
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 43
Setelah mandi bersama Andra dan Adelia pun memutuskan untuk pergi makan malam romantis di luar. Pasangan suami istri yang sedang dilanda mabuk asmara, merasa kalau dunia saat ini milik mereka berdua. Apa yang dilihat oleh mata terasa indah dan apa yang terdengar oleh telinga terasa syahdu.
Genggaman tangan mereka tidak pernah lepas sejak turun dari mobil. Tatapan mata berbinar yang memancarkan rasa saling tertarik dan kagum dapat terlihat jelas dari keduanya. Senyum lebar dan pipi merona bisa dilihat dari wajah Adelia dan Andra.
Adelia berdandan cantik malam ini dan menggunakan dres yang indah dan senada dengan baju yang dipakai oleh Andra. Mereka memilih pakaian dengan warna navy. Warna kesukaan Andra, berbeda dengan Adelia yang sangat menyukai warna pink.
Mami Alicia mengirimkan pesan tadi agar keduanya datang ke Hotel Alexander. Wanita paruh baya itu sudah memesan kamar hotel terbaik di sana dan juga sudah mem-booking restoran yang terkenal sangat enak masakan kokinya.
Mami Alicia sudah meminta kepada pihak hotel untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pasangan pengantin baru. Tentu saja uang yang dia keluarkan pun tidak sedikit.
__ADS_1
Ruang privasi yang sudah dihias dengan lampu berwarna-warni dan juga bunga. Membuat kedua orang itu merasa di dunia lain belum lagi makanan yang terhidang di sana begitu sangat menggugah selera, sehingga mereka ingin menghabiskan semua makanan yang sudah disajikan.
"Sayang, Aaaa~" Andra menyuapi Adelia dan tentu saja sang istri menyambutnya dengan gembira.
"Enak?" tanya laki-laki yang menatap Adelia dengan intens.
Adelia mengacungkan kedua jempolnya, lalu giliran dia menyuapi Andra. Keduanya pun saling menyuapi dan sesekali bercanda.
"Sayang, Aaaa~" Andra mengarahkan sendok ke mulut Adelia, tetapi begitu perempuan itu membuka mulutnya, Andra malah memasukkan makanan itu ke mulutnya sendiri. Tentu saja ini membuat Adelia kesal dan memberengut.
Andra tertawa terkekeh, lalu dia pun mengambil satu sendok makanan lagi dan menyuapinya pada Adelia. Begitulah mereka menghabiskan waktu makan malam bersama.
Saat menjelang tengah malam keduanya memasuki sebuah kamar yang sudah disiapkan oleh pihak hotel. Kamar yang begitu luas dan sangat indah dihiasi dengan bunga mawar dan lilin aroma terapi. Melihat banyak sekali bunga mawar merah yang bertaburan di atas tempat tidur yang dibentuk 'hati' membuat Adelia senang. Dia mengambil dua genggam kelopak mawar merah itu dan dilemparkan ke atas, sehingga jatuh layaknya hujan mawar yang menerpa dirinya.
"Andra. Hujan mawar!" Tawa renyah Adelia memecah keheningan di kamar itu.
__ADS_1
Andra diam-diam memotret kegiatan Adelia yang saat itu terlihat sangat cantik sekali di matanya. Lalu, dia pun ikut bergabung duduk di atas tempat tidur dan ikut memainkan kelopak mawar merah bersama sang istri.
"Sayang, apa kamu bahagia?" tanya Andra dengan berbisik.
"Iya, aku sangat bahagia, Suamiku tercinta~" balas Adelia dengan suara manja menggoda. Tidak lupa senyum cantik dan
mata berkedip genit terlihat menghiasi wajahnya.
"Apa kamu sudah siap untuk membuat bayi?" tanya Andra dengan serius.
***
Jawaban apa yang akan diberikan oleh Adelia? Apakah malam ini mereka benar-benar akan melakukan malam pertama? Atau malah gagal total? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1