
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 32
Imbas kejadian saat bangun pagi adalah Adelia tidak mau dekat-dekat dengan Andra. Tentu saja membuat laki-laki itu lesu saat pergi kerja, karena tidak ada pelukan dan ciuman penyemangat dari sang istri.
Adelia marah karena tubuh bagian atasnya ada banyak jejak cinta yang dibuat oleh sang suami. Jadinya, dia harus memakai pakaian yang menutup sampai ke leher ditambah pakai scraf untuk menutupi lehernya. Meski sudah di tutupi oleh foundation, perempuan itu takut kejadian dulu terulang kembali. Di mana Andra memberikan tanda di leher dan Adelia mencuci muka dan lehernya, dia lupa dengan tanda peninggalan sang suami, jadinya para karyawan di kafe semua heboh.
"Aku tidak semangat mengerjakan pekerjaan yang menumpuk ini!" teriak Andra di balik meja kerjanya.
"Pak Andra, kita akan ke lapangan untuk melakukan sidak ke gudang dan pabrik produksi. Setelah itu kita akan ke pasar-pasar dan toko swalayan," kata salah seorang rekan kerja Andra.
'Kenapa di saat sedang tidak semangat seperti ini, malah banyak pekerjaan yang harus dilakukan.' (Andra)
Andra rasanya ingin pergi menemui Adelia dahulu agar bisa memeluk dan menciumnya untuk transfer energi. Rekan-rekan kerja Andra merasa aneh dengan dirinya yang selalu bersemangat, kini menjadi pendiam.
"Sepertinya ada yang tidak dikasih jatah, nih!" ejek salah seorang dari tiga orang yang ikut bersama Andra pergi ke pabrik.
Andra tahu kalau orang-orang itu, sedang menyindir dirinya, tetapi dia diamkan saja. Namun, saat dia sedang mengalihkan perhatiannya kepada jalanan. Terlihat Adelia sedang berbicara dengan seseorang yang dia kenal. Siapa lagi kalau bukan Bram.
__ADS_1
"Berhenti!" titah Andra pada rekan kerja yang bagian menyupir.
"Ada apa, Pak?" tanya saat mobil berhenti.
"Kalian pergi duluan. Aku nanti menyusul," balas Andra sambil membuka sabuk pengaman dan berlari ke arah istrinya.
Adelia dan Bram sedang berdiri di trotoar depan kafe milik Adelia. Keduanya, sedang berdiri di sana ketika Andra sampai sana.
"Adel!" panggil Andra dan langsung mencium bibir sang istri di depan mantannya.
Adelia yang sudah sering mendapatkan serangan dadakan oleh Andra seperti ini, masih saja malu dan deg-degan. Ketika sang suami memperdalam ciumannya, perempuan itu tidak bisa berkutik selain menikamnya.
"Aku yakin di balik kain yang ada di lehernya itu banyak tanda yang sudah dibuat oleh Pak Andra," ucap karyawan yang tidak jauh berdiri dari Andra dan Adelia.
Bram yang dikejutkan oleh kedatangan Andra dan langsung main sosor sang pujaan hati, membuat dirinya kesal dan cemburu. Rasanya dia ingin memisahkan mereka, tetapi dia tidak akan bisa melakukan hal itu.
Andra menghentikan ciuman itu, ketika Adelia memukulnya karena kehabisan napas.
"Andra ap—" Andra memeluk erat tubuh Adelia.
"Diamlah, Adel!" bisik Andra menyuruh sang istri.
__ADS_1
"Hei, ini di tempat umum! Apa kamu tidak malu?" Bram menyindir Andra.
"Kenapa meski malu, aku melakukannya dengan istri sendiri. Justru hal yang memalukan adalah berduaan dengan istri orang," balas Andra dan Bram kena telak.
Andra merangkul tubuh Adelia dengan mesra. Dia menunjukkan kepada tetangganya itu kalau dia tidak akan melepaskan Adelia, apa pun yang terjadi.
"Sayang, aku lapar. Seharusnya aku pergi ke toko swalayan saat ini setelah dari pabrik. Aku takut kalau telat makan dan nanti penyakit maag aku kambuh," ucap Andra mengadu kepada Adelia dengan manja.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Adelia merasa kasihan. Dia pun segera membawa Andra masuk ke kafe dan menyiapkan makan.
"Bram, soal itu nanti aku tanyakan sama Abbas," ujar Adelia sambil berjalan masuk menuju kafenya.
'Abbas? Ada apa ini?' (Andra)
***
Sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara Adelia dan Bram? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1