
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 30
Seperti biasa pagi hari Adelia dan Andra selalu berlari mengelilingi komplek perumahan. Kegiatan rutin mereka sehari-hari sudah diketahui oleh warga di sana. Begitu juga dengan Bram, laki-laki itu sengaja lari pagi di waktu yang sama dengan pasangan itu. Andra yang tahu modus dari Bram, agar bisa bertemu dengan Adelia. Namun, laki-laki itu tidak mau kalah dengan mantan kekasih istrinya.
"Sayang, ayo, cepat! Kita belum membuat sarapan. Kamu mau dibuatkan apa pagi ini?" tanya Andra dengan mesra.
Adelia yang tahu maksud dari Andra hanya tersenyum manis. Dia tidak mau melukai perasaan Bram saat ini.
"Biar aku saja yang membuat sarapan pagi ini. Bukannya, Suamiku ini harus berangkat pagi-pagi untuk menyiapkan pekerjaan di kantor," balas Adelia sambil menggandeng tangan Andra dan mempercepat lari mereka.
Bram hanya tersenyum tipis dan menatap sendu pada pasangan itu. Iya tahu kalau Adelia sedang menjaga perasaannya.
Andra merasa kalau Adelia masih memberikan perhatian kepada Bram. Tentu saja dia tidak suka dengan hal ini.
"Sepertinya kamu masih begitu perhatian kepada Bram," kata Andra yang sedang cemburu.
__ADS_1
Adelia kurang suka dengan ucapan suaminya ini. Dia melakukan itu agar Andra dan Bram tidak berselisih lagi. Perempuan itu langsung menangkup wajah laki-laki itu.
"Justru aku tidak ingin kamu berkelahi dengan Bram. Apalagi tadi kalian sedang berada di luar rumah dan para tetangga bisa melihat jika terjadi perkelahian atau cekcok. Aku tidak ingin kalian mendapat nilai buruk dari para tetangga di sini," jelas Adelia.
Andra pun berdiam mendengar pengakuan istrinya barusan. Dia tidak berpikir sampai ke arah sana, tadi. Jika hal itu benar terjadi, pasti dia akan malu saat bertemu dengan para tetangga nanti.
Andra pun mengusap kepala Adelia dan mencium kening dan bibirnya. "Terima kasih, Sayang. Kamu adalah istri yang sangat perhatian," kata laki-laki berjas hitam.
Adelia pun tersenyum tipis. Dia tahu kalau suaminya bukanlah orang bodoh yang tidak berpikiran panjang.
"Aku harap kamu tidak memberikan perhatian lebih kepada mantan kekasihmu itu," ucap Andra mengingatkan Adelia.
Mata Adelia membulat saat mendengar ucapan Andra barusan. 'Hamil! Bagaimana kalau aku hamil dan punya bayi?'
"Sepertinya kamu setuju kalau secepatnya punya bayi," bisik Andra dan Adelia hanya menelan ludahnya.
***
Chandra sudah mendaftarkan gugatan cerainya ke kantor urusan sipil. Dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan perempuan itu. Bahkan orang tuanya yang sedang pergi ke luar negeri pun langsung pulang begitu tahu dia masuk rumah sakit. Mereka juga mendukung tindakan ini setelah tahu akan kejahatan Citra dan keluarganya.
__ADS_1
"Apa kata mami, dulu. Kalau Cindy itu orangnya licik," ucap Mami Cintya.
Papi Charlie hanya diam. Dia tahu sudah berbuat kesalahan dengan memaksa Chandra untuk wanita menikahi Citra. Aduh dia percaya begitu saja saat melihat video rekaman yang diberikan oleh Cindy.
"Sekarang yang terjerat bukan hanya Citra dan Cindy, tetapi juga dengan Catur," ujar Papi Charlie geram.
Chandra sudah membuat laporan tentang kasus penganiayaan dan juga sudah mendaftarkan gugatan cerai. Dia tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga Citra. Bahkan wanita itu juga sudah diberhentikan dari pekerjaannya sebagai sekretaris.
"Jika kamu sudah bercerai dengan Citra. Apa kamu akan kembali pada Bella?" tanya Mami Cintya.
***
Chandra sudah positif akan cerai dengan Citra. Apakah Bella dan Bram juga akan bercerai atau bertahan karena kehalang restu orang tua? Lalu, akankah Adelia hamil? Tunggu kelanjutannya, ya!
Maaf teman-teman up sedikit. Perut aku sakit sekali. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Semoga besok bisa up lagi
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1