Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 60. Bertemu Bonie


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 60


"Kau?" Bram ingat betul perempuan ini yang dulu menumpahkan es krim padanya.


"Eh. Aaaa!" Wanita itu berteriak karena mendapati lagi orang yang sudah dibuat malu olehnya dulu.


"Kamu yang waktu itu, 'kan?" tanya Bella sambil menunjuk perempuan yang kini sedang melotot dengan wajah pucat.


Bella dan Bram ingat dengan wajah perempuan yang kini sedang berdiri di depannya. Sebaliknya juga perempuan itu kenal dengan pasangan suami istri ini.


"Maaf, sekali lagi saya minta maaf. Aku sedang terburu-buru," ucap perempuan itu kemudian berlari masuk ke dalam butik.


"Kita makan siang di cafe milik Adel," kata Bella.


Bram pun membukakan pintu mobil untuk istrinya. Saat dia hendak membuka pintu di bagian kemudi, perempuan tadi keluar dari butik dengan berlari kencang dan masuk ke mobil yang terparkir di samping mobil milik Bram. Sesaat keduanya beradu pandang.


***


Bella sedikit merasa kesal, karena Adelia malah tidak ada di cafe-nya. Niatnya dia ingin membicarakan masalah perjodohan Bram dan melihat perempuan yang direkomendasikan oleh Adelia.


"Katanya Adel sakit. Apa kita langsung jenguk dia sekarang atau nanti malam?" tanya Bram yang sebenarnya mencemaskan keadaan wanita itu saat ini.


"Bukannya kamu setelah ini akan ada pertemuan dengan dewan direksi," balas Bella.


"Iya. Kamu benar," lanjut Bram.


"Apa Chandra sudah menghubungi kamu?" tanya Bram ketika melihat Bella untuk kesekian kalinya melirik benda pipih di depannya.


"Semalam dia menghubungi aku. Katanya hari ini jadwal dia padat dan ada kemungkinan tidak akan menghubungi aku. Tapi, aku khawatir kalau dia sampai lupa makan. Seperti kamu yang sering lupa makan jika terlalu sibuk dengan pekerjaan," gerutu Bella.


Bram pun tertawa kecil. Dia memang sering lupa makan jika melihat masih banyak pekerjaan. Makanya dulu Adelia sering mengirimkan makanan lewat kurir atau pesan online untuk dirinya. Begitu juga dengan Bella yang sering memperhatikan pola hidup laki-laki itu. 

__ADS_1


"Kita jenguk Adel malam hari saja sambil membawa menu makan untuk makan malam bersama. Bagaimana?" tanya Bella. 


Bram pun setuju. Dia berharap kalau mantan kekasihnya itu hanya sakit ringan bukan sakit yang parah. Sebab, Adelia bukan orang yang mudah sakit. Dia memiliki antibody yang kuat.


"Yuk, kita kembali bekerja!" Bram mengajak Bella mengakhiri acara makan siangnya.


"Iya."


Saat keduanya keluar cafe, ada seorang perempuan menabrak tubuh Bram sampai orang itu mundur beberapa langkah ke belakang. Untung Bram menahan tubuhnya agar tidak sampai jatuh. Laki-laki itu merangkul pinggang si perempuan, kini keduanya saling beradu tatap masih dalam posisi saling menempel.


"Kamu!" Bram dan perempuan itu tersentak saat sadar orang yang sudah bertabrakan dengan dirinya adalah orang yang sering mereka temui.


"Ish, kamu lagi!" seru Bella kesal pada perempuan yang senang sekali menabrak suaminya.


"Maaf aku benar-benar tidak sengaja," balas perempuan berbaju formal buatan butik Bella.


"Kamu itu suka sekali berlari dan akhirnya menabrak orang," ujar Bram.


"Karena aku selalu di kejar waktu dan tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang aku punya. Sungguh saat ini aku harus cepat makan dan kembali bekerja. Jika tidak, aku akan dipecat dari pekerjaan ini," aku perempuan itu.


"Maaf, kenalkan aku Bonie Kusuma karyawan di perusahaan PT.ATMAJAYA." Wanita itu mengulurkan tangannya kepada Bram dan Bella.


"Ya, sudah. Kamu sedang terburu-buru, 'kan? Silakan masuk," ucap Bram sambil mempersilahkan Bonie masuk ke cafe.


"Terima kasih." Wanita itu pun langsung masuk ke dalam cafe.


'Bisa-bisanya Chandra mempekerjakan orang seperti itu.' (Bella)


***


Malam harinya Bella dan Bram datang ke rumah Adelia sambil membawa makanan yang banyak. Niatnya mereka ingin makan malam bersama.


Saat mereka masuk ke dalam rumah di dapur ada Mami Alicia yang baru saja selesai memasak. Dia memasak ayam kecap pedas kesukaan anak dan menantunya. 


"Wah, ternyata Bram juga memasak menu yang sama. Makanan kesukaan Adel, ya?" Mami Alicia melihat makanan yang dibawa oleh Bram.

__ADS_1


"Iya, karena kita semua tahu kalau Adel dan Andra itu suka dengan ayam kecap pedas," balas Bella.


"Terima kasih. Kalian tahu dan memahami kalau saat ini aku sedang ingin makan ayam kecap pedas kesukaan aku," ucap Adelia dengan mata yang berbinar. Begitu juga dengan Andra. Pasangan itu sama-sama penyuka masakan itu.


Kelima orang itu makan malam bersama. Mereka makan dengan lahap dan menghabiskan semua hidangan di meja. 


"Ternyata rasa masakan Bram tidak jauh dari dari rasa masakan Adel," kata Mami Alicia setelah mencicipi makanan yang dibawa oleh Bella tadi.


"Tentu saja Tante. Karena yang mengajari aku memasak adalah Adel," balas Bram dengan lirikan mata ke arah Adelia dan tersenyum.


Andra yang melihat itu merasa tidak suka. Dia mudah sekali cemburu saat ini. Dulu saat masih pacaran dengan Citra, dia tidak pernah cemburu seperti ini. Lalu, dia pun memegang jemari tangan istrinya.


"Adel itu pintar memasak dan aku juga banyak belajar kepadanya," tukas Andra tidak mau kalah sama Bram untuk menarik perhatian sang istri.


"Belajar apanya? Yang benar itu, Mi. Andra suka mengganggu kalau aku lagi memasak," kata Adelia jujur.


Mami Alicia tahu maksud menantunya ini. Sebab, kemarin saat Adelia memasak di rumah Kakek Andi, putranya ini terus menempel pada Adelia.


"Andra itu tidak pandai masak," balas Mami Alicia tersenyum manis.


"Siapa bilang? Tanya saja pada Adel, bagaimana rasanya masakan yang aku buat," tukas Andra tidak terima diejek oleh ibunya sendiri.


"Iya, Mi. Masakan Suamiku sekarang jauh banyak kemajuan. Dia juga pandai masakan Barat sekarang," puji Adelia dengan senyuman termanis untuk Andra.


Mereka pun duduk di teras rumah sambil berbincang dan menikmati suasana malam yang suhunya tidak panas ataupun tidak dingin. Suasana di lingkungan itu memang agak sepi, berbeda dengan suasana rumah yang dulu ditinggali oleh Andra dan Mami Alicia di perumahan warga yang berdesak-desakan dengan ukuran rumah standar.


"Eh, itu bukannya mamanya Citra, ya?" tanya Mami Alicia yang memang mengenal Cindy.


"Iya, Mi. Dia sering datang ke rumah Citra," jawab Andra.


"Kamu harus hati-hati, loh!" Mami Alicia mengingatkan putra semata wayangnya.


***


Ada apa dengan mamanya Citra? Kenapa Mami Alicia memberikan peringatan kepada Andra? Bagaimana kelanjutan perjodohan Bram? Tunggu kelanjutannya ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.



__ADS_2