Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 15. Ide


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 15


Adelia menceritakan apa yang sudah terjadi tadi antara dirinya dengan Citra di toilet. Andra yang mendengar semua itu merasa sangat marah dan kesal. 


'Akan aku balas semua perbuatan kamu yang sudah dilakukan kepada aku dan juga kepada Adelia.' (Andra)


"Kamu tenang saja, aku akan membalas perbuatannya itu," ucap Andra.


"Bagaimana caranya?" tanya Adelia penasaran.


Andra pun main memikirkan bagaimana cara membalas mantan pacarnya itu. Tiba-tiba saja tercetus sebuah ide di dalam pikirannya.


Aulia juga memikirkan apa yang akan diperbuat oleh mereka untuk membalas perbuatan Citra tadi. Dia ingin memberikan sesuatu pelajaran yang berkelas dan tidak terlihat seperti sedang balas dendam.


"Aku punya ide!" teriak mereka bersamaan.


Kedua orang itu pun tertawa terkekeh, kemudian Andra mengizinkan Aulia untuk bicara terlebih dahulu. Dia ingin tahu ide apa yang dipikirkan oleh istrinya yang memiliki otak yang kecil.


"Kita pergi berolahraga setiap pagi, biar dia lihat kalau hubungan kita itu romantis dan harmonis," ucap Adelia.


"Bagus juga ide kamu," puji Andra kepada sang istri.


Betapa senangnya Adelia mendapat pujian dari suaminya. Sebab selama ini hanya orang-orang terdekatnya yang selalu memberikan pujian.


"Kalau aku memikirkan sebuah ide, yaitu setiap hari kita pergi berkencan. Tidak perlu jauh-jauh ataupun ke tempat yang mahal dan mewah. Asalkan kita selalu bersama pergi ke tempat yang akan kita ingin mendatangi bersama," lanjut Andra dengan senyum tipisnya sambil menatap ke arah Adelia.


Mendengar ide dari laki-laki yang kini duduk di samping tempat tidurnya, Adelia juga sangat setuju. Hanya dengan kebersamaan dan saling komunikasi yang baik hubungan mereka akan menjadi lebih baik juga. Bahkan orang-orang pun akan melihat kalau mereka adalah pasangan suami istri yang saling menyayangi dan mencintai.


"Bagaimana kalau kita lakukan ide kita berdua itu setiap hari?" Adelia sangat berharap sekali bisa melakukannya bersama dengan Andra.


"Baiklah, aku setuju. Mulai besok kita jalankan rencana kita ini," kata Andra.

__ADS_1


***


Keesokan paginya Adelia dan Andra pergi berlari mengelilingi komplek perumahan elit itu. Tentu saja ada beberapa orang yang melihat mereka. Adelia yang mempunyai sifat ramah dan ceria selalu menyapa para tetangganya terlebih dahulu. Perempuan itu tidak malu dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu, sehingga orang-orang mengenal dirinya dan juga Andra.


Andra sendiri hanya mengangguk dan tersenyum sopan. Hanya Adelia yang terus berbicara kepada orang-orang yang mereka temui. 


"Kalian adalah penghuni rumah nomor tujuh, berarti kalian pasangan pengantin baru, ya?" tanya wanita yang sedang menuntun seorang anak kecil perempuan berkucir dua.


"Iya, benar. Kami adalah pasangan pengantin baru. Bahkan belum pergi berbulan baru sama sekali. Karena kesibukan kami berdua," jawab Adelia.


"Kalian terlihat yang cocok sekali yang laki-laki sangat tampan dan yang perempuan sangat cantik," puji wanita itu kepada Adelia dan Andra.


Mendapat bagian seperti itu dari orang lain membuat hidung Adelia mengembang. Senyum malu-malu pun terlukis di wajahnya yang kini merona.


"Ibu baik sekali, mau memuji aku dengan sangat jujur," ucap Adelia dengan percaya diri.


Mendengar ucapan istrinya barusan membuat Andra sangat malu. Dia pun memalingkan wajahnya tidak berani menatap wanita yang menjadi tetangganya itu.


'Adelia … apa yang ada di dalam otak kecilmu itu? Dia terlalu terang-terangan sekali mengakui kalau dirinya itu sangat cantik. Apa dia tidak tahu, kalau kebanyakan orang cuma basa-basi saja? Di mana-mana perempuan itu selalu dibilang cantik.' (Andra)


"Ayo, Adelia! Kita harus sarapan dan mandi. Aku tidak mau pergi ke kantor kesiangan hari ini," ucap Andra sambil berlari semakin kencang.


"Andra, tunggu!" teriak sang istri sambil mempercepat larinya.


Ternyata di atas balkon kamar Bram, laki-laki itu bisa melihat Adelia dan Andra sedang berlari pagi. Perasaan cemburu pun kembali menyusup ke dalam hatinya.


"Apa kamu sudah benar-benar melupakan perasaanmu itu kepadaku?" gumam Bram sambil merem_at kuat pagar balkon.


Ternyata sesuai harapan mereka, Citra pun keluar rumah. Perempuan itu terlihat sekali terburu-buru bahkan penampilan yang biasanya glamor, kini dia berdandan dan terlihat biasa saja.


"Si Mak Lampir kalau tidak pakai make up tebal, wajahnya biasa saja tidak cantik sama sekali. Cantikan aku yang tidak pakai make-up apa pun," ucap Adelia sambil beradu pandang dengan Citra.


"Kamu itu ternyata orangnya narsis, ya?" Andra tertawa mengejek.


"Kamu itu seharusnya bersyukur, bisa lepas dari wanita berwajah menyeramkan seperti itu. Dan mendapatkan aku yang berwajah cantik alami dan natural meski tidak memakai make up apapun," ujar perempuan itu sambil menaik turunkan kedua alisnya dan tersenyum cantik.

__ADS_1


Merasa tidak akan pernah ada habisnya bicara dengan Adelia, maka Andra pun mengiyakan saja ucapan istrinya itu. Biasanya dengan begitu perempuan itu akan terdiam dan terlihat senang.


Citra menata tajam ke arah pasangan pengantin baru yang merupakan tetangga di depan rumah. Dia tidak suka saat melihat mantan kekasihnya itu memperlakukan wanita yang bersamanya dengan sangat penuh perhatian.


'Akan aku buat kamu kembali jatuh ke dalam pelukanku.' (Citra)


Citra pun harus bergegas pergi ke rumah orang tuanya, karena mamanya tadi menelepon, kalau dirinya sedang sakit saat ini. Perempuan itu mau minta dia agar secepatnya datang ke rumah. Sebab, saat ini papanya sedang berada di luar kota.


***


Kali ini Adelia sudah bisa memasangkan dasi dengan benar, sehingga Andra pun tidak sedang merasa berhadapan dengan malaikat maut. Pagi ini semua berjalan dengan baik dan lancar.


"Mana morning kiss-nya?" Andra menundukkan kepala agar Adelia bisa menggapai bibirnya.


"Bukannya tadi sudah beberapa kali kita melakukan ciuman di pagi hari? Sejak sebelum kita pergi berkeliling kompleks," kata Adelia sambil mengerutkan keningnya.


"Sekarang ciuman aku mau pergi bekerja," balas Andra dengan cerdik.


Mau tidak mau Adelia pun memberikan ciuman kepada suaminya. Dia berjinjit dan mengalungkan kedua tangannya di leher Andra.


CUP


Akan tetapi Andra bukan tipe orang yang puas dengan cuma sekali ciuman. Dia menahan pinggang dan tengkuk Adelia, cara memperdalam ciumannya sampai dia merasa puas.


"Nanti aku yang akan menjemput kamu untuk makan bersama lagi." Andra mengusap kedua pipi Adelia dengan lembut.


"Iya," balas Adelia Dengan napas memburu.


***


Mereka pergi makan siang di tempat yang berbeda dengan kemarin. Berharap agar tidak bertemu lagi dengan kedua pasangan tetangga kompleknya itu. Namun, takdir berkata lain. Meski mereka pindah tempat makan siang, ternyata kedua pasangan tetangganya itu juga makan di sana.


"Ish, kenapa sih kita selalu terus bertemu dengan kedua pasangan itu? Dunia ini benar-benar sangat sempit, ternyata," kata Adelia dengan raut wajah yang kesal.


***

__ADS_1


Apa akan ada drama lagi di antara mereka? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2