
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 29
"Aku mencintaimu, Adelia," bisik Andra dengan lembut dan mesra.
Adelia merasa sangat terkejut dengan ucapan Andra barusan. Dia tidak menyangka kalau laki-laki itu akan mencintai dirinya. Perempuan itu saat ini perasaannya menjadi gamang.
"Apa kamu sadar dengan apa yang sudah kamu ucapkan barusan?" tanya Adelia tidak percaya.
"Tentu saja aku sadar dengan apa yang aku ucapkan. Aku sudah menyukaimu dari awal pernikahan ini. Kamu selalu mengurus, memberikan perhatian, dan membuat hari-hari aku dipenuhi oleh perasaan bahagia. Kebaikan hatimu sudah mencuri hatiku dengan mudahnya. Sungguh aku tidak menyangka akan bisa jatuh cinta kepadamu secepat ini," aku Andra dengan suaranya yang tegas.
Jantung Adelia berdetak dengan kencang saat mendengar pengakuan dari Andra. Ada perasaan asing yang dirasakan oleh perempuan itu. Antara senang, bahagia dan merasa bersalah.
***
Adelia merasa aneh dengan sikap Andra seharian ini. Laki-laki itu seakan tidak mau jauh darinya. Dia selalu bersikap mesra seperti ketika ada mama dan papanya menginap di sana beberapa hari yang lalu.
Ketika Adelia sedang memasak, Andra juga memeluknya dari belakang. Namun, perempuan itu membiarkannya saja, tidak melarang karena merasa tidak terganggu.
"Apa sudah matang masakannya?" tanya Andra dengan dagu menopang di bahu Adelia.
"Sebentar lagi, mau coba rasanya seperti apa?" Adelia mengambil satu sendok udang yang sedang dia masak.
Andra pun mengacungi jempol karena masakan Adelia sangat enak. Tentu saja ini membuat sang istri merasa senang.
Keduanya makan malam bersama dengan menu kesukaan mereka, bahkan semua makanan itu habis tidak bersisa. Setelah selesai makan Andra langsung membereskan bekas peralatan makan dan mencucinya. Mungkin perbuatan itu hal yang biasa bagi orang lain, tetapi bagi Adelia itu sesuatu yang sangat berkesan.
__ADS_1
Kali ini malahan giliran Adelia yang memeluk Andra dari belakang. Laki-laki yang sedang mencuci piring itu merasa sangat senang mendapat balasan seperti ini dari sang istri.
Adele sendiri saat ini sedang merasa bingung dengan perasaannya. Dia masih mencintai Bram, tetapi dia juga sudah merasa nyaman saat bersama dengan Andra. Jika, Andra mau melepaskan dirinya, maka dia akan kembali kepada Bram. Namun, jika sang suami tidak mau menceraikan dia, maka perempuan itu pun akan bertahan bersama dengan suaminya saat ini.
"Tadi siang aku bertemu dengan Bella. Dia mengatakan kalau rumah tangganya bisa saja berakhir pada perceraian. Karena mereka ingin menggapai kebahagiaan bersama dengan orang yang dicintainya. Bella sangat mencintai Chandra, begitu juga sebaliknya dengan Chandra yang masih sangat mencintai Bella. Jadi, Bram pun akan melepaskan Bella, jika mendapatkan restu dari orang tua mereka berdua," kata Adelia sambil menatap ke arah Andra.
Laki-laki itu hanya menghela napasnya. Ditariknya tubuh Adelia agar duduk di pangkuannya. Dia pun membetulkan anak rambut dan menyelipkan ke belakang telinga.
"Aku mau tanya sama kamu. Apa aku sudah berbuat jahat kepadamu?" tanya Andra dan Adelia pun menggelengkan kepala.
"Apa aku pernah melukai tubuhmu?" tanya laki-laki itu dengan suaranya yang lembut. Lagi-lagi Adelia menggelengkan kepala.
"Apa aku pernah berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan bagi dirimu dan keluargamu?" tanya Andra sambil menangkup kedua pipi Adelia.
"Tidak. Kamu tidak pernah berbuat jahat kepada aku ataupun keluargaku," balas Adelia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Mungkin karena perasaan aku masih mencintai Bram dan belum mencintaimu," jawab Adelia dengan pelan dengan suara yang bergetar menahan tangisannya.
"Kalau begitu kamu harus mulai belajar mencintai aku, karena aku sudah mencintaimu," ucap Andra dan memberikan kecupan di kening Adelia.
Adelia sendiri tidak tahu apakah bisa jatuh cinta kepada Andra seperti dia mencintai Bram. Kata orang cinta pertama sulit untuk dilupakan, tetapi cinta sejati yang akan memberikan kamu rasa bahagia. Dia sendiri tidak tahu siapa cinta sejatinya. Kalau cinta pertama dia sudah jelas itu adalah Bram.
"Bagaimana kalau mulai sekarang kita tidur bersama di satu kamar? Agar perasaan kita mudah berkembang dan tahu arti keberadaan pasangan kita," kata Andra.
Adelia diam sejenak, karena Andra belakangan ini sangat agresif terhadap dirinya. Sang suami sekarang senang sekali menyentuh tubuhnya di bagian-bagian tertentu dan ini membuat dia merinding dan debaran jantung sering tiba-tiba berdetak kencang. Rasanya dia mau pingsan saja ketika itu terjadi.
Akhirnya, Adelia mau tidur dalam satu kamar bersama Andra. Namun, dengan syarat kalau tempat tidur dibatasi dengan guling. Tentu saja Andra setuju, karena dia tahu Adelia tipe orang yang jika tidur hampir lupa segalanya. Di saat seperti itu mereka bisa tidur sambil berpelukan.
Sesuai dengan perkiraan Andra tadi, Adelia menyingkirkan gulingnya dan berganti memeluk tubuh Andra. Tentu saja kesempatan emas ini tidak disia-siakan oleh laki-laki itu. Mereka pun tidur saling berpelukan.
__ADS_1
'Apa kata aku juga, kalau dia akan tidur sambil memeluk aku.' (Andra)
***
Sementara itu di rumah yang ada di seberang jalan, sedang dalam keadaan kacau. Hal ini karena tuan rumah mereka sedang bertengkar hebat.
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan tega berbuat seperti ini kepadaku," bentak Chandra kepada Citra.
"Kamu sudah salah paham—"
"Salah paham? Apanya?" potong Chandra dengan penuh emosi. Muka dia berubah merah dengan urat-urat yang menonjol.
Citra merasa ketakutan melihat Chandra yang seperti ini. Selama ini laki-laki itu biasanya selalu bicara datar, tidak pernah bicara dengan membentak.
"Pernikahan ini sudah tidak bisa kita lanjutkan lagi. Aku akan menggugat cerai dirimu. Pengacara sudah menyiapkan semua berkasnya," ujar Chandra. Lalu, laki-laki itu pergi dari rumah itu.
Citra hanya bisa menangis tergugu. Dia juga merupakan korban dari ambisi kedua orang tuanya yang menginginkan laki-laki kaya untuk menjadi menantu mereka. Agar bisa membantu perekonomian keluarga dan bisa memenuhi keinginan mereka.
"Kenapa semua orang selalu menekan diriku? Apa mereka tidak memiliki hati dan perasaan?" Citra meracau meratapi nasibnya.
Perempuan itu merasa kalau semua orang di dunia ini tidak ada yang menyayangi dan mengharapkan dirinya. Dia merasa kalau dirinya hanya sebuah alat yang bisa mereka manfaatkan saja.
***
Apakah Adelia akan bertahan dengan Andra? Atau Adelia justru akan berpaling? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1