
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 33
Adelia membawa Andra ke kafe-nya, lalu membuatkan nasi goreng dan jus tomat kesukaannya. perempuan itu senang saat melihat sang suami begitu lahap memakan masakannya. Padahal anak nasi goreng dan telur ceplok sama irisan mentimun saja.
"Kamu lapar, ya?" tanya Adelia masih sambil memperhatikan Andra.
"Tentu saja, Sayang. Aku 'kan terakhir makan itu kemarin malam," jawab Andra setelah menelan habis makanan di dalam mulutnya.
Adelia merasa bersalah karena sudah bangun kesiangan tadi, sehingga dia tidak bisa membuat sarapan untuk suaminya. Padahal dia selalu menyalahkan alarm agar tidak kesiangan, tetapi pagi tadi bunyi alarm itu tidak terdengar olehnya.
"Apa setelah ini kamu akan langsung berangkat kerja lagi?" tanya Adelia sambil menyeka bumbu di ujung bibir Andra. Namun, laki-laki itu malah menahan tangan sang istri dan malah menjilatnya.
seketika tubuh Adelia terasa tersengat oleh listrik, saat lidah hangat milik Andra menjilatnya. Jantung dia juga baru tahu dan terasa ada ribuan kupu-kupu yang menari di dalam perutnya.
"Andra," lirih Adelia gugup.
Ternyata para karyawan di sana melihat kejadian barusan. Dalam waktu seketika mereka bersorak-sorai menggoda Adelia.
"So sweet, banget!"
"Lanjutkan saja, Bos! Biarkan kami yang melayani pengunjung," timpal yang lainnya.
__ADS_1
"Bos, bikin iri saja. Kasihan kami kaum Jomblo," lanjut karyawan lainnya.
Perempuan itu sangat malu mendapat perlakuan seperti itu dari para pegawainya. Namun, berbanding terbalik dengan sang suami yang tersenyum lebar melihat rona di pipi sang istri.
"Cepat sana pergi kalau sudah selesai makan!" ujar Adelia dengan menahan malu.
"Sayang, kamu mengusir aku," balas laki-laki yang sudah menghabiskan nasi goreng sepiring penuh.
Perempuan itu memutar bola matanya dan menghembuskan nafas dengan kasar. Bukan maksud Adelia seperti itu.
"Nanti Kakek akan memecatmu jika tidak bekerja dengan benar," lanjut perempuan yang memasang wajah cemberut.
Andra melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu menunjukan sudah 30 menit dia berada di kafe Adelia.
Adelia gemas melihat wajah Andra yang seperti ini. Rasanya dia ingin mencubit kedua pipi suaminya itu.
"Nanti saja di rumah, bebas sepuasnya. Kalau di sini tempat umum. Tidak baik dilihat oleh orang lain," balas Adelia.
Andra pun akhirnya mengalah dan beranjak pergi meninggalkan kafe. Saat dia berjalan menuju pintu, ada seorang wanita yang berjalan berlawanan arah dengannya. Tiba-tiba saja wanita itu jatuh keseleo dan Andra menahan tubuhnya.
"Anda tidak apa-apa?" tanya Andra sambil membantu menegakkan tubuh perempuan yang berpenampilan seksi.
"Terima kasih," balas perempuan itu sambil menatap Andra dengan penuh kekaguman.
Terlihat jelas dari pancaran matanya, kalau wanita ini langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Andra. Itu juga bisa dilihat oleh Adelia yang jaraknya tidak begitu jauh dari sana.
__ADS_1
Ada rasa tidak suka yang kini dirasakan oleh Adelia. Lalu dia pun berjalan cepat ke arah Andra.
"Suamiku, hati-hati di jalan ya bekerjalah dengan penuh semangat," kata Adelia sambil memeluk tubuh tegap itu. Dilanjutkan dengan mengusap wajah Andra, lalu memberikan ciuman pada bibir.
Perempuan itu seperti menjilat ludahnya sendiri. Lupa dengan apa yang sudah dia ucapkan tadi pada suaminya. Tentu saja hal ini membuat Andra terkejut. Begitu juga dengan wanita seksi yang berdiri di sampingnya.
'Katanya tadi tidak boleh berciuman di tempat umum. Tapi, kini dia sendiri yang nyosor duluan.' (Andra)
Seakan tidak mau melepaskan kesempatan ini, Andra pun membalas ciuman Adelia tidak kalah mesranya. Ini membuat wanita penampilan seksi itu kesal, kemudian dia membalikkan badannya dan pergi meninggalkan kafe.
'Dasar wanita penggoda suami orang. Sana pergi jauh!' (Adelia)
"Bos cemburu," bisik salah seorang karyawan.
"Wajarlah, suaminya 'kan cakep. Bos takut nanti di goda oleh pelakor," timpal yang lainnya.
'Cemburu? Siapa yang cemburu?' (Adelia)
***
Adelia tidak sadar kalau dia sedang cemburu saat ini? Apakah Andra akan menagih janji kepada Adelia saat di rumah nanti? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1