
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 81
Andra membuka matanya dan mendapati dirinya sedang berada di sebuah ruang kesehatan. Bau ciri khas rumah sakit langsung tercium indra penciumannya begitu dia tersadar.
"Adel!" Andra langsung terbangun begitu ingat dengan istrinya yang tadi merasa ingin melahirkan.
"Tenang, dia dalam keadaan baik-baik saja. Tuh, lihat!" tunjuk Abbas kepada kembarannya yang sedang tidur di atas brankar di samping Andra.
Andra menghela napas dan tersenyum lega saat melihat istrinya baik-baik saja. Tadi dia sangat panik karena tiba-tiba saja sang istri bilang akan melahirkan, sementara dokter bilang masih ada waktu sekitar 3-4 mingguan lagi.
Agar bisa menemani dan menjaga istrinya nanti saat melahirkan dan pasca lahiran, Andra sengaja sering bekerja keras dan lembur untuk menyelesaikan semua pekerjaannya untuk satu bulan ke depan. Akibatnya tubuh dia kelelahan dan begitu mendapat kabar mengejutkan seperti tadi membuatnya terasa di sambar petir. Dia takut terjadi sesuatu kepada istri dan bayi mereka, karena melahirkan belum waktunya.
"Dia itu senang sekali membuat aku cemas dan khawatir," kata Andra sambil beranjak dari atas kasur pasien lalu berjalan ke tempat istrinya sedang beristirahat.
"Ya, aku juga tadi sangat terkejut saat dia menelepon kamu tiba-tiba pingsan. Aku kira terjadi sesuatu yang kepadamu. Dia menelepon sambil menangis seperti orang kesakitan begitu. Tentu saja aku panik dan cepat-cepat datang. Tahu-tahunya … ternyata kamu itu hanya kelelahan kerja dan butuh istirahat yang cukup," jelas Abbas.
"Lalu, bagaimana keadaan Adel?" tanya Andra.
"Dia sakit perut karena banyak sekali makan buah-buahan yang rasanya asam dan pedas. Makanya dia sakit perut, karena kebanyakan serat," jawab Abbas.
Andra membenarkan ucapan Abbas, karena selama dua hari itu sang istri hanya mau makan buah-buahan. Bahkan sayuran tidak mau dan memilih daging.
__ADS_1
***
Adelia semakin rajin berolahraga jalan pagi dan yoga ibu hamil. Selama sebulan ini dia juga mengurangi aktivitas di luar rumah. Lebih fokus belajar bagaimana cara mengurus dan merawat bayi. Dia masuk ke kelas ibu hamil untuk belajar ilmu tentang cara membesarkan dan merawat bayi mereka. Mulai dari saat melahirkan sampai menyapih ASI untuk sang buah hati.
Ternyata Bella juga kini sedang hamil 6 minggu, hasil dari bulan madu dia keliling Eropa. Pasangan pengantin baru itu merasa sangat bahagia. Belum juga 2 bulan pernikahan mereka, kabar gembira sudah mereka dapatkan.
Tentu saja dengan kehamilan Bella ini, membuat dia dan Adelia memanas-manasi Bram agar secepatnya menikahi Bonie. Agar anak-anak mereka nantinya bisa menjadi teman sebaya.
"Bella sepertinya perut aku sakit," ucap Adelia saat kedua wanita itu duduk di teras rumah.
Rumah Bella berada di sisi kiri rumah Andra, jadi setiap hari kedua ibu hamil itu selalu menghabiskan waktu bersama. Dari pagi sampai malam hari ketika suami mereka pulang. Kadang keduanya bermain di rumah Adelia, atau di rumah Bella.
"Jangan-jangan kamu mau melahirkan?" tanya Bella agak panik.
"Iya, sepertinya begitu," jawab Adelia dan dia merasakan ada sesuatu yang keluar dari lubang inti miliknya.
"Bagaimana ini? Kita harus cepat-cepat ke rumah sakit ibu dan anak!" Bella pun berlari ke arah rumahnya untuk mengambil kunci mobil.
"Hei, pakai mobil milik aku saja! Agar mereka dapat—" Adelia merasa percuma bicara juga, toh, wania itu juga sudah berlari dan menghilang dari pandangan.
***
Bella menarik tangan Adelia karena panik. Tentu saja ini membuat ibu hamil itu terkejut dan memarahinya.
"Bella! Aku ini wanita yang sedang hamil besar bukan sapi. Kenapa kamu tarik-tarik aku seperti ini?" bentak Adelia sambil meringis kesakitan, karena temannya sudah memperlakukan dirinya seperti menarik hewan yang akan dibawa ke jagal.
__ADS_1
"Maaf, Adel. Bukan maksud aku begitu. Tetapi, tubuh kamu ini berat sekali dan aku harus mengeluarkan tenaga ekstra," ucap Bella.
Kedua wanita itu malah berdebat dan lupa kalau harus segera pergi ke rumah sakit. Sampai wanita itu kembali merasakan sakit di perutnya.
"Bella, cepat bawa aku ke rumah sakit!" titah Adel.
Kebodohan dua orang wanita hamil itu adalah, Bella membawa kunci mobil miliknya sendiri, tetapi mobil yang akan mereka naiki adalah mobil milik Adelia. Tentu saja kunci mobilnya tidak masuk karena bukan pasangannya.
"Ini kenapa, sih, kuncinya susah sekali dimasukan," ujar Bella dengan nada kesal dan panik.
"Tenang, Bella. Kamu harus tenang agar bisa memasukan kuncinya," ucap Adelia.
"Ya, kamu benar aku harus—" ucapan Bella dipotong.
"Aduh, sakit sekali perut Bella! Cepat, buka mobilnya. Kamu ini lelet sekali," ujar Adelia yang baru saja bilang harus tenang, tetapi kini dia malah menyuruhnya cepat.
"Iya, sebentar!" Bella balas membentak karena sama-sama panik.
"Sakit, Bella!" bentak Adeli. Kedua wanita hamil itu malah beradu urat syaraf.
***
Apakah Adelia kali ini sakit perut karena akan melahirkan? Atau karena banyak makan lagi 😅? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Atau kalian bisa dengar melalui audio 😍. Yuk, meluncur ke novelnya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1