Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 82. Bayi Cantik


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 82


"Ya Tuhan, aku bodoh! Tentu saja kunci ini tidak bisa masuk-masuk, karena ini kunci mobil punya aku, Adel!" Bella merutuki kebodohannya.


Saat perdebatan itu terjadi Abbas datang ke sana, karena kebetulan baru pulang menemui klien. Hati dia membimbing untuk ke rumah kembarannya.


"Adel, ada apa ini?" tanya Abbas.


Kedua wanita itu teralihkan perhatiannya kepada sumber suara yang tiba-tiba saja menyapa. Laki-laki bertubuh tinggi itu, kini berjalan sudah berdiri di dekat mereka.


"Abbas, perut aku sakit! Sepertinya mau melahirkan," ucap Adelia dengan merajuk sambil meringis menahan sakit.


"Apa? Ayo, kita ke rumah sakit!" Abbas langsung menggendong Adelia dan membawa masuk ke mobilnya. Bella pun mengikuti mereka.


***


Andra berlari di lorong rumah sakit. Dia cepat-cepat datang begitu diberi tahu kalau istrinya akan melahirkan. Dilihatnya kedua mertua, mami, kakek, dan kakak ipar sedang duduk di depan ruang bersalin.


"Ma … Mi, bagaimana Adel sekarang?" tanya Andra dengan napas ngos-ngosan.


"Dia sedang berjuang melahirkan bayinya," jawab Mami Alicia.


Pintu ruang bersalin terbuka dan seorang suster keluar. Dia pun memanggil Andra karena Adelia ingin di dampingi oleh suaminya.

__ADS_1


"Andra, sakit~" kata Adelia dengan derai air mata.


"Kamu pasti bisa melalui ini, Sayang. Kamu bukannya ingin segera menimang bayi kita ini," balas Andra sambil membelai pipi sang istri, menghapus air matanya.


"Tapi, sakit sekali!" rengek Adelia sambil mencengkeram tangan Andra.


Laki-laki itu meringis kesakitan, karena kuku milik wanita hamil itu menancap dan menggoreskan luka. Namun, dia masih bisa menahan demi anak dan istrinya.


"Ayo, Adel! Kamu itu istri dan ibu yang hebat, pasti bisa melahirkan bayi kita dengan selamat. Ayo, ikuti aba-aba dari dokter," ucap Andra dengan lembut dan tatapan berbinar.


"Aku, wanita hebat?"


"Iya, kamu hebat. Kita semua bangga kepadamu."


"Cium dulu biar menambah tenaga aku," ujar Adelia.


Tidak ada drama melahirkan yang aneh-aneh. Hanya butuh waktu 10 menit bayi cantik itu lahir. Tangisannya sangat nyaring dan membuat orang-orang yang menunggu di luar.


"Cucu kita, Pa!" Mama Alia bersorak gembira.


Semua orang menyambut kelahiran buah cinta pasangan Adelia dan Andra. Senyum bahagia menghiasi wajah mereka.


"Suaranya nyaring sekali. Pasti dia akan seperti Adelia anaknya, penuh enerjik dan suka beramah tamah," ucap Papa Adam.


Kakek Andi menangis terharu. Betapa bahagianya laki-laki tua itu saat ini.


Bayi perempuan itu terlahir normal dengan berat badan 3000 gram (3 kg) dan tinggi badan 52 centimeter. Kulitnya kemerahan dan rambut hitam legam.

__ADS_1


"Sekarang bayi aku sudah cantik. Tadi saat baru keluar dari perut seperti alien, kulitnya berkeriput, dan matanya besar," ucap Adelia sambil menatap wajah putrinya.


'Enak saja putri aku yang cantik ini di bilang mirip alien.' (Andra)


Bella dan Chandra ikut mengerubungi bayi cantik itu. Keduanya sangat gemas pada bayi yang dilarikan oleh Adelia.


"Cantik sekali bayi ini. Siapa namanya?" tanya Bella sambil menyentuh pipi sang bayi.


"Alena Nawang Wijaya," jawab Andra. 


Nama yang sudah mereka siapkan sejak beberapa bulan yang lalu.


Bram dan Bonie pun datang dengan wajah yang berseri-seri. Keduanya terlihat sangat bahagia.


"Selamat, ya! Adel semoga kamu bisa menjadi seorang ibu yang hebat. Dan kau, Andra … bisa menjadi ayah yang hebat juga," kata Bram.


Ruang rawat inap itu terdengar ramai dengan tawa dan celotehan orang-orang. Apalagi saat Adelia dan Bella, kompak menggoda pasangan Bram dan Bonie yang baru saja meresmikan hubungan mereka.


Semua harapan mereka semua sudah tercapai dengan proses yang berliku. Jodoh tidak akan persoalan atau tertukar. Ke mana pun kita pergi, apa pun yang kita lakukan, jika sudah jodoh tetap akan bersatu. Sebaliknya, sekeras apa pun kita menolak seseorang, jika sudah berjodoh tetap akan bersama.


***


Maaf jika banyak kekurangan di dalam karya ini. Semoga ada suatu nilai berharga yang bisa diambil. Terima kasih sudah membaca karya aku 🥰.


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Atau kalian bisa dengar melalui audio 😍. Yuk, meluncur ke novelnya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


__ADS_1


__ADS_2