
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 63
"Aku kira kalian pacaran. Padahal kalian terlihat cocok," lanjut Adelia setelah berhasil membuka tangan Andra yang menutup mulutnya.
"Hah!" Bram, Bonie, dan Andra tercengang.
"Kenapa kalian tidak berpacaran saja dan menikah?" tanya Adelia dengan memasang wajah polosnya tanpa beban.
Bram dan Bonie saling melirik, kemudian tertawa terkekeh. Mereka merasa sangat lucu mendengar ucapan Adelia barusan. Tidak terbayangkan sama sekali oleh keduanya untuk menjalin hubungan, apalagi mereka baru bertemu beberapa kali.
"Mana bisa aku menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah mempunyai istri," kata Bonie dengan ekspresi wajah seperti melihat hantu.
"Kamu tidak tahu kalau Bram dan Bella sebentar lagi akan bercerai?" Adelia menatap Bonie tidak percaya. Sebab berita pernikahan Bella dengan Chandra sudah menyebar luas di kantor perusahaan laki-laki itu.
"Tentu saja aku tidak tahu. Lagian aku baru bertemu dengan mereka beberapa kali dan yang aku lihat hubungan keduanya juga terlihat baik-baik saja," tukas Bonie seraya menggelengkan kepala dan menyeringai tidak percaya.
"Sudahlah. Kalian tidak perlu membahas permasalahan yang sedang menimpa rumah tangga kami," ujar Bram tidak suka.
Andra pun menggenggam jemari Adelia, dia minta agar istrinya itu tidak turut campur dengan permasalahan dalam rumah tangga mantan kekasihnya dengan istrinya saat ini. Dia juga meminta istrinya untuk membiarkan mereka menyelesaikan permasalahannya sendiri.
"Adelia ... Andra ikutlah makan malam bersama kami," ajak Bram kepada tetangganya itu.
"Kami baru saja pulang dan belum mandi," balas Andra, dia ingin menolak ajakan Bram dengan halus.
"Kami akan ke rumahmu setelah selesai membersihkan diri," lanjut Adelia dan membuat Andra mengerlingkan matanya. Sang istri itu tidak memahami keinginan dirinya yang ingin beristirahat sambil menghabiskan waktu berdua.
__ADS_1
***
Malam itu pun mereka makan malam bersama di rumah Bram. Adelia dan Bella saling memberikan kode, untuk menyatukan Bonie dengan Bram. Menurut keduanya, mereka akan menjadi pasangan yang cocok.
"Bonie, apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Adelia to the point.
Perempuan berambut pendek itu langsung tersedak saat minum gara-gara mendengar pertanyaan Adelia itu. Jujur menurut Bonie, kalau Bram merupakan laki-laki yang tampan dan baik. Saat pertama kali bertemu dengannya dia merasa suka akan sosok laki-laki itu.
"Aku belum punya kekasih. Memangnya kenapa?" jawab Bonie sekaligus bertanya.
"Kalau begitu, apa kamu mau jadi kekasih Bram. Karena sebentar lagi dia akan menyandang status duda," balas Adelia.
Bram langsung terbatuk saat mendengar ucapan Adelia barusan. Dia merasa tidak suka dengan ucapan mantan kekasihnya. Baginya tidak semudah itu untuk menjalin hubungan dengan seseorang, apalagi di hatinya sampai saat ini masih menjadi milik Adelia.
"Untuk masalah jodoh biar aku sendiri yang cari dan tidak ada seorangpun yang boleh mencampuri urusan aku itu, termasuk kalian," ucap Bram.
Adelia dan Bella pun langsung terdiam. Mereka merasa sudah lancang dengan ikut campur urusan pribadi orang lain. Padahal niat awal mereka itu adalah baik. Keduanya ingin mencarikan pasangan untuk Bram, agar dia segera mendapatkan kebahagiaan yang baru. Namun, ternyata tidak mendapat sambutan yang baik dari orang yang bersangkutan.
Begitu juga dengan Chandra yang menasehati Bella. Dia tahu kalau Bram mempunyai kriteria tersendiri dalam mencari pasangan hidup. Jadi, dia minta Bella untuk biarkan saja Bram mencari pasangan sendiri sesuai keinginannya.
"Jujur saja, kalau Bram merupakan laki-laki tipe ideal kesukaan aku. Jadi, aku tidak keberatan seandainya Bram mau mencoba mengenal aku lebih jauh lagi," ucap Bonie dengan jujur dan penuh rasa percaya diri.
Bram, Andra, dan Chandra terpana mendengar ucapan Bonie barusan. Mereka tidak menyangka kalau perempuan ini punya keberanian berbicara seperti itu.
""Tuh, 'kan, apa aku bilang. Tidak ada salahnya jika kalian berdua saling mengenal satu sama lain lebih jauh. Untuk urusan menikah atau tidak, itu tergantung kalian nanti," timpal Adelia.
"Aku setuju dengan apa yang diucapkan Adelia barusan," lanjut Bella sambil tersenyum dan melirik ke arah Bram.
Bram hanya bisa menarik napas panjang. Dia tahu betapa keras kepalanya Adelia dan Bella. Kedua wanita ini hampir sama dalam segi sifat dan tingkah. Bahkan cara berpikirnya pun tidak beda jauh, hanya saja Bella satu tingkat di atas Adelia.
__ADS_1
"Sayang," panggil Chandra kepada Bella.
Chandra kembali menasehati Bella. Dia tahu kalau Bella ingin mantan suaminya bisa menjalani kehidupan bahagia dalam membangun rumah tangga nanti.
***
Bonie sudah kasih lampu hijau, nih. Apakah Bram mau mencoba mengenal Bonie lebih jauh lagi? Atau dia lebih memilih sendirian dahulu untuk menata hatinya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.
Mentari dipaksa oleh Zahra untuk menikah dengan suaminya Fatih. Karena Zahra sudah divonis mandul dua tahun yang lalu. Kini dia juga mengidap penyakit Leukemia. Zahra juga tidak bisa memberikan kepuasan batin Fatih selama satu tahun lebih.
Mentari yang sudah beberapa kali menolak permintaan Zahra untuk menikah dengan Fatih. Apalagi Fatih adalah cucu dari mantan kakak iparnya. Bisa dibilang Fatih itu cucu dari mantan suaminya, Willian Green. Karena Kakeknya Fatih, Edward Green, kakak beradik dengan William.
Akhirnya Mentari dan Fatih menikah dan mereka bertiga tinggal dalam satu rumah. Permasalah mulai muncul saat Zahra cemburu, karena Fatih jatuh cinta kepada Mentari. Sementara Mentari menekan perasaannya jangan sampai jatuh cinta kepada Fatih, yang menurutnya cinta mati kepada Zahra.
Widuri yang merupakan bibi dari Zahra selalu berusaha menjadikan Jihan untuk menjadi istri ke-3 Fatih. Berbagai cara dia lakukan termasuk memberinya obat perangsang saat Mentari tidak ada di rumah.
William mantan suami Mentari pun muncul dan ingin kembali menikahi Mentari. Untuk memperbaiki kesalah pahaman dahulu yang membuat mereka bercerai.
Apakah Mentari akan kembali kepada mantan suaminya? Atau tetap mempertahankan hubungannya dengan Fatih dan menjadi istri kedua?
__ADS_1