Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 79. Kencan Ganda


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 79


Bram hari ini punya agenda, yaitu kencan ganda, setelah bulan kemarin gagal. Adelia dan Citra cerewet minta ampun dan membuatnya menyerah. Laki-laki itu pun mau tidak mau harus pergi ke mall tempat mereka janjian. Dengan menggunakan setelan kasual dan pakai sandal jepit, dia berjalan seorang diri menuju restoran yang di mana orang-orang itu sudah menunggu.


"Bram, sini!" panggil Bella dengan penuh semangat.


Orang-orang sudah berkumpul semua dan duduk di kursi masing-masing. Tinggal kursi yang diapit oleh Bonie dan Bella yang kosong.


Terlihat kalau Adelia tersenyum ramah kepadanya. Mereka semua berbincang-bincang santai.


"Aku akan pergi bulan madu keliling Eropa," ucap Bella dengan penuh bangga.


Hari pernikahan mereka tinggal dua bulan lagi. Semua persiapan sudah selesai, tinggal mendekorasi tempat nanti. Baju pengantin pun sudah selesai dibuat.


"Andra, kita dulu nggak bulan madu keliling Eropa. Cuma keliling alun-alun kota," gerutu Adelia.


"Sama saja itu Adel," balas Andra dengan tenang sambil melihat ke layar handphone, karena ada pesan masuk dari kakeknya.


"Beda, dong! Suamiku, tersayang." Adelia menangkup kedua pipi milik Andra.


"Apa bedanya?" tanya laki-laki berbaju kaos kerah.


"Mereka berkeliling naik pesawat dan kereta dari satu negara ke negara lainnya. Kalau kita keliling jalan kaki," jawab Adelia dengan delikkan mata yang menggoda di pandangan Andra.


Bella dan Bonie tertawa cekikikan, sedangkan Bram dan Chandra hanya diam memerhatikan. Jika, pasangan ini sudah beradu mulut, maka mereka lebih baik jadi penonton. Hal ini menjadi hiburan tersendiri.

__ADS_1


Seperti biasa Adelia dan Andra makan saling menyuapi. Tentu saja Bella juga tidak mau kalah, dia meminta kekasihnya untuk melakukan hal yang sama.


Melihat kedua pasangan itu Bonie merasa iri, dia juga menginginkan itu. Lalu, dia pun lirik ke arah Bram, tetapi laki-laki itu masih diam sambil makan makanannya.


"Bram, aaaa!" Bonie mengarahkan sendok ke mulut laki-laki yang duduk di sampingnya.


Tentu saja Bram mengerutkan dahinya, karena tidak mengerti apa maksud dari wanita itu. Dia pun mengabaikan dan melanjutkan makannya.


"Bram, kenapa kamu tidak memakan makanan yang diberikan oleh Bonie?" tanya Adelia dengan tatapan tajam.


"Aku bisa makan sendiri, kok!" jawab Bram.


"Ish, kamu itu tidak romantis! Tidak mengerti akan keinginan seorang perempuan!" pekik Bella sambil menekan setiap kata-katanya.


Bram tidak mengerti karena dia dan Bonie bukanlah pasangan kekasih atau pasangan suami istri. Jadinya dia mengabaikan begitu saja.


Bonie tersenyum lalu menyuapi makanan ke mulut Bram. Laki-laki itu menyambutnya dengan mulut yan terbuka lebar. Betapa bahagianya perempuan itu saat ini, karena bisa menyuapi laki-laki yang sedang mengisi ruang di hatij.


Adelia dan Bella pun merasa sangat senang, karena Bram sekarang sudah tidak kaku lagi saat bersama dengan Bonie. Mereka hanya kaku saat awal-awal saja, ke sananya terlihat seperti pasangan sungguhan.


Setelah makan ketiga pasangan itu pergi menonton bioskop. Sama seperti dulu, di ruangan itu banyak sekali pasangan yang malah asyik bercumbu, bukan nonton film yang sedang diputar.


"Dasar tidak tahu malu. Masa mereka berciuman di tempat umum begini!" Bella sewot saat melihat pasangan muda-mudi yang sedang berciuman mesra.


"Sudah, biarkan saja. Kalau kamu mau kita juga bisa melakukannya," ucap Chandra sambil berbisik.


"Aku juga mau seperti mereka," bisik Adelia kepada Andra.


"Bram, kamu juga mau melakukan hal seperti itu?" tanya Adelia sambil menunjuk ke arah pasangan yang berciuman dengan tangan yang bergerak saling menggoda pasangannya.

__ADS_1


Bram dan Andra langsung melotot begitu mendengar ucapan Adelia barusan. Baru saja Bram dan Andra membuka mulutnya, Adelia sudah bicara terlebih dahulu.


"Kamu bisa melakukan seperti itu dengan Bonie," ucap ibu hamil tanpa dosa.


"Apa?" Bram, Andra, dan Bonie bersamaan.


'Adel, apa kamu sadar dengan apa yang sudah kamu ucapkan barusan?' (Bram merasa merana)


'Adel kamu tahu apa yang aku inginkan saat ini.' (Bonie tersipu malu-malu)


'Aduh, aku kira Adel yang ingin melakukan hal itu dengan mantan kekasihnya.' (Andra merasa lega)


Ternyata keenam orang itu langsung tertidur puas, padahal baru juga film diputar 5 menit. Mereka terbangun saat film berakhir. Jadinya, ketiga pasangan itu tidak tahu tentang cerita apa.


"Katanya film ini banyak kena peringatan, karena banyak sekali menampilkan adegan dewasa," ucap Bella sambil menatap kesal ke arah Chandra yang malah ikut tertidur di sampingnya.


"Jadi, akan sulit di cari di aplikasi ilegal," sambung Bonie.


"Hey, kamu dan Bram kenapa tidak jadian saja? Biar nanti kita bisa menikah bersama." ucap Bella dan didukung oleh Adelia.


"Adel ... Bella!" seru Andra karena sudah melewati batas.


***


Apakah Bram dan Bonie akan menikah? Bagaimana usaha Bella dan Adelia agar Bram mau menerima Bonie sebagai pasangan? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.


__ADS_1


__ADS_2