
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 73
"Adel!"
Andra lari ke dalam rumah untuk memastikan keadaan Adelia baik-baik saja. Begitu dia masuk ke dalam, tepatnya ruang tamu, hanya ada seorang kakek tua dan kedua mertuanya.
"Andra, ada apa?" tanya Papa Adam.
"Adel di mana, Pa?" Andra balik bertanya dengan napas memburu.
"Dia ada di kamarnya," jawab laki-laki paruh baya.
Laki-laki itu bergegas naik ke lantai dua, di mana kamar tidur istrinya berada. Andra langsung membuka kamar istrinya tanpa mengetuk pintu.
Hal pertama yang Andra lihat adalah tubuh seksi Adelia yang hampir polos. Wanita itu hanya menggunakan pakaian dalam saja, karena akan mandi.
Andra langsung memeluk tubuh Adelia dengan erat. Perasaan dia saat ini sedang berkecamuk. Antara panik, lega, dan bergelora bercampur membuat laki-laki ini ingin menangis.
Adelia yang tersentak karena tiba-tiba saja ada yang memeluknya. Untungnya sebelum dia teriak, wangi parfum Andra sudah terlebih dahulu tercium.
"Adel," bisik Andra mempererat pelukannya. Namun, tangan dia salah tempat di dada empuk sang istri.
"A~ndra. A-da apaaa?" tanya Adelia dengan suara merdu lolos begitu saja karena ulah tangan sang suami di aset di bagian atas depan.
"Kenapa kamu sulit sekali dihubungi?" Andra balik bertanya dengan tangan yang semakin aktif.
'Sejak Adel hamil, ini dada semakin besar saja.' (Andra)
Adelia baru ingat kalau tadi handphone miliknya kehabisan daya dan belum sempat di charge sampai sekarang. Ini gara-gara ulah Andra semalam mengajaknya bercocok tanam sampai kelelahan.
__ADS_1
"Kamu mau mandi?" tanya Andra saat melihat baju milik Adelia yang masih dilipat.
"Iya, gerah. Dan rasanya ingin berendam di air dingin," jawab Adelia.
"Kalau begitu kita mandi bersama, yuk!" ajak Andra sambil membalikan tubuh istrinya.
Adelia dan Andra mandi bersama. Tidak sampai 30 menit mereka berada di dalam kamar mandi, karena waktu makan malam akan tiba. Mereka membicarakan tentang kejadian di mana tadi Adelia menemukan kakek-kakek yang terluntang-lantung di jalanan. Hati kecilnya sangat mengasihani keadaan laki-laki tua itu dan dimintanya untuk tinggal sementara waktu di rumah orang tuanya.
***
"Mbah Urip, kenalkan ini suami aku, namanya Andra. Dia juga orangnya baik dan penyayang," kata Adelia mengenalkan Andra kepada kakek tua itu.
Andra menatap dengan penuh selidik pada laki-laki tua itu. Dia merasa kalau orang yang sudah istrinya pungut di jalan adalah orang yang mencurigakan.
Bagi Andra saat ini orang asing terlihat sangat mencurigakan. Dia masih diliputi rasa was-was. Takut kalau keselamatan Adelia dan bayinya terancam.
Setelah banyak berbincang-bincang dengan Mbah Urip, Andra pun undur diri dan mengajak Adelia untuk ke kamar. Mereka sudah sepakat akan tinggal sementara waktu di rumah orang tua Adelia. Alasan yang digunakan oleh Andra adalah karena dia akan sibuk dan Adelia tidak ada yang menemani. Dia tidak mengatakan apa yang sedang terjadi kepada Adelia, untuk mencegah rasa ketakutan dan was-was pada istrinya.
Kedua mertua Andra sudah tahu tentang penguntit itu. Mereka juga menjadi sangat cemas, takut terjadi apa-apa kepada Adelia dan bayi dalam kandungannya.
"Iya. Ini sudah lebih dari sepuluh kali kamu bicara hal yang sama. Memangnya ada apa? Apa ada seseorang yang berniat jahat kepadaku?" tanya Adelia sambil menatap penuh selidik pada sang suami.
'Wah, semenjak hamil otak Adel semakin pintar. Kayaknya anak kita akan terlahir jenius, nih!' (Andra)
"Sayang, sekarang ini zaman sudah akan kiamat. Banyak orang yang menganggap perbuatan jahat itu hal yang biasa. Tapi, kita harus mawas diri, tidak boleh sampai jatuh ke perbuatan jahat mereka," kata Andra dan Adelia hanya menatap dengan mata berkedip-kedip, otaknya sedang loading mencerna ucapan suaminya barusan.
'Maksudnya banyak orang jahat di sekitar aku, ya? Makanya harus hati-hati.' (Adelia)
***
Sudah satu minggu Adelia dan Andra tinggal di rumah Papa Adam, itu berarti Mbah Urip juga sudah bertamu selama itu juga. Papa Adam juga sudah menyuruh Mang Anang untuk membantu kakek tua itu untuk mencari keluarganya. Namun, sudah 7 hari ini keluarga Mbah Urip belum juga ketemu.
Kalau orang lain sedang mencemaskan keselamatan Adelia, sebaliknya wanita itu malah sedang semangat-semangatnya menjadi Mak Comblang untuk Bonie dan Bram. Ditambah dukungan dari Bella dan Chandra, membuat ibu hamil itu membuat agenda untuk kedua orang itu. Kalau Bonie sudah mengakui suka pada Bram, tinggal laki-laki itu yang belum membalas perasaan dari wanita bersurai pendek.
__ADS_1
"Kita adakan acara kencan ganda, yuk!" ajak Adelia kepada mereka.
Saat ini keenam orang itu sedang makan siang bersama. Andra meminta Adelia jangan sering bepergian kesana-kemari, takut kelelahan. Jadi, setiap makan siang mereka akan makan di cafe Adelia.
"Ke mana?" tanya Bella.
"Ya, misal kita nonton bioskop. Lalu, kita makan malam bersama. Atau kita makan malam dulu baru nonton bioskop," jawab istri Andra ini sambil tersenyum jahil.
Bella dan Adelia yang pernah pergi berkencan ganda dua bulan lalu membayangkan kejadian di sana. Banyak pasangan yang bermesraan bahkan sampai kelewat batas. Sementara itu, mereka duduk di kursi VVIP, hanya menonton film yang sedang diputar sambil rebahan dan akhirnya Adelia jatuh tertidur saking pulasnya tidak bangun-bangun. Begitu tersadar di keesokan hari, dia sudah berada di kamar tidur rumahnya.
"Setuju!" jawab Chandra dan Andra bersamaan dengan penuh semangat. Otak mereka sudah dipenuhi oleh bayangan yang membuat mereka bergelora.
Bram hanya bisa pasrah. Dia tidak mau membuat Adelia dan Bella bersedih. Dia senang jika melihat kedua perempuan itu tersenyum dan tertawa. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pergi kencan bersama makan malam bersama dan menonton film di bioskop.
***
"Nyonya Cindy, nanti malam Minggu, katanya Adelia dan suaminya akan pergi nonton film di bioskop. Apa sebaiknya kita jalankan rencana di hari itu?"
Mbah Urip alias Cobra sedang menghubungi tuan yang mempekerjakan dia. Laki-laki itu merasa kalau itu adalah waktu yang tepat untuk menjalankan rencana mereka.
^^^"Sebaiknya rencana kita satu hari sebelumnya saja. Biar mereka tidak bisa menjalankan rencana itu. Biar tahu rasa kalau apa yang sudah dirancang masak-masak harus dirusak oleh orang lain."^^^
"Jadi?"
^^^"Hari Sabtu pagi kita lakukan rencana itu. Ingat jangan sampai gagal kali ini! Kalau masih gagal juga, tamat sudah riwayat kita."^^^
"Baiklah Nyonya!"
***
Rencana apa yang akan dilakukan oleh Cobra dan Mama Cindy? Apakah Andra akan bisa melindungi Adelia? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
__ADS_1