
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 28
"Aku dan Bram berencana berpisah. Aku dan Chandra masih saling mencintai. Bram juga masih mencintai kamu. Kita akan menggapai kebahagiaan bersama-sama. Adel, apa kamu mau kembali pada Bram jika kami berpisah?" tanya Bella.
Adelia terdiam, dalam hati kecilnya dia memang masih mencintai Bram. Akan tetapi, dia tidak mau kalau hubungan dengan Andra nanti menjadi buruk karena perceraian mereka. Selain itu, orang tuanya juga pasti akan marah kepada dia jika sampai terjadi perceraian di antara mereka dengan alasan yang tidak jelas. Sebab, selama ini Andra selalu berbuat baik kepada dia dan keluarganya.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas aku masih mencintai Bram," balas Adelia sambil menunduk.
Bella paham apa yang sedang dirasakan oleh Adelia saat ini, karena dirinya juga dalam posisi itu. Dia sangat mencintai Chandra, akan tetapi orang tuanya tidak menginginkan dia bercerai dengan Bram. Mereka menyuruh untuk saling membuka hati satu sama lain dan belajar saling mencintai.
"Aku juga seperti itu. Saat ini aku dan Bram sudah menjalin hubungan dengan baik. Akan tetapi, kebahagiaanku bersama Chandra dan kebahagiaan Bram bersama dengan dirimu," ujar Bella memberitahu keadaan mereka bertiga saat ini.
Suasana kafe saat ini sedang sepi membuat para pegawai di sana memperhatikan kedua wanita ini. Mereka sedang bertanya-tanya akan hubungan keduanya.
"Katanya perempuan itu yang dulu tidur bersama dengan Bram," bisik salah seorang pegawai kepada rekan kerjanya yang lain.
"Tapi kenapa mereka terlihat tidak sedang bertengkar, ya?" balas pegawai yang lainnya dengan berbisik.
"Aku dengar barusan perempuan itu meminta si Bos untuk kembali menjalin hubungan dengan Bram, karena wanita itu masih mencintai laki-laki yang bernama Chandra," lanjut pegawai yang baru datang.
"Sepertinya mereka dulu sedang dalam keadaan khilaf saat berselingkuh. Dan sekarang mereka ingin kembali lagi ke pasangan masing-masing."
Para pegawai itu malah asyik bergosip tentang kisah percintaan Bos mereka sendiri. Orang-orang itu hanya mendengar sebagian cerita saja dan langsung menyimpulkan seenaknya sendiri.
__ADS_1
Kembali di mana Adelia dan Bella sedang berbicara. Keduanya akan membicarakan kembali hal ini nanti bersama dengan pasangan mereka. Agar bisa mengambil jalan terbaik bagi semua orang.
"Aku berharap kalau Andra bisa bijaksana dalam menyelesaikan masalah ini," kata Bella. Keduanya pun berpisah setelah hampir 2 jam berbicara.
***
Ternyata hal yang sama dilakukan oleh Bram dan Andra. Kedua laki-laki itu bertemu setelah pulang kerja. Mereka memilih tempat pertemuan di taman kota, di saat orang-orang sedang menikmati waktu bersama keluarganya di sore hari.
"Apa yang ingin kamu katakan kepadaku?" tanya Andra sambil melihat ke arah sekelompok anak muda yang sedang bermain basket di lapangan sebelah taman.
"Ini tentang pembicaraan kita kemarin. Aku, Citra, dan Chandra memutuskan untuk berpisah dengan pasangan kita masing-masing. Bukannya Citra itu mantan kekasih kamu?" balas Bram sambil melihat ke arah Andra yang tidak melihat ke arah dirinya.
Mendengar ucapan Bram barusan, Andra langsung mengalihkan perhatiannya kepada laki-laki mantan kekasih Adelia. Dia paling tidak suka jika ada orang luar ikut campur urusan rumah tangganya. Selain itu, dia tidak pernah berpikir akan adanya perceraian dalam pernikahan mereka.
"Sudah aku katakan sebelumnya kepada kamu, kalau aku dan Adelia tidak akan pernah bercerai. Terserah kalau kalian memutuskan untuk berpisah, tapi jangan harap aku akan melepaskan Adelia. Mengenai Citra, aku sama sekali tidak peduli. Aku dan dia sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Hubungan kami sudah berakhir sejak lama," jelas Andra dengan memasang wajah masam dan nada suara yang tinggi.
Bram tahu kalau Andra saat ini sudah mulai mencintai Adelia. Hal ini yang membuat laki-laki itu tidak mau melepaskan istrinya. Berbeda jika dia tidak memiliki perasaan khusus kepada perempuan itu, maka semua akan berakhir dengan cara baik-baik.
"Bagaimana kalau Adelia yang meminta bercerai darimu, karena ingin kembali kepadaku?" tanya Bram.
Andra yang terpancing emosinya langsung menarik ke arah baju Bram. Bahkan dia mengangkat tubuh Bram sampai berdiri.
"Dengarkan kata-kataku ini! Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskan Adelia selamanya!" bentak Andra sambil mendorong tubuh Bram. Lalu dia pun pergi meninggalkan tetangganya itu dengan penuh emosi.
'Aku bukanlah orang bodoh yang mau melepaskan batu berlian dengan batu di pinggir jalan yang kotor.' (Andra)
***
__ADS_1
Andra pulang ke rumah, dia langsung mencari keberadaan Adelia. Istrinya itu tidak ada di kamar tidur maupun di kamar mandi.
"Adel! Kamu di mana?" Andra berlari mengelilingi rumah mencari keberadaan istrinya.
Akan tetapi, sosok wanita itu tidak ada di mana pun. Andra langsung mengambil handphone miliknya dan menghubungi nomor milik Adelia. Sudah tiga panggilan dia tidak diangkat oleh perempuan itu. Hal ini malah membuat dia semakin gusar dan cemas.
"Adel, kamu di mana? Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu. Apapun yang terjadi, mesti kamu menangis darah sekalipun," ucap Andra.
Ketika laki-laki itu pergi ke halaman belakang, terlihat perempuan yang dia khawatirkan, sedang bernyanyi riang sambil memetik beberapa jenis bumbu untuk memasak. Senyumnya langsung terukir di wajah Andra. Dia pun berlari dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Aku mencarimu sejak tadi. Kenapa kamu tidak menyahut panggilanku?" tanya Andra mempererat pelukannya.
Awalnya Adelia sangat terkejut saat Andra tiba-tiba saja memeluknya. Dia juga tadi mencari keberadaan suaminya ini, karena belum pulang juga meski hari sudah sore. Dia tidak tahu kalau laki-laki itu akan pulang terlambat.
"Kenapa kamu pulang terlambat?" Adelia balik bertanya kepada Andra.
"Aku bertemu dahulu dengan Bram," jawab Andra jujur.
"Untuk apa kamu bertemu dengannya? Kalian tidak berkelahi lagi, 'kan?" tanya Adelia sambil mau balikan badannya dan menelisik sorot mata suaminya.
Bukannya membalas pertanyaan Adelia. Andra beramalah memeluk erat tubuh sang istri.
"Aku mencintaimu, Adelia," bisik Andra dengan lembut dan mesra. Hal ini sukses membuat Adelia terkejut sampai menjatuhkan hasil panennya.
***
Apa yang akan dikatakan oleh Adelia sebagai jawaban dari ungkapan perasaan Andra? apakah dia akan menerima atau akan menolaknya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.