang akan Adelia lakukan setelah ini? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.



__ADS_2