Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 53. Kesejahteraan Andromeda Terancam


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 53


Citra berkeliling di wahana taman bermain mencari keberadaan Andra dan Adelia. Dia mendatangi tempat-tempat yang tadi sempat dikunjungi oleh pasangan itu.


"Ish, ke mana, sih, mereka?" Citra terlihat kesal. Dia yang sudah kelelahan berkeliling taman hiburan itu tidak bisa menemukan Andra. Tanpa dia ketahui kalau pasangan itu baru saja pulang.


Bella yang berhasil menemukan Citra mengikuti ke mana pun wanita itu pergi. Dia juga ikut mencari keberadaan Adelia dan Andra di setiap tempat yang dia datangi.


"Apa Adelia dan Andra sudah pulang dari sini?" tanya Bella pada dirinya sendiri.


Perempuan ini pun mengambil handphone dan menghubungi nomor Adelia. Dia melakukan sambungan panggilan langsung pada temannya ini.


"Halo, Adel. Kamu sedang di mana?"


^^^"Di perjalanan pulang menuju rumah. Ada apa?"^^^


"Tidak … tidak ada apa-apa, kok. Hanya ingin mendengar suara kamu saja. Sudah beberapa hari ini aku kepikiran kamu terus."


^^^"Bukannya kemarin kita baru saja bertemu?"^^^


'Benar juga. Aku ini bodoh sampai lupa itu!' (Bella)


"Benar. Tapi, aku ingin bertemu dengan kamu lagi."


^^^"Nanti malam kita bisa bertemu. Aku sudah ada di rumah."^^^


"Baiklah. Nanti malam aku main ke rumah kamu, ya!"


Bella pun pergi meninggalkan taman hiburan dan meninggalkan Citra yang masih berkeliling di sana. Dia membiarkan wanita itu terus berkeliling mencari orang yang sudah tidak ada di tempat itu.


Saat di parkiran dia bertemu dengan Bram dan memberi tahu kalau Adelia dan Andra sudah pulang ke rumah. Mereka pun kembali ke tempat kerja masing-masing dan nanti malam akan makan bersama.


***


Sesampainya di rumah, Adelia langsung mandi berendam dengan air dingin. Dia ingin menenangkan pikiran dan perasaannya. Tadi dia sangat marah kepada Andra yang sudah seenaknya saja membawa dia ke rumah hantu. Dia paling benci pergi ke tempat seperti itu.


"Adel," panggil Andra di balik pintu.

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari sang istri membuat laki-laki itu merasa cemas. Dia memaksa membuka pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.


"Adel, jawab aku!" teriak Andra sambil menggedor-gedor pintu.


Adelia masih tidak membalas panggilan suaminya. Ini semakin membuat Andra merasa bersalah karena Adelia sampai ketakutan seperti tadi.


Saat laki-laki itu kembali mengetuk dengan lebih keras, Adelia membuka pintu itu. Jadinya, kepalan tangan Andra menjitak kepala sang istri.


"Aaaa-kh, sakit!" Adelia mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Sayang, maaf. Maafkan aku! Aku tidak sengaja," ucap Andra sambil mencoba melihat kepala istrinya takut benjol karena terkena pukulan keras tadi.


Adelia yang semakin kesal dan marah pada Andra pun mendorong laki-laki itu dan pergi ke ruang walk in closed. Andra pun berjalan mengikuti ke mana pun perempuan itu pergi.


Ternyata keputusannya salah, kini sang istri sedang memakai baju dalam keadaan tanpa ada kain yang menutupi seluruh tubuhnya. Andra langsung bisa merasakan si Andromeda meronta bangun.


'Andromeda, kamu tidur lagi. Adel sedang marah dan kesejahteraan kita berdua sedang diuji kesabarannya.' (Andra)


Andra hanya diam mematung melihat Adelia yang memunggungi dirinya sedang memakai pakaian. Jika saja istrinya sedang tidak marah pasti dia akan langsung menerjang tubuh berbodi seksi ini. Namun, saat ini dia harus diam menahan diri.


Adelia tahu kalau sang suami sedang berdiri di belakang, tetapi dia mendiamkan. Wanita ini ingin memberi sedikit hukuman padanya.


'Pastinya si Andromeda bangun lihat tubuh aku ini. Biar tersiksa tidak bisa menyentuh aku.' (Adelia)


'Kasihan, tapi aku harus memberinya sedikit hukuman agar dia tidak begitu lagi sama aku kedepannya.' (Adelia)


"Sayang," panggil Andra dengan suaranya yang lirih, tetapi terdengar menggoda di telinga Adelia.


'Kenapa aku yang malah mulai tergoda olehnya.' (Adelia)


Wanita itu berjalan melalui suaminya dan pergi meninggalkan kamar menuju dapur untuk memasak buat makan malam. Andra pun mengekor seperti anak ayam mengikuti induknya ke mana pun dia pergi.


Biasanya laki-laki itu akan memeluk tubuh sang istri dari belakang jika sedang masak atau berdandan. Kali ini hanya bisa melihat saja tanpa memeluk.


'Kasihan banget dia.' (Adelia)


Saat Adelia hendak mencari wadah mangkuk kecil buat sambel, dia lupa meletakkannya di laci atas. Tempatnya yang terlalu tinggi membuatnya dia kesulitan dan harus menggunakan kursi untuk pijakan. Namun, ada tangan yang membantu mengambilnya.


Andra memanfaatkan momen ini untuk baikan dengan sang istri. Dia tahu kalau Adelia itu mudah luluh hatinya atas kebaikan dan perhatian dari orang lain.


"Ini. Apa ada yang kamu perlukan lagi?" tanya Andra pada Adelia.

__ADS_1


Posisi saat ini Andra mengungkung tubuh Adelia dan wajah mereka jaraknya tidak sampai lebih dari 10 centimeter. Bahkan keduanya bisa merasakan hembusan napas masing-masing.


"Te-rima ka-sih," balas Adelia dengan gugup.


"Minta tolonglah sama aku jika kamu tidak bisa," ucap Andra dengan lirih dan tatapan sendu.


"Hm," balas Adelia sambil mengangguk.


"Adel," panggil Andra dengan mesra dan wanita itu sangat menyukainya.


"Ya," balas Adelia. Kini kedua pasang netra itu saling menatap.


"Maafkan aku. Jangan lama-lama kamu menghukum aku dengan mengabaikan keberadaan aku seperti tadi," ucap Andra dengan mata yang sudah mulai mengembung. Dia merasa terlalu sakit sudah diabaikan oleh sang istri. 


'Baru saja beberapa jam rasa tersiksanya sudah seperti ini. Apalagi seharian, aku pasti tidak akan kuat.' (Andra)


Mendengar pengakuan Andra seperti itu membuat hati Adelia terenyuh. Dia pun memeluk tubuh suaminya dan menangis dalam dekapan laki-laki yang dicintainya ini.


"Jangan buat aku ketakutan lagi seperti tadi. Aku tidak suka," ucap Adelia dengan suaranya yang diiringi isak tangis.


"Iya. Aku janji tidak akan membuat kamu ketakutan seperti tadi lagi," balas Andra sambil mempererat pelukannya.


Jika ada masalah dalam hubungan suami istri, jangan malu untuk meminta maaf duluan. Terutama jika kita yang memulainya. Itulah yang sedang Andra terapkan saat ini. Kadang dengan adanya masalah di dalam kehidupan rumah tangga itu malah bisa memupuk perasaan kita dengan pasangan menjadi lebih kuat lagi.


Kini keduanya sudah berbaikan kembali. Andra sudah bisa memeluk Adelia dari belakang seperti biasa dia lakukan jika sang istri sedang memasak. Mereka juga bersama menyiapkan perlengkapan untuk makan. Andra membuat jus tomat dan menata piring di meja. Setelah itu mereka menunggu kedatangan Bella dan Bram untuk makan bersama.


***


Bagaimana acara makan malam Andra- Adelia bersama pasangan Bram-Bella? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.


Irwansyah adalah suami dari Rela Ambarita, anak didik dari ayah Azizah. Dia seorang penyayang dan penyabar. Rumah tangganya yang harmonis jadi hancur, saat dia minta izin untuk menikahi Azizah atas permintaan gurunya. Azizah, seorang guru PAUD dan guru mengaji, harus kehilangan rahimnya karena menderita kanker rahim. Tunangannya meninggalkan dia, setelah tahu tidak akan bisa memberikan keturunan.


Mama Fatonah yang merupakan ibu kandung Irwansyah menolak keras permintaan putranya itu.


Kebaikan hati Rela, memberikan izin pada Irwansyah untuk menikahi Azizah setelah mengetahui kisah pilu hidup gadis sholeha itu.


Tekanan batin Rela dan Azizah rasakan saat mulai kedatangan Tante Rose di rumah mereka, yang suka mengadu domba dan menyebarkan gosip.


Akankah kehidupan rumah tangga mereka bahagia di tengah-tengah gunjingan para tetangga?

__ADS_1


Apakah Irwansyah akan mempertahankan keduanya atau melepas salah satunya?



__ADS_2