Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 78. Citra


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 78


Satu bulan kemudian ….


Andra dan Adelia mendatangi dokter kandungan. Setelah kejadian di rumah Citra, libido Andra semakin meningkat. Dia merasa kalau obat perangsang itu masih ada di dalam tubuhnya. Setiap hari dia harus menuntaskan hasratnya pada sang istri. Namun, mereka melakukan itu dengan hati-hati karena takut terjadi sesuatu kepada anak mereka.


Adelia merasa kalau anak mereka jadi semakin aktif bergerak. Bahkan saat dia tidur pun perutnya sering merasa ditendang-tendang oleh bayi mungil itu.


"Bagaimana, Dokter? Anak kami baik-baik saja, 'kan?" tanya Andra.


"Anak kalian baik-baik saja. Berat badan dan tingginya sudah sesuai dengan usia kandungan ibu Adelia," jawab Dokter Sandra.


Hati Adelia kini menjadi tenang, karena dia harus memenuhi keinginan sang suami setiap hari, tidak tahu waktu, mau itu pagi, siang, sore, atau malam. Setiap kali dia habis melakukan hubungan suami istri selalu takut terjadi sesuatu kepada bayinya.


Setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memastikan bayi mereka baik-baik saja. Pasangan suami istri itu pun pulang dengan senyum menghiasi wajah mereka.


Saat keduanya berjalan ke parkiran terlihat perempuan yang dikenal. Orang itu berjalan dengan cepat seakan sedang dikejar oleh sesuatu yang menakutkan.


"Bukannya itu Citra?" tanya Adelia kepada Andra sambil menunjuk ke arah perempuan yang masuk ke dalam ruang pendaftaran.


"Mau apa dia datang ke sini?" tanya Andra sambil membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Masa dia sedang hamil?" balas Adelia.


Keduanya pun terdiam dan saling pandang. Mereka ingat kalau dulu Citra juga diberi obat perangsang. 


"Aaaaaa!" Adelia dan Andra berteriak bersama.


"Dia melampiaskan hasratnya pada siapa?" Andra jadi penasaran.

__ADS_1


"Dengan siapa dia melakukan hal itu?" Adelia memegang kepalanya tidak terbayang laki-laki yang diajak tidur oleh rivalnya ini.


***


Citra mendatangi dokter kandungan yang direkomendasikan oleh kenalannya. Dia takut dari kejadian 'itu' menghasilkan buah dari benih yang dipaksa oleh dirinya.


"Usia kandungan Anda memasuki usia empat minggu. Karena ini kehamilan pertama dan masih dalam trisemester pertama, jadi harus hati-hati. Rawan keguguran jika terlalu banyak bekerja," kata Dokter Sarah kepada wanita yang sedang terbaring sambil memperhatikan layar monitor.


Hati Citra bercampur aduk saat ini. Sedih karena dia sedang mengandung benih bukan dari laki-laki yang dicintai olehnya. Terharu karena adanya kehidupan lain di dalam perut yang kini masih terlihat rata.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang?' Citra berpikir keras untuk langkah selanjutnya dalam menjalani hidupnya sekarang.


Mama Cindy di penjara akibat kejahatannya dan Papa Catur sibuk dengan usaha baru yang dia kembangkan. Tidak ada seorang pun yang bisa diajak berbagi cerita. Teman-temannya bukan tipe orang yang suka memberikan solusi atau membantu menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi. Akan tetapi, mereka malah senang membongkar aib temannya sendiri. Apalagi saat ini dia hamil di luar nikah. Bahan gunjingan yang enak untuk dijadikan sasaran.


'Sepertinya aku harus pergi ke luar negeri dan menetap di sana sampai melahirkan dan anak ini besar.' (Citra)


***


"Tunggu!" Abbas memanggil Citra yang hendak masuk ke dalam rumahnya.


"Ada apa?" tanya Citra ketus pada laki-laki yang sudah memasukan ibunya ke dalam penjara.


"Aku dengar dari Adelia kalau kamu mendatangi dokter kandungan tadi. Apa kamu sedang hamil?" tanya laki-laki yang selalu tenang pembawaannya.


Betapa terkejutnya Citra saat mengetahui kalau tetangga di depan rumahnya melihat dia mendatangi dokter kandungan tadi. Wanita itu sebenarnya sudah berusaha agar tidak ada yang melihat dirinya tadi.


"A-ku hanya menjenguk a-nak temanku yang sedang sakit," jawab Citra dengan gugup tanpa melihat ke arah Abbas.


Laki-laki itu menelisik ke arah wanita yang kini membalikan badannya. Saat tahu Citra hendak masuk ke dalam pintu rumah yang sudah terbuka, Abbas mencekal dengan menahan tangannya.


"Kamu sedang tidak bohong, 'kan?" tanya Abbas.


"Tentu saja tidak. Apa untungnya buat aku membohongi kamu. Kita tidak saling kenal dan punya hubungan baik, walau sebagai teman," tukas Citra membalikan badan karena Abbas menarik kedua bahunya.

__ADS_1


Kini kedua orang itu saling berdiri berhadapan. Mereka beradu pandang dan bergelut dengan pikiran masing-masing.


"Kamu yakin perbuatan kita satu bulan yang lalu tidak membuahkan hasil?" tanya Abbas dengan tatapan yang tidak lepas dari netra Citra.


"Ya. Aku tidak hamil. Kamu tenang saja, tidak perlu takut atau bertanggung jawab apa pun itu," jawab Citra dengan suara dan tatapan mata yang tegas.


"Aku sudah merenggut kesucian dirimu dan aku juga mengeluarkan benih di—" ucapan Abbas terpotong karena Citra menutup mulut laki-laki itu.


"Sudah aku bilang, kamu tidak perlu bertanggung jawab. Toh, aku yang memulai duluan. Jika, kondisi kamu tidak dalam keadaan lemas, pasti sudah menghajar aku atau melemparkan aku," ucap Citra.


"Sudahlah! Aku mau istirahat. Capek seharian bekerja," tambah wanita itu dan dengan cepat masuk ke dalam rumah lalu menguncinya.


"Citra! Citra!" teriak Abbas sambil menggedor pintu, tetapi wanita itu tidak membukakan untuknya.


Sementara itu, Citra menangis tergugu sambil memegang perutnya. Dia tidak mau kalau harus merusak masa depan orang lain yang bukan siapa-siapa baginya. 


Bukan Abbas yang memperkosa Citra. Justru wanita itu yang sudah memperkosa kakak Adelia. Itu karena saat hari terjadinya tragedi obat perangsang, dia yang sudah tidak tahan dengan reaksi obat itu, menarik tubuh Abbas yang hendak keluar dari rumahnya. 


Kondisi tubuh Abbas yang masih lemas karena efek obat tidur tidak bisa melawan serangan Citra yang bringas dan bertenaga besar. Bahkan posisi mereka itu, Abbas di bawah dan Citra di atas. 


Wanita itu benar-benar melampiaskan napsunya pada laki-laki yang hanya kenal sekilas, karena merupakan kakak dari saingannya. Permainan mereka dari awal sampai akhir di dalam kendali Citra. Mereka bercinta hampir 2 jam dan Abbas 3 atau 4 kali mengeluarkan benihnya di dalam rahim sang perempuan.


Seperti anak gadis yang menangis karena kehilangan keperawanan, begitu juga dengan Abbas yang kehilangan keperjakaannya oleh musuh adiknya. Janda kembang yang masih perawan, terkenal matre dan berkelakuan buruk. Laki-laki itu sangat kesal karena tenaga di dalam tubuh seakan hilang dan pasrah saat ada wanita menjamah dirinya. Melakukan perlawan pun sia-sia, karena tenaga wanita itu begitu kuat.


Citra merasa bersalah pada Abbas, beberapa hari setelahnya dia mencari identitas dan segala hal mengenai laki-laki itu. Ternyata dia sudah punya kekasih dan akan menikah setelah tunangannya itu selesai kuliah. Mana mungkin dirinya mau hidup dengan laki-laki yang cintanya sudah menjadi milik wanita lain. 


Pengalaman berumah tangga dengan Chandra yang sangat mencintai Bella, membuat hidupnya penuh dengan kepedihan. Tidak ada kebahagiaan sama sekali. Diabaikan, tidak dianggap, dan diingat sebagai wanita jahat yang sudah membuat hubungan dengan kekasihnya hancur.


***


Apakah Abbas akan tahu kehamilan Citra? Atau Citra memilih pergi? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.

__ADS_1



__ADS_2