
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 39
Hanya untuk memastikan perasaan Adelia saat ini, maka dia menemui saudara kembarnya. Kenapa semua orang bilang kalau dirinya sudah jatuh cinta kepada Andra? Sementara dia sendiri tidak merasa sudah jatuh cinta kepada laki-laki itu. Hanya saja dia merasa kalau bersama dengan sang suami merasa tenang.
'Abbas 'kan pintar orangnya, pasti akan tahu perasaan aku saat ini.' (Adelia)
Kini perempuan itu sudah sampai di rumah kedua orang tua yang sudah membesarkan dan mendidiknya. Tempat yang memberikan sejuta kenangan indah saat tinggal di sana. Adelia berjalan menuju ke lantai 2 di mana terletak kamar saudara laki-laki dia. Ruangan yang paling pojok di samping kamar tidur miliknya dulu.
"Abbas!" Perempuan itu seenaknya sendiri membuka pintu kamar laki-laki.
Adelia masuk tanpa permisi karena sudah menjadi kebiasaan dia sejak dulu. Dilihatnya laki-laki itu sedang membaca buku sambil tiduran di kasur.
Abbas langsung menoleh begitu mendengar suara perempuan yang tidak lain adalah kembarannya. Senyum lebar pun tercipta dari wajah dia.
"Adel, ada apa?" tanya Abbas sambil beranjak dari atas ranjang, kemudian berjalan menuju ke perempuan yang kini sedang merentangkan kedua tangannya. Hal biasa jika mereka bertemu pasti berpelukan.
"Aku mau tanya sesuatu. Kamu harus menjawabnya dengan benar, karena kamu adalah orang paling pintar yang pernah aku kenal," jawab Adelia.
Abbas menjadi penasaran apa yang ingin diketahui oleh sang Adik ini. Biasanya itu hal yang menurut dia sesuatu yang simple, tetapi Adelia selalu menganggapnya rumit dan sulit.
"Memangnya apa yang mau kamu tanyakan?" tanya Abbas sambil mengurai pelukannya.
__ADS_1
"Kata orang aku sudah jatuh cinta pada Andra. Apa, benar?" tanya Adelia dengan memasang wajah cemberut.
Mendapatkan pertanyaan dari kembarannya ini, membuat Abbas ingin membuka isi kepala sang adik. Mana mungkin perasaannya sendiri tidak tahu, malah menanyakan kepada orang lain, yang jelas-jelas tidak merasakan apa yang sedang dia rasakan saat ini.
Akan tetapi, Abbas harus memutar otaknya agar Adelia mengetahui dan paham dengan perasaannya sendiri saat ini. Abbas sejak dulu selalu berharap kalau kembarannya ini tidak terlalu bodoh dalam banyak hal.
"Adel, jika ada seorang wanita yang dekat-dekat sama Andra atau menyentuh suamimu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Abbas.
"Ya, tentu saja aku marahi dia! Ngapain sentuh-sentuh suami orang," jawab Adelia dengan memasang wajah kesal.
Abbas pun tersenyum, dia tahu kalau Adelia sudah ada rasa kepada suaminya. Hanya saja perempuan itu masih terbelenggu oleh bayangan masa lalu.
"Jika Citra mengajak Andra pergi berduaan saja, apa kamu akan mengizinkannya?"
Adelia melotot sambil bertolak pinggang. Dia tidak suka dengan ucapan kembarannya itu.
"Kalau begitu kamu sudah punya perasaan suka terhadap Andra. Dan kamu akan merasa cemburu jika suamimu dekat dengan perempuan lain," ucap Abbas dengan serius.
melihat tatapan mata kembarannya seperti itu Adelia terdiam.
Dia merasa kalau tidak cinta terhadap Andra, tetapi kenapa orang bilang kalau dia sudah cinta pada suaminya itu. Adelia marah jadi bingung sendiri.
"Jadi, aku cinta sama Andra?" tanya Adelia.
"Ya, aku rasa begitu," jawab Abbas.
__ADS_1
"Tapi, kenapa cinta yang aku rasakan kepada Bram dan kepada Andra berbeda?" Adelia kembali bertanya.
"Apa kamu tahu apa itu cinta dan sayang?" tanya Andra.
"Ya, tentu saja. Aku sayang sama kamu dan cinta sama Bram," jawab Adelia.
"Dengar aku, Adel." Abbas memegang kedua bahu kembaranya itu.
"Banyak orang yang kesulitan membedakan rasa sayang dan cinta. Hal ini karena keduanya memiliki pemaknaan yang hampir sama. Meskipun demikian, rasa sayang dan cinta ternyata dapat dibedakan berdasarkan sifatnya," lanjut Abbas. Adelia pun mengangguk.
"Sayang itu memiliki beberapa pengertian di antaranya kasihan, terasa, dan merasa sayang akan sesuatu. Hal ini bisa diartikan bahwa rasa sayang adalah memberi yang terbaik untuk orang lain, baik itu membahagiakan, dan tidak merebut kebahagiaan orang lain," jelas Abbas dan Adelia malah melongo. Otak dia yang ukurannya lebih kecil dari Abbas harus berpikir keras memahami ucapan kembaranya itu. Meski pemuda itu sudah menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
"Rasa sayang merupakan perasaan yang cenderung memberi sepenuhnya tanpa mengharapkan balasan. Artinya perasaan itu tulus dan ikhlas di dalam diri seseorang. Rasa sayang juga dapat diartikan sebagai perasaan lembut, perasaan suka, atau peduli," ucap Abbas lupa kalau yang sedang diajak bicaranya saat ini adalah Adelia.
"Stop, Abbas! Kepala aku sakit mendengar ceramah kamu," balas Adelia sambil memegang kepalanya.
Abbas meminta maaf dan merasa bersalah pada kembarannya ini. Seharusnya dia tidak menjelaskan secara panjang begitu.
"Jika kamu merasa cemburu saat melihat Andra didekati oleh wanita lain, berarti kamu sudah cinta sama dia," tukas Abbas. Adelia malah mengedipkan kedua matanya beberapa kali.
***
Akankah Adelia menyadari perasaannya kali ini? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1