Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 41. Wejangan Untuk Adelia


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 42


Adelia kini sudah yakin akan perasaannya. Dia pun sudah memberi tahu kepada Abbas kalau dia sudah jatuh cinta kepada Andra. Tentu saja keluarga perempuan itu merasa sangat senang, karena rumah tangga putri mereka tidak akan sampai terjadi perceraian. Bahkan Mama Alia dengan penuh semangat memberikan wejangan kepada putrinya itu.


^^^"Adel, pupuk terus perasaan cinta dan sayang itu agar terpatri kuat di dalam hatimu." ^^^


"Iya, Ma."


^^^"Kalau ada apa-apa, bicarakan berdua bersama Andra. Kalian ini sudah menjadi pasangan suami istri. Harus saling mengerti dan memahami satu sama lain.^^^


"Iya, Ma."


^^^"Kamu juga harus jadi istri yang pinter mengurus suami, rumah, dan anak-anak kalian kelak."^^^

__ADS_1


"Iya, Ma. Eh, ngomong-ngomong tentang anak, biar cepat hamil harus melakukan apa saja?" 


Di seberang sana ibunya Adelia sedang meratapi kepolosan entah kebodohan putrinya. Tidak ada salahnya juga Adelia bertanya seperti itu sebenarnya. Sebab, pasangan suami istri itu ada yang cepat dikasih kehamilan anak mereka, ada juga yang harus menunggu bertahun-tahun, bahkan ada juga yang dinyatakan mandul.


^^^"Itu kamu bicarakan dengan Andra, yang pasti dia juga pasti tahu apa yang harus dilakukan agar kalian secepatnya bisa punya bayi. Kamu juga harus turuti perintah Andra jika itu benar. Namun, jangan kamu turuti jika itu salah."^^^


'Mama ini bagaimana. Bukannya perempuan itu yang bisa hamil, kenapa harus membicarakan hal ini kepada Andra? Dia kan laki-laki tidak mungkin bisa hamil. Mama ini ada-ada saja.' (Adelia)


"Iya, Ma."


Pakaian yang dia kenakan saat ini adalah lingerie yang berapa transparan seperti sarangan tahu dan memperlihatkan tubuh seksinya dengan jelas. kemarin Andra bilang senang melihat dia yang berpenampilan seperti saat ini.


"Aku sudah cantik, 'kan?" gumam Adelia sambil mematut dirinya di depan cermin. Terlihat riasan wajahnya yang simpel dan terkesan natural membuat wajahnya terlihat semakin cantik.


"Siapa sih gadis ini? Cantik sekali," tanya Adelia pada dirinya sendiri yang melihat pantulan bayangan dirinya di cermin.


"Aku adalah Adelia, istrinya Andra," balas seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang.

__ADS_1


Adelia yang masih merasa kesal dan cemburu, karena tadi tidak diajak oleh Andra untuk menemui kliennya. Pura-pura saja memasang wajah cemberut.


Andra yang merasa sangat gemas terhadap istrinya, langsung saja main sosor pada seluruh permukaan wajahnya. Dia hisap bibir atas dan bawah secara bergantian. Bagian tubuh yang terasa lembut dan kenyal milik sang istri ini sudah menjadi kecanduan baginya.


"An-dra, sa-na kamu pergi mandi dulu! Banyak kuman yang menempel," ucap Adelia dengan napas yang terputus-putus, dia kehabisan oksigen di dalam paru-parunya karena berciuman dengan Andra.


"Mandi bareng, yuk!" ajak Andra sambil menggendong tubuh Adelia.


"Tung-gu, apa yang kamu lakukan Andra! Aku baru saja selesai mandi barusan," teriak Adelia saat laki-laki itu masih saja membawa dirinya masuk ke kamar mandi.


***


Bagaimana kisah cinta kelanjutan Adelia-Andra, Bram-Bella, dan Bella-Chandra. Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.


__ADS_1


__ADS_2