
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 62
Bram menjemput Bella di butiknya, karena mobil istrinya itu mogok. Saat dia dan sang istri berjalan di parkiran, tiba-tiba saja ada mobil yang datang dengan kecepatan tinggi dan berhenti di depan mereka
"Hei, bisa tidak menyetir dengan lebih pelan dan hati-hati!" bentak Bella sambil memukul mobil yang dapat berhenti di depannya berjarak 15 centimeter.
"Maaf," ucap Bonie sambil turun dari mobil.
Bonie pun mengatakan kedatangan dia ke sana untuk menemui Bram dan menanyakan tentang berkas yang dia tinggalkan tanpa sengaja di atas atap mobil miliknya. Sebab, dia sangat membutuhkan markas itu saat ini.
"Berkasnya sudah aku berikan kepada Chandra, karena di sana tertulis nama perusahaan miliknya," ucap Bram.
"Apa? Jangan bilang kamu kenal pada Pak Chandra?" Bonie mendadak lemas badannya.
"Kami saling kenal baik," balas Bram.
"Tidak. Kamu harus bantu aku untuk mendapatkan kembali berkas laporan itu," ucap Bonie sambil mencengkram kuat kedua lengan Bram.
'Aduh, kuat sekali tenaga dia.' Bram menahan sakit di kedua lengannya.
"Kalau kamu mau berkas itu kembali, datanglah ke rumah kami. Karena Chandra akan mengunjungi rumah kami untuk makan malam bersama nanti," timpal Bella.
__ADS_1
Perempuan ini merasa kalau Bonie punya benang merah dengan Bram. Sebab, ke mana pun mereka pergi, selalu saja bertemu.
"Bagaimana ini, aku pasti akan di marahi oleh Pak Chandra karena sudah teledor," gumam Bonie.
***
Dengan perasaaan kecewa Andra pun pulang bersama Adelia. Dia yakin sekali kalau kedua orang itu sudah membuntuti dirinya sejak pagi.
Adelia merasa khawatir kepada Andra dan takut terjadi sesuatu kepadanya. Maka dia pun menceritakan semua itu kepada Mami Alicia dan Abbas. Tentu saja kedua orang itu meminta Adelia untuk ikut waspada. Bisa saja orang yang sedang ingin mencelakai suami dan dirinya.
Mama Alia dan Papa Adam juga meminta agar Adelia selalu berhati-hati dengan orang asing apalagi orang yang mencurigakan. Mereka selalu khawatir karena Adelia menurut semua orang itu baik dan mudah dibohongi.
"Adel sekarang sudah pintar. Tanya saja pada Andra. Dia juga bilang kalau Adel itu pintar," kata Adelia tidak terima saat keluarganya bilang dirinya itu mudah terpedaya oleh omongan orang lain.
"Iya, Ma … Pa. Adel sekarang sudah mulai pintar dan bisa menjaga diri dengan baik," lanjut Andra agar istrinya senang, padahal dalam hati dia sangat was-was akan keselamatan istrinya.
"Kalau begitu. Karena Adel sekarang sudah pintar, maka aku akan hadiahkan kalung ini untukmu. Ingat pesan aku ini, jangan pernah sekalipun kamu lepaskan kalung ini!" pinta Abbas pada adik kembarnya.
***
Malam harinya Bella dan Bram menyambut kedatangan Chandra. Bella yang sedang dilanda malarindu kepada sang pujaan hati, langsung memeluknya.
"Kalian ini, jangan dibiasakan main peluk-pelukan di depan orang. Nanti Bonie shock melihat kalian berdua," ucap Bram sambil berlalu meninggalkan pasangan itu karena dia mendengar suara mobil yang terparkir di depan rumahnya.
"Sayang, kamu harus bisa tahan diri," ucap Bella kepada Chandra tanpa dosa.
__ADS_1
'Tadi siapa yang memeluk duluan? Sudahlah memang wanita selalu ingin benar sendiri.' (Chandra)
Setelah yakin kalau rumah di depannya itu adalah rumah Bella dan Bram, maka Bonie pun turun dari mobilnya. Tanpa sengaja dia melihat Adelia dan Andra juga baru turun dari mobil mereka.
"Loh, Adelia?" sapa Bonie sambil menunjuk ke arah wanita berambut panjang dengan ekspresi terkejut.
"Bonie, sedang apa di sana?" tanya Adelia yang sama-sama terkejut dengan kehadiran wanita itu di depan rumah Bram.
Tuan rumah pun membuka pintu dan buat orang-orang mengalihkan pandangan kepadanya. Terlihat Bram tersenyum ramah kepada tamunya.
"Bram kamu pacaran dengan Bonie?" tanya Adelia tak percaya.
"Adel," panggil Andra sambil menutup mulut istrinya.
Tentu saja Bram dan Bonie melongo setelah mendengar ucapan Adelia barusan. Beberapa detik kemudian keduanya langsung tertawa bersamaan.
"Tidak Adel, dia ke sini karena kami mengundangnya untuk makan malam bersama, sekalian untuk mengambil berkas miliknya," jawab Bram.
"Oh, aku kira kalian pacaran. Padahal kalian terlihat cocok," lanjut Adelia setelah berhasil membuka tangan Andra yang menutup mulutnya.
"Hah!" Bram, Bonie, dan Andra tercengang.
***
Apakah Bram mau dijodohkan dengan Bonie oleh Adelia dan Bella? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.