
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 49
Adelia dan berapa hari ini mendatangi rumah Kakek Andi. Keduanya memperlihatkan kemesraan di depan keluarga Wangsa. Mereka duduk berdampingan dan saling merangkul. Bahkan tatapan mata mereka penuh dengan binar cinta.
Mami Alicia yang melihat itu merasa sangat senang. Ide memberikan hadiah menginap 3 malam 2 hari itu berhasil. Anak dan menantunya kini semakin dekat dan terlihat gurat kebahagiaan dari raut wajah mereka.
Bahkan Adelia mengaku dengan jujur, dia bilang sudah beberapa kali membuat calon bayi mereka selama menginap di hotel itu. Tentu saja ini kabar yang menggembirakan baginya dan juga sang besan. Mereka berharap kalau Adelia bisa cepat hamil.
"Kalian malam ini menginap di sini, ya?" pinta Kakek Andi kepada Adelia dan Andra.
"Tapi, Kek—" Andra belum menyelesaikan omongannya.
"Iya, Kek. Kita menginap di sini malam ini," potong Adelia dan itu membuat Kakek Andi senang.
Suasana di rumah Kakek Andi yang super megah itu pun kini ramai dengan ocehan Adelia dan Andra. Ditambah dengan Mami Alicia dan Mama Alia yang kompak menggoda pasangan itu.
Derai tawa sering memenuhi pembicaraan mereka. Kakek Andi tiada hentinya tertawa karena kepolosan Adelia yang sering dimanfaatkan oleh Andra dan Abbas. Kedua laki-laki itu selalu kompak dalam menjahili menantu dari keluarga Wangsa.
Mereka pun berencana makan siang bersama. Mama Alia meminta Adelia untuk memasakkan menu makan spesial untuk mereka. Terutama untuk Kakek Andi yang belum pernah mencoba masakan perempuan ini.
Jadilah, Adelia berkutat di dapur dibantu oleh Mama Alia dan Mami Alicia. Dia rencananya akan membuat pindang ikan dan sayur katuk. Adelia memasak ikan menggunakan presto agar empuk sampai ke tulang-tulangnya. Meski nanti tulang ikan itu ikut kemakan masih tetap bisa dikunyah karena sudah empuk.
__ADS_1
Meski Kakek Andi seorang konglomerat, tetapi dia tidak suka makan dengan banyak menu. Selain itu, laki-laki tua ini juga suka makanan dari bahan yang masih segar dan serba dadakan.
Adelia masak pindang ikan sebanyak 2 kg, tempe, tahu, dan sayur katuk. Papa Adam kalau makan yang namanya tempe dan tahu itu meski ada. Kedua makanan ini adalah favoritnya, tetapi harus dalam keadaan hangat.
Setelah makan siang bersama, keluarga Adelia pamit pulang. Meski Mami Alicia meminta mereka juga untuk menginap, tetapi ditolak.
"Kami harus pulang, karena Abbas akan pergi dinas ke luar kota dan aku belum meyiapkan perbekalannya," ucap Mama Alia tidak enak hati.
"Maaf, ya, Tante. Mungkin lain kali kita bisa berkumpul bersama," lanjut Abbas dengan perasaan sedih.
"Sebaiknya kita selalu adakan kumpul bersama seperti ini sebulan sekali. Agar hubungan kita semakin erat seperti aku dan Darma, dulu," kata Kakek Andi.
"Iya, itu akan lebih baik bagi keluarga kita," balas Papa Adam.
***
Sementara itu, Bram dan Bella kini sedang berada di perusahaan milik keluarga Bara. Para jajaran direksi perusahaan menjadi saksi atas peralihan nama saham Bella kepada Bram. Mereka awalnya sangat terkejut saat mendengar keinginan Bara untuk memberikan dua pertiga saham milik Bella kepada menantunya itu.
Selain itu, Bram juga menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan kalau dirinya akan terus mengabdi seumur hidup di perusahaan milik Bara ini. Dia akan sekuat tenaga untuk memajukan perusahaan mertuanya.
"Terima kasih Bram," ucap Bella sambil memeluk tubuh laki-laki yang sudah dianggap sebagai kakaknya ini.
"Nanti kamu harus hidup bahagia ketika menjalani rumah tangga bersama dengan Chandra," balas Bram yang memeluk tubuh kecil istrinya ini.
Kini kedua orang itu sedang berada di ruang kantor milik Bram. Ruangan yang luas dan nyaman dengan desain interior minimalis dengan warna putih dan abu-abu. Dinding-dinding kaca yang besar menampakan pemandangan ibu kota yang megah.
__ADS_1
"Iya. Kamu juga harus segera mencari pengganti Adelia secepatnya," ujar Bella dengan nada sedih.
"Tunggu, yang benar itu adalah seharusnya aku secepatnya mencari pengganti dirimu?" tanya Bram sambil tertawa terkekeh.
"Ish, karena yang ada di hati kamu adalah Adelia, bukan aku. Jadi, kamu secepatnya mencari perempuan yang bisa mengisi hati kamu untuk menggantikan posisi Adelia," jelas Bella.
Keduanya pun tertawa renyah. Mungkin mereka ditakdirkan bukan untuk menjadi orang yang saling mencintai, tetapi saling menyayangi dan menjaga. Rasa sayang yang tumbuh dalam diri mereka hanya sebatas teman atau saudara, bukan sebagai kekasih.
***
"Citra, kenapa kamu tidak bilang kalau Andra adalah cucu pemilik perusahaan PT. Wangsa?" tanya Mama Cindy dengan gusar.
"Mana aku tahu kalau dia itu cucu dari seorang konglomerat. Karena selama ini aku berpacaran dengannya tidak pernah menyinggung soal keluarga Wangsa," balas perempuan berpenampilan seksi dengan merk terkenal.
Sementara itu , wanita paruh baya yang terlihat berjalan mondar-mandir di ruang tengah keluarganya, bergumam tidak jelas. Dia saat kecewa, karena baru mengetahui akan informasi ini.
"Apa Andra sengaja menyembunyikan identitas aslinya dari kita?" tanya Mama Cindy sambil menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Citra.
***
Jawaban apa yang akan diberikan oleh Citra kepada Mamanya? Apakah rumah tangga Adelia dan Andra akan berjalan mulus? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
__ADS_1