
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 73
Andra berlari keluar rumah di saat yang bersamaan Bram baru pulang ke rumah. Melihat tetangganya yang terburu-buru seperti itu membuat dia bertanya dengan ekspresi keheranan.
"Andara, kamu kenapa?" tanya Bram.
"Adelia belum pulang juga ke rumah, aku takut terjadi sesuatu kepadanya," jawab Andra sambil membuka pintu mobil.
"Adelia barusan ada di cafe, katanya akan pergi ke rumah orang tua dia karena mendapatkan pesan dari Abbas," tukas Bram.
Mendengar ucapan dari mantan kekasih istrinya membuat Andra terdiam sejenak. Dia pun menatap lekat ke arah laki-laki itu. Mencoba mencari kebenaran dari ekspresi wajah dan sorot matanya.
"Benarkah? Lalu, kenapa dia tidak mengangkat panggilan dari aku tadi," tanya Andra dengan nada sedikit kesal.
"Entahlah, mungkin saja batu handphone miliknya sudah habis," balas Bram asal.
Andra terdiam dan mencoba memahami ucapan dari tetangga itu. Bisa saja Adelia lupa meng-cas handphone miliknya semalam. Tanpa berpikir panjang diagonal hubungi sang kakak ipar yang tadi bilang tidak tahu keberadaan Adelia.
"Halo, Abbas. Apa Adelia sekarang ada di rumahmu?" tanya Andra begitu tersambung panggilannya.
^^^"Iya. Dia baru saja sampai ke sini, bahkan belum duduk sama sekali."^^^
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Aku sudah sangat cemas sekali karena dia tidak ada di rumah. Padahal biasanya semua aku pulang dia sudah pulang duluan ke rumah. Dia itu benar-benar senang sekali membuat aku cemas dan ketakutan."
Andra menggerutu karena merasa senang setelah mengetahui keberadaan sang istri saat ini sedang berada di rumah orang tuanya. Laki-laki itu tadi merasa ingin menangis dan berteriak karena Adelia tidak mengangkat panggilan darinya. Apalagi saat ini keadaan sedang genting.
Bram yang sejak tadi memperhatikan Andra, kini ikut merasa cemas karena Adelia. Bagaimanapun juga bagi dirinya perempuan itu masih sangat berharga.
"Katakan kepadaku, sebenarnya apa ya sedang terjadi kepada Adelia?" tanya Bram sambil melangkah mendekat ke arah Andra.
"Aku merasa kalau Adelia lihat selama ini sedang dikuntit oleh seseorang. Setiap hari orang itu mengirimkan foto Adelia yang sedang menjalani rutinitas dia sehari-harinya," jawab Andra.
"Apa? Sebaiknya kamu segera lapor polisi!" titah Bram sambil memegang kedua bahu Andra.
"Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Adel sampai hari ini. Bagaimana mungkin aku mengabaikan keselamatan dia," balas Andra sambil menyingkirkan kedua tangan laki-laki yang berdiri di depannya.
"Ke rumah mertuaku. Kenapa? Kamu mau ikut?" tanya Andra.
Bram mana mungkin mau ikut ke rumah itu, yang ada nanti dia bakal diceramahi oleh kedua orang tua Adelia. Dia sering dikira akan merebut Adelia dari tangan Andra, agar kembali kepadanya.
"Tidak, terima kasih. Sampaikan saja salamku untuk Adelia dan keluarganya," ucap Bram.
***
Sementara itu di rumah kedua orang tua Adelia, semua orang sedang berkumpul di ruang tamu. Tadi Adelia datang ke rumah orang tuanya tidak seorang diri. Melainkan bersama seorang kakek-kakek jompo yang sudah sangat tua sekali.
"Ma ... Pa, biarkan Mbah Urip tidur atau tinggal beberapa hari di sini, sampai dia menemukan keluarganya yang hilang," pinta Adelia.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di ruangan itu saling menatap satu sama lain. Mereka tidak masalah jika ada yang datang bertamu, tetapi jika tamunya sampai entah kapan tinggal bersama dengan mereka, itu akan kurang nyaman bagi kedua belah pihak.
"Boleh, ya?" Adelia masih berusaha meminta izin kepada kedua orang yang sudah mengurus dan mendidiknya dari masih bayi sampai dewasa.
'Semoga saja mereka setuju. Kalau enggak rencana aku dan Nyonya Cindy akan berantakan.' (Cobra)
***
Jawaban apa yang akan diberikan oleh kedua orang tua Adelia? Kali ini rencana seperti apa yang akan dilakukan oleh suruhan Mama Cindy? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Yuk, merapat yang suka cerita Action Romantis.
Angkasa, Bintang, dan Langit adalah anak yang dilahirkan Cantika. Karena kejadian satu malam dengan pria asing, saat dirinya pergi dinas ke Bali untuk menggantikan atasannya, membuat dia hamil diluar nikah.
Dia tidak tahu kalau ayah dari anak - anaknya adalah ALEXANDER GREEN ANDERSSON seorang CEO GALAXY, perusahaan terkenal di Amerika.
Alex adalah seorang CEO yang selalu menjaga diri dari wanita. Karena trauma masa kecilnya. Pertemuannya dengan Cantika membuat dirinya mengenal apa itu cinta.
Perjuangannya mendapatkan cinta Cantika tidak mudah, dengan bantuan si Trio Kancil, dirinya berusaha mendapatkan cinta dari Cantika yang telah memiliki seorang kekasih.
Cantika mendapati kenyataan kalau orang tuanya meninggal karena dibunuh, bukan karena kecelakaan. Usahanya untuk mengetahui masa lalu sang Ayah yang misteri, melibatkan dirinya dan si Trio Kancil pada bahaya.
Bersama dengan Alex, Cantika ingin mengungkapkan kebenaran apa yang terjadi pada keluarganya.
__ADS_1