
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 64
Waktu terus berlalu, kini Bella dan Bram sudah resmi bercerai. Hubungan dengan Bonie juga berjalan lebih dekat. Tentu saja ini berkat Bella dan Adelia. Kedua perempuan itu selalu gencar mengadakan acara bersama dan mendekatkan mereka. Kadang mereka mengadakan liburan bersama, tentunya Adelia dan Bella punya pasangan masing-masing.
"Adel, Sayang. Apa di perut ini sudah ada bayi?" Andra mengelus perut istrinya.
"Sepertinya belum karena perut aku masih rata," balas Adelia sambil mengelus kepala suaminya.
"Kalau begini kita buat bayi sekarang, yuk!" ajak Andra dan Adelia mengangguk malu-malu.
Sudah tiga bulan ini mereka masih bekerja keras membuat bayi. Meski tidak setiap hari mereka memprosesnya. Rasa cinta dan sayang pasangan suami istri itu setiap hari terus bertambah.
Baru saja kedua orang itu melakukan pemanasan, sudah ada yang mengganggu. Pertama bunyi telepon yang membuat Andra mau tidak mau mengangkatnya.
"Ada apa, Mi?" tanya Andra pada ibunya.
^^^"Mami mau tanya, kemarin kamu memainkan kotak berwarna merah yang ada di atas meja, di simpan ke mana? Kok, nggak ada."^^^
Andra teringat kotak kecil berbentuk persegi panjang yang berisi kacamata.
"Sepertinya aku simpan di dalam laci meja, Mi. Coba cari di sana. Eh, sepertinya aku simpan di ruang kerja kakek. Kalau tidak di laci meja ruang keluarga berarti ada di ruang kerja kakek."
Andra merasa kalau kacamata itu milik kakeknya, maka dia menyimpan itu. Sebab, Kakek Andi sering menyimpan kacamatanya di mana saja.
Setelah panggilan itu, Andra dan Adelia pun kembali melanjutkan proses pembuatan bayi mereka. Andra selalu melakukan dengan lembut dan sang istri suka itu. Baru saja dia membuka kancing baju Adelia, kembali ada gangguan kedua. Kali ini pintu bel rumah terus berbunyi.
"Lihat dulu siapa yang datang. Mungkin tukang galon air dan gas. Tadi pagi aku minta dikirim," kata Adelia yang duduk bersandar.
__ADS_1
Mau tidak mau Andra pun turun dan benar saja ada seorang laki-laki muda yang membawa satu galon air dan satu tabung gas. Setelah membayar itu, Andra menempelkan papan pemberitahuan kalau mereka sedang tidak menerima tamu.
Andra yang sudah tidak sabar pun kembali mendatangi Adelia dengan perasaan menggebu. Meski tadi sempat kesal karena ada beberapa gangguan, tetapi begitu melihat Adelia semua perasaan itu hilang.
Jika kita melihat orang yang dicintai dan disayangi, hanya melihat senyumannya saja sudah membuat hati senang dan beban dalam diri terasa menguap hilang entah ke mana. Namun, jika kita melihat orang yang tidak disukai malah menambah rasa penat dan beban terasa semakin berat.
Bagi Andra, Adelia adalah sumber penambah energi dan obat untuk penghilang rasa penat setelah seharian kerja. Selain itu, Adelia juga partner terbaik dia dalam segala hal dalam urusan rumah tangga.
"Adel, Sayang. Kamu sudah siap?" tanya Andra dengan lembut sambil membelai pipi dengan perlahan.
Mendapatkan perhatian dan sentuhan lembut dari sang suami, Adelia sering dibuat melayang. Tentu saja dia sangat menyukai diperlakukan seperti ini.
Hati mana yang tidak suka jika di perhatikan dan diperlakukan dengan lembut dan baik oleh pasangannya. Tidak selalu dengan perhiasan atau uang untuk membuat hati pasangan bahagia. Hal yang sederhana dan bisa dilakukan oleh setiap orang.
Diperlakukan dengan baik dan lembut bisa menambah rasa cinta dan sayang kepada pasangan. Ini yang diterapkan oleh Andra untuk sang istru. Makanya dia bisa dengan mudah menaklukan hati Adelia dalam waktu yang sebentar.
Adelia adalah tipe orang yang sulit jatuh cinta dan setia orang lain. Bahkan dia punya keinginan untuk bercerai dengan Andra dan kembali menjalin kasih dengan Bram. Namun, kini dia malah cinta sekali pada suaminya.
Andra melepaskan semua pakaian sang istri dan dirinya sendiri. Baru saja dia mencium bibir Adelia, gangguan ketiga kembali terjadi. Kali ini handphone milik sang istri berdering. Awalnya Andra dan Adelia mengabaikan panggilan itu karena keduanya memilih melanjutkan kegiatan membuat bayi mereka. Namun, bunyi dering itu terus terdengar dan ingin tahu siapa yang sudah mengganggu mereka. Adelia pun melihat siapa orang yang sudah melakukan panggilan.
"Abbas. Ada apa, ya?" Adelia pun menggeserkan tombol hijaunya.
"Ya, ada apa Kak?" tanya Abbas.
^^^"Mama meminta kamu dan Andra datang ke rumah sekarang!"^^^
"Tunggu, aku tanya sama Andra dulu."
Laki-laki yang kini sedang duduk di atas kasur itu hanya menatap wajah Adelia. Dia tahu kalau kakak iparnya itu yang sering mengganggu kegiatan mesra dirinya bersama sang istri.
"Ada apa?" tanya Andra dengan tidak semangat.
__ADS_1
"Mama ingin kita datang ke rumahnya." Adelia mengelus rahang Andra dengan lembut.
'Gagal mau buat bayi.' (Andra)
***
Sementara itu, Mama Cindy mendatangi dua orang laki-laki yang dulu di periksa oleh polisi saat menguntit Andra. Kini ketiga orang itu duduk saling berhadapan.
"Aku tidak mau kalau kali ini gagal. Untung saja dulu kalian bisa lolos dari polisi," ucap Mama Cindy dengan tatapan kesal.
"Maaf Nyonya, kami juga saat itu tidak menyangka kalau dia akan mendatangi kantor polisi. Untungnya aku dengan Bagong sudah membuat skenario. Jadi, kita berdua bisa lolos dari polisi," ucap laki-laki berbadan tinggi besar.
"Baiklah, Cobra. Aku akan bayar kalian jika semua pekerjaan sudah selesai dan terlihat hasilnya," balas Mama Cindy dengan senyum lebar.
"Kami akan lakukan yang terbaik, Nyonya. Kita tidak akan membuat kecewa Anda," ujar Cobra.
***
Rencana apa yang akan dilakukan oleh Mama Cindy dan suruhannya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
Shine Andersson, pengusaha asal Amerika, yang tanpa sengaja tertabrak oleh seorang dokter anak yang bernama Amira. Dia mengalami patah tulang sehingga tidak bisa berjalan. Dia pun meminta Amira bertanggung jawab dengan menjadi asistennya selama dia lumpuh.
Suatu hari Amira melihat Shine sedang berbicara dengan seseorang sambil berdiri. Lalu, dia pun memukuli kepalanya dengan tas beberapa hari karena merasa sudah ditipu. Tanpa Amira tahu kalau dia adalah Sky, saudara kembar Shine. Selain itu, Shine dan Sky adalah kakak kandung dari Rain, laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Hari-hari Amira sering direpotkan oleh si kembar yang terkenal jahil, punya kepercayaan diri yang sangat tinggi, dan yang paling membuatnya kesal adalah kedua laki-laki dewasa ini sangat overprotektif kepada mamanya.
Akankah Shine mampu meluluhkan hati Amira?
__ADS_1