Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 47. Hukuman Bella dan Bram


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 47


Akhirnya kedua pasangan itu pun memutuskan untuk jalan-jalan bersama berkeliling mencari makanan yang enak. Bukannya saling bergandengan dengan pasangan masing-masing, tetapi malah Adelia dan Bella yang berjalan sambil bergandengan tangan.


Bagi Bram itu tidak masalah, tetapi bagi Andra itu sangat menyebalkan. Laki-laki itu hanya ingin berjalan sambil merangkul tubuh istrinya dengan mesra seperti tadi. 


'Kenapa meski bertemu dengan mereka di saat aku dan istriku sedang menikmati waktu bersama.' (Andra)


'Adelia hari ini terlihat berbeda. Dia terlihat lebih cantik dan ceria, tetapi wajahnya agak pucat seperti orang yang kelelahan dan kurang istirahat. Dia tidak di kerja rodikan oleh suaminya, 'kan?' (Bram)


Adelia dan Bella mendatangi kedai makanan yang dirasa makanannya cocok sesuai dengan selera mereka. Dalam hal ini keduanya selalu memiliki cita rasa yang sama. Mereka suka makanan yang pedas.


"Bella, ada yang jualan bakso mercon, yuk, kita ke sana!" ajak Adelia sambil menunjuk sebuah gerobak yang ada di ujung kanan.


Kedua perempuan itu pun bergegas menuju ke sana dan diikuti oleh suami mereka. Ternyata kedai kecil itu dipenuhi oleh pengunjung. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Chandra yang sedang antri.


"Ayang, sedang apa di sini?" tanya Bella sambil menghampiri Chandra.


"Sayang, Mami ingin bakso mercon yang minggu lalu aku beli di sini. Lalu, kamu ke sini sama siapa?" Chandra balas bertanya.


"Bersama dengan Bram dan tidak sengaja bertemu dengan Adelia dan juga Andra," balas Bella sambil menunjuk ke arah mereka yang berjalan ke arahnya.


Akhirnya mereka menerima makan bakso mercon di sana. Hal yang aneh di sana adalah Bram bukannya cemburu saat melihat Bella bersama dengan Chandra, tetapi dia merasa cemburu saat melihat Adelia dan Andra. Suami mantan kekasihnya itu sangat perhatian kepada Adelia. Laki-laki itu memotong bakso menjadi kecil-kecil sebelum di makan oleh perempuan itu.

__ADS_1


Padahal yang sama juga terjadi kepada Bella, di mana Chandra juga memotong-memotong kecil bakso yang berukuran besar itu. Namun, Bram yang tidak mempunyai rasa lebih dari seorang kakak terhadap Bella, melihatnya biasa saja.


'Kenapa Bram wajahnya terlihat sangat kesal, ya?' (Adelia)


Wanita itu tidak sadar kalau Bram saat ini sedang cemburu kepadanya. Adelia lupa kalau udah masih mencintai dia. Hanya karena hati dia saat ini sudah dipenuhi oleh Andra, jadinya merasa tidak ada yang salah saat mereka saling memberikan perhatian.


'Adelia, apa kamu tidak punya keinginan untuk kembali melanjutkan hubungan kita yang kandas ini?' (Bram)


'Dia mau apa, sih! Dari tadi terus memperhatikan Adelia.' (Andra).


"Sayang, sudah selesai makannya?" tanya Andra sambil membersihkan mulut Adelia menggunakan tisu.


"Sudah," balas sang istri.


"Kalau begitu kita pamit, ya!" 


"Apa kita akan kembali ke hotel?" tanya Adelia.


"Kalau kembali ke hotel, kita akan buat bayi lagi. Apa kamu mau?" tanya Andra balik menggoda perempuan bersurai panjang.


Wajah Adelia mendadak merona. Dia menjadi malu ketika mengingat lagi kegiatan semalam. Wanita itu tidak menyangka kalau membuat bayi sangat menyenangkan bagi dirinya.


"Memangnya tidak apa-apa membuat bayi di siang hari?" tanya Adelia malu-malu dan bikin gemas Andra.


Andra pun membisikan sesuatu ke telinga sang istri dan membuatnya, tersenyum tersipu malu. Adelia pun mengangguk. Akhirnya, mereka memutuskan kembali ke hotel dan menikmati waktu berdua.


***

__ADS_1


Bram memandangi rumah Adelia yang gelap. Ini sudah dua malam rumah itu dalam keadaan tidak ada cahaya, berbeda dengan biasanya. Padahal Adelia adalah tipe orang yang tidak suka dengan gelap. Menurutnya itu membuat dia pengap.


"Apa mereka masih menghabiskan waktu di hotel?" Bram bertanya-tanya.


"Sepertinya aku sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bersama dengannya," gumam Bram dengan tatapan sendu.


Angin malam yang menerpa dirinya, tidak membuat perasaan Bram tenang. Dia biasanya merasa tenang jika duduk di balkon sambil melihat ke arah kamar Adelia. Suasana malam yang sunyi adalah hal yang dia sukai. Namun, ketika sang pujaan hati tidak ada di tempatnya, tetap saja hatinya merasa resah.


"Bram," panggil Bella dari balkon kamarnya.


"Ya, ada apa?" tanya Bram sambil mengerikan perhatiannya kepada sang istri.


"Besok akan ada penandatanganan pengalihan saham milikku untukmu. Jadi sebaiknya sekarang beristirahat, jangan sampai besok kamu tidak fokus," balas Bella.


Perjanjian antara Bella, kedua orang tuanya, dan Bram adalah menyerahkan setengah saham milik Bella kepada laki-laki itu sebagai kompensasi akan perceraian mereka. Ini juga sebagai hukuman dari orang tuanya untuk Bella, karena merasa perceraian itu tidak perlu terjadi jika keduanya sama-sama mau membuka hati dan saling menerima. 


Sementara itu, hukuman untuk Bram sendiri adalah seumur hidupnya harus mau mengurus perusahaan milik Bara. Tidak boleh pergi atau pindah kerja.


"Bukan yang sama juga untuk dirimu," ucap Bram sambil tertawa kecil.


"Aku baru bangun tidur dan teringat akan dirimu," kata Bella dengan memasang wajah cemberut.


"Iya, ini aku juga mau tidur. Kamu juga balik masuk ke kamar lagi!" titah laki-laki yang memakai kaos berwarna putih.


Mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing dan tidur. Berbeda dengan tetangga sebelahnya yang sekarang sedang berada di kamar hotel. Mereka sedang bekerja membuat bayi untuk kesekian kalinya.


***

__ADS_1


Apakah rumah tangga Bella dan Bram tidak bisa diselamatkan? Apa hasil kerja keras Adelia dan Andra akan cepat membuahkan hasil? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2