
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 23
"Mama dan Papa sangat khawatir, loh. Katanya mereka akan datang ke sini," ujar Abbas.
"Apa?" Andra dan Adelia terkejut.
Adelia dan Andra saling melirik. Mereka bicara melalui tatapan mata.
'Bagaimana ini?' (Andra)
'Kita harus main drama lagi.' (Adelia)
'Oke.' (Andra)
'Serahkan saja kepadaku.' (Adelia)
Abbas membawakan bubur bayi instan dua dus dengan rasa yang berbeda, biar Adelia tidak bosan dengan rasanya. Pemuda ini juga membawakan buah-buahan kesukaan Adelia. Dia tahu kalau adiknya ini akan sulit makan nasi jika sedang sakit.
"Adel minum obat dulu!" titah Andra sambil memegang botol obat sirup rasa strawberry.
"Kamu masih minta obat sirup kepada dokter?" tanya Abbas melihat ke arah adik kembarnya ini.
__ADS_1
Adelia hanya bisa menyeringai lebar karena masih tidak bisa minum obat tablet, kaplet, apalagi kapsul. Biasanya Mama Alia atau Papa Adam yang akan menumbuk obat agar menjadi puyer, jika Adelia sedang sakit.
Abbas berada di rumah Adelia sampai sore hari. Dia juga menyuruh Bram agar segera pulang. Sebab, kedua orang tuanya akan segera datang.
"Aku tidak ingin kamu kesusahan nantinya. Jangan sampai kedua orang tuaku menilai buruk kepada kamu," kata Abbas kepada Bram.
Andra dalam hati bersorak senang karena kakak iparnya itu memahami keinginannya saat ini tanpa perlu dia beri tahu. Dia merasa tidak leluasa saat mau menggoda Adelia.
'Sana pulang! Dan jangan ganggu aku dan Adel. Padahal tadi aku nyaris bisa memancing gairah Adel.' (Andra)
'Aku harus bisa meyakinkan kedua orang tua Adel, kalau aku dan dia masih saling mencintai. Aku harus mengumpulkan bukti kalau hari itu aku benar-benar dijebak oleh seseorang.' (Bram)
***
"Mama, kenapa meminta dirawat di ruang kelas mewah seperti ini?" Citra melihat ke arah Cindy, mamanya.
"Mama akan malu kalau di tempatkan kelas VIP yang biasa. Apa kata orang yang datang menjenguk nanti?" Cindy tidak suka jika putrinya itu memprotes segala yang dia lakukan. Padahal menurut dirinya, dia melakukan hal itu demi putri dan keluarganya.
"Apa Mama tahu, kalau Mami Cintya dan Papi Charlie memprotes pengeluaran yang sudah aku gunakan. Aku baru saja menikah satu bulan lebih, tetapi pengeluaran yang sudah dipakai mencapai hampir 3 miliar," balas Citra dengan kesal. Tadi dia kena omel ibu mertuanya karena dianggap sudah boros. Padahal dua per tiga pengeluaran itu dipakai oleh mamanya.
"Itukan hak kamu menggunakan uang milik Chandra. Kenapa mereka yang sewot," ujar Mama Cindy tidak terima.
Citra hanya menghela napasnya. Dia bingung harus dengan cara apalagi menasehati mamanya. Dirinya juga suka beli barang mewah dan jalan-jalan bersama teman-teman baru dari kalangan sosialita kelas atas. Dia dikasih uang jajan oleh Chandra sebesar 200 juta dan itu hanya cukup untuk 5-6 hari. Untuk memenuhi keinginan mamanya dia merengek minta black card milik Chandra dengan ancaman. Ternyata gara-gara itu, kedua mertuanya mengetahui dan balik mengancam padanya. Jika dia masih boros, maka akan dibekukan semua rekening miliknya dan juga milik Chandra.
"Aku sudah tidak kuat lagi hidup dalam pengawasan mereka, Mama," ucap Citra dengan mata yang sendu.
__ADS_1
Gadis ini merindukan saat-saat kehidupan dia tanpa adanya kekangan dari orang lain. Biasanya Citra yang selalu mengatur saat menjalin hubungan dengan Andra dulu. Meski laki-laki itu miskin, tetapi tulus mencintai dirinya. Ibunya Andra juga sayang kepada Citra dan sering memanjakan dia. Apapun yang diinginkan selalu didukung olehnya.
'Aku rindu dengan Andra.' (Citra)
"Kenapa kamu menangis? Anggap saja mereka mengawasi kamu demi menjaga dirimu. Seharusnya sekarang kamu itu selalu tersenyum bahagia. Kini kita bisa beli apapun yang kita mau. Tidak akan ada lagi yang menghina keluarga kita. Siapa yang berani mengusik kita sekarang? Tidak ada. Mereka tahu kalau sekarang kita ini bagian dari keluarga Atmajaya," cerocos Mama Cindy.
"Mama yang bahagia, sedangkan aku tidak. Aku sudah mengorbankan perasaan cinta aku kepada Andra demi bisa mendapatkan Chandra," balas Citra dengan air mata yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.
"Bukannya kamu dulu yang setuju untuk menjebak Bella agar putus tali pertunangannya dengan Chandra," ujar Mama Cindy gusar.
"Itu ide dari Mama. Aku maunya menyuruh Andra mencari kerja di tempat lain yang bisa memberi uang gaji yang besar," tukas Citra sambil menghapus air matanya.
"Mau sampai kapan dia akan punya uang banyak. Sampai kamu nenek-nenek pun, dia akan hidup miskin," sindir Mama Cindy.
"Sudah bagus menjebak Bella tidur dengan laki-laki lain. Dan menjebak Chandra tidur dengan kamu. Toh, kamu masih perawan. Tidak ada ruginya," tambah Mama Cindy. Dia tahu kalau sampai sekarang pun Citra belum pernah tidur bersama Chandra. Namun, dia masa bodo dengan itu. Baginya yang penting adalah uang terus masuk ke rekeningnya.
Citra dan Chandra hanya tidur tanpa memakai busana saja. Mereka tidak sampai melakukan hubungan badan. Semua itu adalah ide dari ibunya untuk menjerat laki-laki kaya.
***
Apakah Chandra akan tahu kebusukan dari istri dan ibu? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh. Cus kepoin novelnya.
__ADS_1