Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 25. Kesepakatan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 25


Adelia berbagi ranjang dengan Andra, keduanya tidak mau mengalah karena ingin mendapatkan tempat yang lebih luas. Mereka saling dorong dan berebut guling.


"Geser sedikit, dong!" ujar Adelia sambil mendorong tubuh suaminya.


"Tidak mau kamu yang geser ke sana," balas Andra bersikukuh tidak mau menggeser sedikit pun badannya memeluk erat guling.


Adelia yang kesal akan kelakuan suaminya, menjadikan Andra sebagai ganti gulingnya. Dia melingkarkan tangannya ke dada Andra dan kakinya melempar di bagian pinggang. Tentu saja ini membuat jantung Andra bertalu-talu karena dada Adelia yang besar menekan punggungnya. 


'Ya Tuhan, apa ini? Empuk sekali dada milik Adel. (Andra)


'Rasakan pembalasanku kamu tidak akan bisa bergerak bebas!' (Adelia)


 Adelia tertawa dalam hatinya karena merasa sudah memberikan pembalasan kepada Andra. Dia tidak tahu kalau perbuatannya ini malah membuat suaminya senang.


Andra membiarkan Adelia berbuat semaunya sendiri, karena dia juga menyukai apa yang sudah diperbuat oleh sang istri. Tubuh dia semakin menegang dan terasa panas ketika Adelia semakin memeluk erat dirinya.


'Apa yang harus aku lakukan saat ini? Apa aku harus berbalik dan memeluk tubuh Adel.' (Andra)


Beberapa menit kemudian, Andra mendengar napas Adelia sudah teratur. Ini menandakan kalau istrinya itu sudah tidur dengan lelap. Maka dia pun membalikan badan dan memeluk tubuh wanita ini dengan mesra. Laki-laki itu juga meletakkan kepala Adelia di dadanya.


"Selamat tidur, Sayang. Semoga mimpi yang indah dan segera lupakan, mantan kekasihmu itu," Andra kemudian dia mencium kening dan kedua kelopak mata milik Adelia.

__ADS_1


Akan tetapi, saat netranya melihat ke arah bibir ranum berwarna merah milik Adelia yang selalu terlihat menggoda di matanya, membuat Andra mencium bibir itu dengan kecupan-kecupan ringan. Ternyata ini tidak membuatnya puas. Ciuman dia menjalar ke seluruh wajah milik Adelia dan jenjang leher milik istrinya itu. Ternyata ini malah menyiksa Andra, karena hal itu memancing rasa gairah dia saat ini. Namun, sesuai perjanjian mereka dahulu, lelaki itu tidak bisa seenaknya saja menyentuh tubuh Adelia tanpa persetujuannya.


'Sepertinya aku harus pergi ke kamar mandi untuk menenangkan si Andromeda.' (Andra)


***


Setelah semalam tidak bisa tidur, pagi-pagi sekali Andra sudah membuat sarapan untuk Adelia dan kedua mertuanya. Dia mau buat nasi goreng sederhana yang hanya menggunakan campuran telur dan suwiran daging ayam. Sementara itu, untuk sang istri dia membuatkan bubur bayi kesukaannya.


"Wah, Andra pandai sekali memasak, ya?" puji Mama Alia ketika melihat sang menantu sedang menata nasi goreng di atas meja makan.


"Tapi hasilnya tidak seenak masakan buatan Adel, Ma," ucap Andra sambil tersenyum tipis.


"Meski begitu kamu adalah suami yang perhatian dan bertanggung jawab. Hal itu yang lebih utama yang bisa membuat seorang istri bahagia," balas ibu mertuanya diiringi senyum tulus dan bahagia.


Papa Adam dan Adelia baru turun ketika waktu sarapan akan dimulai. Melihat ada nasi goreng di atas meja membuat Adelia ingin memakan itu juga.


"Sayang, nasi goreng ini rasanya agak pedas. Nanti sakit kamu malah bertambah parah, loh!" ucap Andra saat sang istri hendak mengambil nasi goreng miliknya.


"Adel, kamu sarapan dulu. Akan aku buatkan nasi goreng yang baru dan rasanya tidak pedas, apa mau?" bujuk rayu Andra agar istrinya mau sarapan dan minum obat agar cepat sembuh.


Adelia yang marah, kini sedang tidur menelungkup di atas ranjang. Perempuan itu menyembunyikan wajahnya sambil memeluk guling. Andra yang merayu pun tidak dia dengarkan karena hatinya masih merasa sangat sakit ketika dilarang mengambil nasi goreng tadi.


"Adel, Sayang … Cintaku. Ayo, sarapan dulu! Biar kamu cepat sembuh. Nanti aku akan mengajak kamu jalan-jalan," rayu Andra layaknya merayu anak kecil yang berusia 5 tahun.


Mendengar kata 'jalan-jalan' membuat tubuh Adelia bergerak. Dia pun membalikan badan dan menatap ke arah sang suami. Senyum manis pun langsung tercipta di wajah Adelia.


"Bener, ya? Nanti kalau aku sudah sembuh kamu harus mengajak aku jalan-jalan ke tempat yang aku mau." Adelia menginginkan kepastian terlebih dahulu dari Andra. Dia tidak mau nantinya dibohongi.

__ADS_1


Setelah kesepakatan antara dirinya dan Andra sudah tercapai. Bahkan Andra juga disuruh untuk mengucapkan ikrar janji akan mengajaknya jalan-jalan. Maka, Adelia pun bersedia sarapan dengan bubur bayi yang sudah dibuatkan oleh suaminya tadi.


***


Bram sedang membuat sarapan dibantu oleh Bella. Selama ini perempuan itu banyak belajar memasak dari suaminya. Meski hanya masakan yang sederhana sudah bisa dibuat oleh Bella.


"Setelah memasukkan semua bahan sayurannya apalagi yang harus aku lakukan?" tanya Bella sambil memasukkan potongan-potongan sayur dari hasil kerjanya tadi.


"Biarkan sampai mendidih lalu matikan," jawab Bram sambil membereskan peralatan makan yang akan digunakan.


Hubungan Bram dan Bella selama ini baik-baik saja, bahkan laki-laki itu tahu kalau istrinya sudah bertemu dengan mantan kekasihnya. Mereka semalam sudah membicarakan masalah kejadian di hotel dulu. Dia juga akan menceraikan Bella jika kedua orang tua mereka merestui keputusan itu. Bram tidak ingin membuat Bella bersedih, dia berharap kalau perempuan itu bisa hidup bahagia nantinya. Bagaimanapun juga Bella dan Chandra masih saling mencintai.


"Apa setelah ini kamu dan Candra akan mendatangi kedua orang tuamu dan memberitahu apa yang sudah terjadi dulu?" tanya Bram ketika mereka selesai sarapan.


"Semalam aku sudah menghubungi mama dan papa dan mereka setuju untuk berbicara dengan kita tetapi mereka juga ingin kamu ikut hadir dalam pembicaraan kita nanti," jawab Bella sambil menatap ke arah suaminya.


"Hari kemarin aku sudah tidak masuk kerja, jika hari ini aku tidak masuk kerja lagi, aku merasa tidak enak sama papa," ujar Bram dengan suara bariton.


"Aku rasa tidak apa-apa, karena papa juga tahu," balas Bella setelah meminum jus buatan suaminya.


"Baiklah kalau begitu," sahut laki-laki yang kini sedang mengusap bibir istrinya karena belepotan dengan sisa air jus.


"Lalu, apa kamu nanti akan kembali bersama dengan Adelia?" tanya Bella sambil memegang tangan Bram.


***


Jawaban apa yang akan diberikan oleh Bram? Apakah dia dan Adelia akan bersama kembali? Ataukah tidak? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.



__ADS_2