
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 80
Hari pernikahan Bella dan Chandra berlangsung dengan meriah. Pasangan pengantin itu terlihat sangat bahagia. Impian keduanya kini sudah terwujud dan orang-orang di sekitar mereka ikut bahagia.
"Selamat menempuh hidup baru! Semoga kalian bisa hidup bahagia," ucap Adelia sambil memeluk Bella.
"Terima kasih, teman. Semoga kamu juga bisa melahirkan buah cinta kalian dalam keadaan sehat dan semua baik-baik saja," balas Bella.
Andra dan Chandra saling berjabat tangan dan mendoakan kebaikan satu sama lain. Kedua laki-laki itu mendapatkan pasangan sesuai dengan harapan dan impian mereka. Berbeda dengan laki-laki yang berdiri di belakang Andra. Dia harus merasakan cinta yang pupus. Di mana sang pujaan hati lebih memilih suaminya untuk menghabiskan hidup bersama.
"Bram, bagaimana dengan hubungan kamu dengan Bonie?" tanya Chandra yang masih tidak enak hati karena dirinya Bram dan Bella memutuskan bercerai.
"Kita baik-baik saja. Hanya saja rasa cinta itu belum hadir juga di dalam diriku," jawab duda tampan itu.
"Semoga kamu secepatnya bisa mendapatkan cinta itu. Bonie adalah orang yang benar-benar tulus mencintai kamu," lanjut Chandra kepada Bram.
Sang duda hanya mengangguk, dia juga sebenarnya tidak enak harus terus menolak cinta wanita itu. Namun, jika memaksa membuka hati untuk wanita itu, maka dia akan menyakiti perasaannya dan perasaan Bonie.
***
Sementara itu, Adelia sedang memberi tahu Bonie bagaimana cara menaklukkan hati Bram. Ibu hamil itu merasa sangat gemas dengan tingkah keduanya. Padahal dia berharap kalau hubungan mereka sudah terjalin lebih erat lagi.
"Kamu, harus jadi seorang perempuan yang sangat bergantung pada Bram. Ya, kamu pura-pura saja kurang bisa saat mengerjakan sesuatu. Karena, Bram akan merasa bahagia jika keberadaannya dianggap berharga dan sangat penying. Dulu aku juga sering minta tolong kepadanya jika tidak bisa melakukan sesuatu. Aku tidak pernah malu menceritakan apa sudah atau sedang terjadi kepadaku. Dia juga akan dengan senang hati membantu aku," jelas Adelia.
Selama ini justru Bonie selalu belajar mandiri dan membuat dirinya kuat dan tangguh. Dirinya tidak ingin merepotkan orang lain.
"Baiklah akan aku coba nanti," balas Bonie.
***
__ADS_1
Setelah pesta pernikahan Bella dan Chandra, Bonie menerapkan apa yang di ajarkan oleh Adelia. Ternyata benar, kini Bram lebih perhatian dan banyak bertanya apa membutuhkan bantuan dirinya. Meski wanita itu sebenarnya bisa melakukan sendiri, tetapi dia akan minta bantuan laki-laki itu jika sedang bersama dengannya.
'Bram itu tipe laki-laki yang suka memanjakan wanitanya dan sangat senang jika dirinya bisa berguna bagi orang lain.' (Bonie)
'Ternyata Bonie itu wanita yang manja dan tidak malu untuk minta tolong jika tidak bisa melakukan sesuatu, mirip Adel.' (Bram)
Bonie juga minta diajarkan memasak makanan favorit Bram dan beberapa masakan yang pernah dibuatkan untuk dirinya. Seringnya mereka bertemu dan berinteraksi membuat keduanya saling terbuka dan tidak malu berbagi kisah dan perasaan yang sedang mereka rasakan. Berawal dari simpati menjadi suka.
Sekarang justru Bram yang sering mengajak Bonie ketemuan terlebih dahulu atau pergi kencan. Sekarang tanpa campur tangan Adelia dan Bella, keduanya sering pergi berkencan.
"Hari ini kita akan pergi ke mana?" tanya Bonie dengan senyum lebar.
"Bagaimana kalau pergi ke danau buatan? Di sana banyak tempat yang bagus untuk dikunjungi," jawab Bram.
Dalam bayangan Bonie, nanti mereka akan menaiki perahu bebek yang di kayuh. Terbayang sudah suasana romantis antara mereka berdua.
'Bagaimana jika nanti saat di tengah-tengah danau Bram mencium aku? Aduh, aku tidak bisa membayangkan wajah aku nanti seperti apa. Pastinya akan merona kedua pipi aku ini.' (Bonie)
***
Kini usia kandungan Adelia mau memasuki usia 9 bulan. Persiapan untuk melahirkan pun sudah siap. Bahkan kamar di Rumah Sakit Ibu Dan Anak, sudah mereka sewa. Kedua keluarga mereka menginginkan yang terbaik untuk Adelia dan calon bayinya.
"Sayang, kamu harus banyak olahraga. Misalnya jalan kaki, agar melatih pernapasan kamu untuk lahiran nanti," ucap Anda kepada sang istri saat mereka duduk santai di pagi hari sebelum sarapan.
"Setiap hari aku juga selalu berolahraga, sedang berjalan kaki keliling komplek, sesuai perintah kamu dan mama," balas Adelia.
Andra cukup terkejut mendengar pengakuan sang istri. Sebab, Adelia jarang sekali berolahraga. bakar kedua mertua dan kakak iparnya sering mengeluhkan perempuan ini yang tidak mau banyak bergerak.
"Masa? Olahraga apa kamu setiap hari?" tanya Andra.
"Olahraga bersama kamu di atas ranjang," jawaban Adelia sambil menyeringai lebar.
"A-pa ...?" Andra tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"Itu juga 'kan sama, aku mengeluarkan banyak keringat saat bercinta dengan kamu, Suamiku," balas Adelia sampai mengedipkan matanya genit.
"Tentu saja hal itu berbeda, Sayang," jawab sang suami gemas.
'Tahu pikirannya begini aku ajak dia bercinta sehari tiga kali.' (Andra)
Mumpung hati masih pagi, Andra mengajak Adelia berjalan-jalan di sekitar komplek. Dia ingin calon anak dan istrinya bisa sehat setelah kelahiran nanti.
Saat mereka jalan-jalan di sekitaran komplek, ada banyak orang-orang yang berpapasan usia kandungan Adelia. Mereka juga mendoakan yang terbaik untuk ibu dan calon bayi yang masih berada di dalam kandungan itu.
"Ternyata jalan-jalan pagi seperti ini juga sangat menyenangkan," ucap Adelia.
"Makanya kamu harus rajin berjalan keliling komplek. Agar bisa bertemu dengan orang lain dan berbincang-bincang tentang kehamilan dan melahirkan," tukas Andra sambil mengusap kepala Adelia.
"Iya. Mulai besok aku akan rajin berkeliling komplek," ucap Adelia.
Sebenarnya jadwal kegiatan harian Adelia sehari-hari itu sangat padat. Dia itu orang yang super sibuk. Bukan sibuk bekerja, tetapi sibuk menonton you tub. Dia menonton bagaimana cara memandikan bayi atau merawat bayi yang baru lari.
"Aduh," Adelia meringis menahan rasa sakit.
"Kenapa?" tanya Andra sambil menyentuh tubuh sang istri.
"Andra, sepertinya aku mau melahirkan!" pekik Adelia.
"Apa?" Andra gemetaran dan langsung pingsan tidak sadarkan diri.
"Andra! Kenapa kamu malah pingsan? Seharusnya aku yang dibawa ke rumah sakit!" teriak Adelia.
***
Kenapa Andra malah pingsan? Apakah Adelia bisa melahirkan dengan lancar? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Atau kalian bisa dengar melalui audio 😍. Yuk, meluncur ke novelnya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1