
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 49
"Apa Andra sengaja menyembunyikan identitas aslinya dari kita?" tanya Mama Cindy sambil menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Citra.
"Mungkin saja, tetapi aku tahu kalau Andra bukanlah seorang laki-laki pembohong. Selain itu, dia juga sangat mencintai aku dan rela melakukan apapun demi diriku," jawab Citra.
Ibu dan anak ini sekarang berada di rumah mereka, yang dulu ditempati oleh Citra dan Chandra saat masih menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Rumah itu kini sudah menjadi milik Citra sebagai kompensasi perceraiannya dengan Chandra.
"Kamu bilang rumah Andra itu yang ada di depan itu, ya,?" tanya wanita paruh baya itu sambil membuka gorden jendela yang kini memperlihatkan rumah Adelia dan Andra yang berada di seberang jalan.
__ADS_1
Citra pun membenarkan itu dan berkata kalau sudah beberapa hari ini rumahnya dalam keadaan kosong. Di rumahnya sendiri yang tinggal hanya dia. Sementara itu para pembantu datang dari pagi sampai sore hari.
"Kalau begitu kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkan Andra kembali," kata Mama Cindy.
Tentu saja Citra senang mendapat dukungan dari sang ibu. Sebab, itu juga yang sedang dia rencanakan saat ini. Selain bisa bersatu kembali dengan laki-laki yang dia cintai, hidupnya juga akan semakin terjamin jika menikah dengan Andra di kemudian hari.
"Tapi yang sering bikin aku kesel adalah istrinya. Wanita itu sering sekali menempel pada Andra dan sok romantis jika sedang bersama dengannya," ujar Citra dengan perasaan kesal.
Mendengar pengaduan dari putrinya ini, Mama Cindy punya sebuah ide yang akan mereka rencanakan bersama. Bagaimana caranya agar membuat Andra mau kembali ke dalam pelukan sang anak.
"Mama tidak akan membuat rencana yang aneh-aneh, 'kan?" tanya Citra sambil memicingkan mata mencoba menganalisis setiap gerak tubuh dan ekspresi ibunya.
"Tentu saja tidak, Sayang. Untuk apa Mama mengorbankan kebahagiaan dirimu. Karena bagi Mama yang terpenting adalah kamu bisa hidup bahagia dan terhormat," jawab wanita berbaju warna merah dari merk terkenal dunia.
__ADS_1
Ibu dan anak itu selalu kompak dalam melakukan berbagai hal. Mau itu perbuatan baik ataupun buruk, menyukai dan tidak menyukai sesuatu, dan menjalankan hobi yang sama. Tidak aneh jika orang-orang sering bilang kalau Citra dan Mama Cindy itu seperti buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
"Mama, sih, dulu menyuruh aku untuk memutuskan Andra dan menjebak Chandra agar kita bisa menikah," gerutu Citra.
Wanita itu sedang membayangkan betapa bahagianya dia saat ini jika dulu tidak putus dengan sang pujaan hati. Bahkan langsung saja menikah. Pastinya dia tidak akan merasakan pedihnya hati karena terkena tekanan dari keluarga Chandra, seperti kemarin-kemarin sebelum mereka cerai.
"Kan, sudah mama bilang tadi! Kalau seandainya dari dulu mama sudah tahu Andra itu bagian dari keluarga Wangsa, tentu saja akan langsung direstui kalian untuk segera menikah," balas Mama Cindy dengan nada penuh penekanan karena merasa tidak suka kalau disalahkan.
"Lalu, rencana apa yang akan Mama buat agar aku dan Andra bisa bersama kembali?" tanya Citra penasaran.
***
Rencana apa yang akan dibuat oleh Mama Cindy untuk Citra? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Teman-teman aku minta maaf karena isi babnya sedikit dikarenakan kondisi tubuh aku sedang tidak dalam keadaan sehat. Seluruh badan remuk dan lemas.