
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 56
Adelia dan Bella kini sedang bicara tentang pencarian jodoh untuk Bram. Keduanya akan menyeleksi orang-orang terdekat yang ada di sekitar mereka terlebih dahulu. Siapa yang kiranya pantas untuk dijadikan pendamping untuk laki-laki itu.
Sedang berunding selamat seharian Adelia mengusulkan seorang pegawainya yang bernama Fani. Sementara itu, Bella pun memiliki calon kandidat dari pegawainya yang bernama Gina.
Fani, menurut Adelia adalah seorang gadis yang bekerja keras dan lebih baik hati. Hanya saja tampang dia biasa saja, tetapi punya bentuk badan yang bagus.
Gina, menurut Bella seorang gadis berwajah cantik dan juga memiliki bentuk tubuh yang ideal. Hanya saja dia seperti dirinya yaitu tidak bisa memasak.
"Bagaimana kalau kita pertemukan Bram terlebih dengan mereka berdua secara diam-diam?" Adelia memberikan usul.
"Ya, aku setuju dengan itu. Biar dia sendiri bisa menilainya," ucap Bella.
"Baiklah, kalau begitu kapan kita akan memulai rencana ini?" tanya istri Andra.
"Bagaimana kabar hari Minggu nanti? Biarkan dia pura-pura mendatangi kafe kamu dan menyamar sebagai pengunjung agar bisa melihat sendiri seperti apa Fani itu," balas Bella.
"Setuju, setelah itu dia akan mendatangi butik milik kamu. Dia juga akan menyamar sebagai pengunjung atau pembeli," lanjut Adelia senang.
Kedua perempuan itu sepakat untuk melakukan rencana itu. Mereka sangat antusias sekali mencarikan jodoh untuk mantan mereka.
***
Sementara itu, Citra seharian ini diam-diam menjadi penguntit Andra. Ke mana pun laki-laki itu pergi, maka dia akan mengikutinya. Kebetulan hari ini jadwal Andra berada di lapangan. Dia berkeliling mendatangi supermarket dan mall untuk melihat persediaan dan perkembangan produk jualannya.
"Kenapa aku baru sadar kalau Andra itu laki-laki yang memesona dan begitu cakap saat melakukan pekerjaannya?" gumam Citra.
Citra dan Andra dulu saling jatuh cinta. Perasaan mereka benar-benar tulus bukan karena harta. Meski kadang perempuan itu selalu banyak menuntut dan meminta kepada laki-laki itu.
__ADS_1
Seharian itu Citra mengikuti ke mana langkah kaki Andra melangkah. Tidak peduli mau itu ke tempat yang sejuk ataupun panas, wanita itu akan mengikutinya. Seperti saat ini ketika Andra memilih makan siang di warung yang ada di pinggiran jalan. Citra yang tidak bisa ikut ke warung nasi itu memutuskan diam di dalam mobilnya.
"Aku juga sebaiknya mencari makanan untuk mengganjal perut," lirih Citra yang mulai merasa lapar.
"Apa aku pura-pura tidak sengaja datang ke tempat warung nasi itu, ya?" lanjutnya lagi.
"Ah, pastinya dia akan curiga karena aku selama ini saat jarang makan di tempat seperti itu," ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar bisa bersama dengan Andra?" tanya Citra pada dirinya.
Akhirnya Citra pun memutuskan untuk turun dari mobil dan mendatangi warung nasi itu, karena sudah merasa sangat lapar. Jika saja nanti mereka tanpa sengaja beradu pandang, maka dia akan memikirkan langkah selanjutnya saat itu juga.
"Bu, beli nasi, rendang, telur dadar, dan perkedel," kata Citra begitu masuk ke warung nasi itu.
Andra yang mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk bisa langsung melihat ada Citra yang datang ke warung nasi ini. Dia sangat terkejut mendapati sang mantan mau makan di tempat seperti ini di saat sudah menjadi orang kaya.
Dulu, saat mereka berdua masih pacaran, Citra sering ngomel jika dibawa ke tempat seperti ini. Dia suka makan di sebuah restoran atau cafe.
Citra pun pura-pura terkejut saat melihat Andra sedang duduk di sana. Lalu, dia datang menghampiri laki-laki dan duduk di sampingnya.
"Tidak. Hanya kebetulan saja hari ini aku datang ke sini. Biasanya aku makan siang bersama istriku di kafenya," jawab Andra sengaja berkata 'istriku' agar perempuan itu tahu kalau dirinya sudah menjadi milik wanita lain.
"Oh," balas Citra ada dalam hatinya dia ngedumel.
Citra pun makan di samping Andra. Diam diam dia mengambil video kebersamaan mereka saat makan di sana. Lalu, mengunggahnya di akun sosial media miliknya dan nge-tag nama Andra.
Wanita itu sengaja melakukan hal seperti ini, agar Adelia bisa melihatnya. Tentu saja dia berharap nanti Andra dan istrinya bertengkar hebat. Syukur-syukur sampai cerai.
Andra sendiri tidak tahu akan hal ini. Hanya saja dia cepat-cepat menghabiskan makan siangnya. Setelah itu segera dia pergi meninggalkan warung nasi itu, tanpa memperdulikan rengekan Citra yang minta ditemani olehnya sampai selesai makan.
'Aku ingin lihat bagaimana reaksi wanita gatal itu saat melihat postingan aku barusan.' (Citra)
***
__ADS_1
Andra pulang ke rumah dengan badan yang terasa remuk dan lelah. Sebab, seharian ini dia terus berada di jalanan mendatangi supermarket dan mall satu persatu yang menjadi tanggung jawabnya.
Rasanya dia ingin segera berendam air panas dan tidur dalam pangkuan sang istri. Ternyata setelah cuti beberapa hari, pekerjaan dia semakin bertambah banyak. Jabatan dia akan Kakek Andi naikan bulan depan, jika bulan ini mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada di divisi pemasaran.
"Adel," panggil Andra begitu dia masuk ke dalam kamar mereka.
"Adel ke mana, ya?" gumam laki-laki yang berpenampilan kusut karena habis pulang kerja.
Andra pun berkeliling rumah mencari keberadaan sang istri. Namun, dia tidak menemukan juga.
"Adel ke mana, sih!" Andra mulai gusar mencari keberadaan wanita yang sudah menjadi istrinya hampir satu tahun ini.
Dia mencoba menghubungi Adelia lewat telepon genggam, berharap kalau istrinya masih berada di rumah. Namun, hasilnya tetap nihil.
"Aku mandi dulu, mungkin saja Adelia sedang pergi ke minimarket dan beli sesuatu," gumam Andra sambil berjalan memasuki kamarnya.
Sudah lebih dari 15 menit Andra berendam air hangat di kamar mandi. Namun, tidak ada suara Adelia. Tiba-tiba saja hati dia merasa mulai gelisah. Lalu, dia segera mengakhiri acara berendamnya dan segera mencari keberadaan sang istri.
***
Di mana Adelia saat ini? Apa yang sedang dia lakukan? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
Yusuf, seorang duda beranak satu yang baru saja ditinggal oleh Aisha–istrinya yang meninggal karena kecelakaan. Dia harus membesarkan Asiah–putrinya– seorang diri karena ibunya harus merawat ayahnya yang sakit stroke. Yusuf dan Asiah tinggal di apartemen milik perusahaan yang khusus diberikan oleh Sarah, CEO sekaligus putri pemilik perusahaan tempat dia bekerja sebagai Direktur Keuangan. Yusuf juga bertetangga dengan Zulaikha, seorang siswi SMA yang kurang kasih sayang orang tua dan suka menggoda dirinya, tetapi begitu sayang kepada Asiah. Zulaikha juga selalu terang-terangan bilang cinta dan sayang sama Yusuf. Namun, Yusuf selalu menganggapnya angin lalu.
Asiah selalu dititipkan di sebuah penitipan anak yang merangkap dengan lembaga pendidikan anak dini. Di sana mereka bertemu dengan Bilqis, mahasiswi magang yang mengingatkan pada sosok Aisha. Membuat Yusuf mulai terpaut hatinya karena kealiman dan kelembutan sifatnya. Namun, cintanya mendapat pertentangan dari keluarga Bilqis karena statusnya duda beranak satu.
Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah yang aktif dan sering membuatnya mati kutu?
Siapa yang mendapatkan cinta Yusuf?
Sarah anak perawan yang anggun dan cerdas? Zulaikha anak perawan penggoda dan jahil? Atau Bilqis anak perawan yang sholehah dan penyabar?
__ADS_1