
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 37
"Loh, Adelia? Sedang apa kamu di sini?" Terdengar suara wanita yang familiar bagi Adelia.
"Bella? Kamu sendiri sedang apa di sini?" tanya Adelia balik, bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh tetangganya itu.
"Ya, tentu saja membeli baju. Karena aku dan Bram akan melakukan malam malam bersama kolegan papa, nanti malam," jawab Bella.
Adelia juga mengatakan hal yang sama, kalau dia sedang mengantar mertuanya memesan baju untuk acara pesta ulang tahun perusahaan Kakek Andi.
Kedua perempuan itu berbincang-bincang sambil memilih model pakaian yang akan mereka beli atau pesan. Terlihat Mami Alicia tidak begitu menyukai Bella, karena beberapa kali menyebut nama Bram saat berbicara. Dia ketakutan kalau Adelia akan kembali lagi bersama Bram, saat mendengar Bella memutuskan untuk kembali menjalin hubungan dengan Chandra.
"Kapan-kapan bagaimana kalau kita makan malam bersama." Bella mengajak Adelia.
Tentu saja istri dari Andra itu merasa sangat senang saat tetangganya mengajak dia. Dia pun menyetujuinya.
"Andra pasti akan sangat senang jika bisa makan malam di luar," kata Adelia jangan senyum manis menghias wajahnya.
Mami Alicia sangat tidak suka saat mendengar Adelia menyetujui keinginan Bella. Wanita paruh baya itu merasa kalau acara ini akan dimanfaatkan oleh Bram dan Bella.
'Aku harus memberi peringatan kepada Andra, agar jangan memberikan izin Adelia untuk makan malam bersama mereka.' (Mami Alicia)
Adelia dan Bella berpisah ketika keduanya keluar dari butik itu. Perempuan itu merasa galau Ibu mertuanya agak berbeda, setelah dia bertemu dengan Bella tadi. Saat dalam perjalanan pulang pun keduanya diam, tidak saling berbicara seperti biasanya. Akhirnya, Adelia berusaha memecah keheningan di antara mereka.
"Mami kita belanja cumi ke pasar ikan, yuk! Aku mau masakan Andra cumi asam pedas," ajak Adelia.
Dia tahu kalau ibu mertuanya pasti akan mendukung dia jika melakukan hal sesuatu untuk Andra, bahkan akan terlihat bahagia. Seperti saat ini untuk mengembalikan Mami Alicia, maka gadis itu pun berusaha membuat hatinya senang. Sesuai dugaannya wanita paruh baya itu pun langsung tersenyum dan mengiyakan ajakan sang menantu.
__ADS_1
***
Andra pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya. Tadi dia mendapat aduan dari Mami Alicia, kalau Bella akan mengajak Adelia untuk makan malam bersama, tentunya dengan Bram juga. Maminya itu meminta agar dia jangan menyetujui keinginan itu dan mencegah Adelia agar tidak sering berinteraksi dengan Bram ataupun Bella.
Andra pun mencari keberadaan sang istri, ternyata perempuan itu sedang melakukan senam zumba. Melihat Adelia malik-liukkan badannya membuat gairah Andra terpancing dan dia pun langsung memeluk erat tubuh istrinya.
Adelia yang sedang senam zumba dikejutkan dengan tarikan dan pelukan dari Andra. Dia sebenarnya ingin protes, tetapi baru juga membuka mulut, laki-laki itu langsung membungkam dengan menggunakan bibirnya.
"Adel, jangan menggoda aku," bisik Andra dengan suaranya yang mulai berat.
Adelia bisa merasakan kalau Andromeda kini sedang terbangun. Dia menjadi gelagapan, takut kalau Andra meminta haknya sebagai suami.
"A-ku, ti-dak menggodamu," balas Adelia dengan gugup. Bahkan pipinya merona merah karena dia merasakan keberadaan Andromeda yang terasa menekan perutnya.
"Apa namanya kalau kamu berpenampilan seksi seperti ini kalau tidak berniat untuk menggodaku," ujar Andra masih memeluk Adelia.
Adelia merasa keringat dingin keluar dari tubuhnya saat Anda semakin mempererat pelukan mereka. Mencoba untuk memberontak pun percuma, karena tenaga laki-laki itu jauh lebih besar.
Melihat sang istri mengeluarkan cairan bening dari netranya membuat Andra tidak tega. Maka, dia pun melepas pelukannya setelah memberikan kecupan di bibir Adelia yang bergetar menahan tangis.
"Kamu jangan berani sekali-kali pun berpakaian seperti itu di luar rumah," kata Andra sebelum dia pergi.
***
Seperti biasa Adelia seakan melupakan kejadian yang beberapa jam yang lalu antara dirinya dengan Andra. Sekarang dia berbicara dengan penuh semangat menceritakan tentang para pelanggan kafe miliknya.
Andra sendiri senang saat mendengar ocehan sang istri. Hal ini merupakan hiburan tersendiri bagi dia. Seakan suara Adelia melunturkan rasa lelah yang menjadi beban pada tubuh laki-laki itu.
"Lalu, apa kamu punya rencana untuk membuka cabang kafe di tempat lain?" tanya Andra sambil membetulkan anak rambut sang istri dan mengaitkannya ke belakang telinga.
Jujur saja Adelia tidak pernah punya pikiran hal seperti ini. Selama ini dia cukup senang dengan mempunyai satu kafe yang di buat sesuai impiannya. Mulai dari desain ruang kafe sampai menu makanan dan minuman yang mereka jual.
__ADS_1
"Aku takut kelelahan nanti kalau punya lebih dari satu kafe. Memangnya kamu mau aku lebih banyak menghabiskan waktu di kafe daripada di rumah?"
"Tentu saja tidak. Kamu bisa menyuruh seseorang untuk mengelola katamu," ucap Andra langsung.
Keduanya bersama-sama membereskan bekas makan malam mereka. Adelia pun teringat dengan ucapan Bella tadi siang.
"Andra, Della mengajak kita makan malam bersama. Apa kamu punya waktu?" tanya Adelia dengan riang.
Adelia yang berdiri di samping Andra menatap suaminya dengan penuh harap, kalau ada waktu senggang dalam waktu dekat ini. Namun, betapa kecewanya dia saat melihat Andra menggelengkan kepala dan mengatakan sesuatu yang tidak sesuai harapannya.
"Kenapa?" tanya Adelia dengan tatapan sendu.
"Aku hanya ingin makan malam berdua denganmu saja tanpa ada orang lain," jawab laki-laki yang memiliki badan proposional.
"Bukannya setiap hari kita makan malam bersama. Sekali-kali kita makan malam bersama orang lain, 'kan, tidak apa-apa," timpal Adelia langsung.
Andra tidak suka jika Adelia membantah apa yang dia ucapkan. Sebenarnya bagi dia tidak masalah makan malam bersama orang lain. Namun, perempuan itu melakukan ini agar bisa makan malam bersama Bram.
"Apa karena Bram akan makan malam di luar, makanya kamu juga ingin ikut bersamanya?" tanya Andra dengan tatapan mengintimidasi.
"Tidak. Bella yang mengajak aku," bantah Adelia seketika itu juga.
"Aku berharap kamu jangan terlalu dekat dengan Bram, karena bisa saja memunculkan gosip buruk terhadap dirimu juga terhadap dirinya," ujar Andra mengingatkan sang istri.
"Bagaimana kalau kita juga ajak Citra dan Chandra makan malam bersama?" tanya Adelia tanpa sadar dan dia sudah membangunkan singa yang sedang tidur.
***
Jawab apa yang akan diberikan oleh Andra? Apa ketiga pasangan itu akan makan malam bersama?
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1