
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 66
Senyum lebar Adelia tiba-tiba pudar saat menyadari ada yang berbeda dengan sang suami. Biasanya Andra yang selalu paling heboh jika menyangkut segala sesuatu memmngenai dirinya.
"Kamu tidak senang aku hamil?" tanya Adelia menatap Andra dengan penuh selidik.
"Tentu saja aku senang. Bukannya kamu ingin punya bayi," jawab Andra.
"Tapi, aku merasa kalau kamu tidak senang," ucap Adelia dengan tatapan sendu.
"Itu cuma perasaan kamu saja," tukas Andra.
Setelah melakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan, mereka memutuskan untuk pulang. Adelia sedang ingin tidur karena tubuhnya masih terasa lemas dan tidak mau melakukan apa pun.
***
Andra pun memanggil Mami Alicia untuk menjaga Adelia. Dia harus menyelesaikan tugas di kantornya yang masih banyak. Semakin dia mempelajari dan memeriksa data-data di perusahaan kakeknya. Banyak sekali yang sengaja melakukan penggelapan uang perusahaan. Dia sampai harus lembur bersama tim yang dia bentuk secara selektif.
"Doni, mana berkas asli dari tim audit." Andra sudah mengantongi beberapa orang yang sudah melakukan kecurangan di dalam perusahaan. Dia tidak akan pandang bulu untuk memproses hukum mereka yang sudah melakukan kejahatan berencana ini.
Sudah triliunan uang yang mereka korupsi dari perusahaan selama 12 tahun ini. Bahkan orang-orang yang melakukan kejahatan ini, ada yang masih hidup bahkan sudah mati. Ada yang masih bekerja di perusahaan dan ada juga yang sudah berhenti.
__ADS_1
Selama 3 bulan ini mereka berlima bekerja keras memeriksa pembukuan selama 12 tahun. Tentu saja bukan hal yang mudah bagi mereka untuk mengumpulkan dan memeriksa semua itu.
"Ini, Pak Andra. Saat ini kita sedang memeriksa pembukuan laporan tahun 2020 dan kemungkinan selesai besok atau lusa," ucap Doni.
"Terima kasih. Berarti tinggal pembukuan tahun 2021 yang belum sama sekali kita periksa," ujar Andra melihat wajah-wajah yang sudah kelelahan.
"Semoga akhir bulan ini beres semua dan kita akan liburan ke pantai!" seru Doni dan di soraki oleh ketiga orang yang lainnya.
"Tenang saja, kerja keras kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal," ujar Andra dan membuat keempat orang itu bersorak gembira.
Andra awalnya merasa pesimis akan bisa menemukan bukti untuk menjerat orang-orang yang sudah berbuat kejahatan di perusahaan kakeknya ini. Namun, saat dia dan beberapa orang jujur menemukan banyak berkas yang diubah dan tersimpan di gudang barang bekas, Andra pun kembali menelusuri jejak mereka. Bahkan ada sakti mata yang mendapat ancaman. Orang itu mau memberi kesaksian setelah dibujuk oleh Kakek Andi.
"Selamat, ya, Bos. Katanya sebentar lagi akan menjadi ayah," kata Dudung yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
"Kalian tahu dari siapa?" tanya Andra.
"Ya, begitulah. Adel sepertinya senang sekali sampai memposting hasil pemeriksaan dari dokter," balas Andra.
***
Adelia yang bawaannya ingin tidur terus kini mau tidak mau harus bangun untuk makan siang. Mama mertua sudah memasakan makanan untuk dia. Sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang Mami Alicia kepadanya.
"Kamu harus banyak makan makanan yang bergizi, ya. Meski hanya sedikit asal sering. Nggak apa-apa kalau nanti kamu muntah itu hal biasa di trimester pertama," ucap Maminya Andra.
"Mi, Adel tidak muntah-muntah seperti wanita hamil yang lain," ucap Adelia.
__ADS_1
"Bagus kalau begitu. Berarti bayi kalian tidak mau ibunya kesusahan," balas Mami Alicia sambil mengusap kepala sang menantu.
Adelia pun menghabiskan satu mangkok kecil buah pepaya yang sudah dicampuri oleh perasan lemon dan satu mangkok sup ikan salmon.
"Enak sekali, Mi. Tubuh Adel juga seperti bertenaga lagi sekarang," ujar Adelia sambil tersenyum puas.
"Syukurlah kalau begitu. Mami akan sering-sering masakan kamu mulai sekarang," tukas wanita berparas bule ini.
Sebenarnya Adelia ingin curhat sama ibu mertuanya tentang perubahan sikap Andra. Namun, dia takutnya nanti malah dianggap mengada-ada.
'Apa aku bicarakan hal ini pada Kak Abbas, ya?' (Adelia)
Adelia duduk di halaman belakang sambil melihat pot bunga yang berjajar rapi. Dia paling suka duduk di sana. Selain bisa melihat tanaman yang berbunga dengan warna warni. Di sana juga sepi enak untuk menenangkan diri.
'Apa Andra sedang ada masalah, jadi dia seperti itu?' (Adelia)
"Ada masalah … enggak ada masalah … ada masalah … enggak ada masalah." Adelia mencabuti satu persatu kelopak bunga mawar. Wanita ini sekarang sering merasakan kegelisahan.
Tingkah Adelia itu diperhatikan oleh mertuanya. Wanita itu juga mencemaskan keadaan sang menantu yang seperti sedang memikirkan sesuatu. Mau bertanya, tapi takutnya dianggap ikut campur urusan pribadi. Jadinya, Mami Alicia hanya bisa diam sambil memperhatikan.
"Semoga saja Adel dan Andra baik-baik saja, tidak ada masalah serius. Bagaimanapun, ibu hamil itu harus benar-benar senang dan tenang. Baik itu hati atau pikirannya. Apalagi ini kehamilan pertama Adelia," gumam Mami Alicia.
***
Apakah hubungan Adelia dan Andra Akan baik-baik saja? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.