
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 18
Andra membawa Adelia masuk ke kamar dan membaringkan tubuh istrinya itu di atas tempat tidur. Dia menatap wajah cantik yang memiliki mata bulat dan berbulu mata lentik.
"Kamu tahu bagaimana rasanya dikhianati oleh perselingkuhan. Maka, aku harap kamu tidak akan melakukan hal seperti itu kepadaku," bisik Andra sambil membelai kepala Adelia.
Kedua pasang netra mereka saling beradu. Andra pun dengan perlahan mendekatkan wajahnya. Dia menyatukan keningnya dengan kening milik Adelia. Kedua anak manusia itu memejamkan matanya.
Adelia membalas ciuman lembut yang diberikan oleh suaminya. Bahkan dia memeluk tubuh Andra dan merem_as rambut laki-laki itu. Keduanya jatuh dalam buaian lautan gelora napsu yang menyelimuti diri mereka.
Kini Andra sudah lebih berani dalam memberikan sentuhan pada tubuh Adelia. Laki-laki itu ingin membuat Adelia menjadi milik dia seutuhnya saat ini. Semua gara-gara tetangganya itu. Dia takut kalau Adelia akan kembali kepadanya, karena masih menyimpan cinta untuk sang mantan.
Tangan Andra kini bertengger di atas bukit milik Adelia dan membuat perempuan itu mende_sah dengan mengalun lembut, karena sentuhannya.
Andra merinding mendengar alunan indah yang ke luar dari mulut sang istri. Membuat dia tidak mau menghentikan aksinya ini. Laki-laki ini tidak sadar, justru perbuatannya ini malah akan merugikan dirinya nanti.
Adelia merasa ada sesuatu yang keras menekan bagian bawah perutnya. Dia merasa takut, langsung saja mendorong tubuh Andra dengan sangat kuat dan membuat laki-laki itu jatuh terguling ke bawah ranjangnya.
"Aduh, Adel~!" Andra mengusap kepala dan pantatnya secara gantian.
Napas Adelia terengah-engah. Jantung dia bertalu-talu. Ditatapnya Andra yang masih mengelus-elus pantatnya sambil mengerang kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan?" teriak Adelia setelah bisa bernapas dengan normal.
Andra menatap Adelia balik. Lalu, dia berkata, "Aku melakukan hal yang sering dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya."
Mendengar itu Adelia langsung menyilangkan kedua tangannya di dada. Ceritanya dia ingin melindungi diri dari Andra.
Akan tetapi, laki-laki itu kembali mencium bibir Adelia dengan mesra dan agak ganas. Membuat Adelia kewalahan dan memukul dada Andra.
"Aku mau meminta hak sebagai suami," bisik Andra.
Adelia yang belum siap jika harus melakukan hal seperti itu, membuatnya berpikir keras. Dikarenakan otak dia pas-pasan, jadi ide juga terbatas.
"Aku ingin buat air besar. Tadi malam kebanyakan makan," ucap Adelia dengan memberengut dan tatapan mata yang memohon.
Andra yang merasa kasihan pada perempuan ini pun mengizinkan untuk pergi ke toilet untuk buang hajat. Namun, sebelum itu dia memberikan kecupan pada bibir lembut milik Adelia.
__ADS_1
Adelia pun berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu itu dengan cepat. Dia berencana melarikan diri dan bersembunyi di sana.
Satu jam kemudian ….
Adelia diam-diam membuka pintu, betapa terkejutnya dia saat melihat Andra berdiri di depan pintu. Buru-buru dia menutup dan mengunci kembali pintu itu.
Adelia buka pintunya!" Andra menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Tidak mau!" balas Adelia berteriak.
"Hei, kalau kamu terlalu lama di kamar mandi bisa sakit," ucap Andra.
"Nanti aku diperkosa sama kamu!" teriak Adelia.
Mendengar ucapan istrinya membuat Andra ingin tertawa sekaligus kesal. Memang dia laki-laki normal yang akan terpancing gairahnya jika melihat tubuh indah istrinya. Belum lagi tadi dia baru pertama kali mendengar suara indah milik Adelia yang menyapa telinganya. Ini memancing sesuatu yang ada dalam dirinya.
"Aku akan ke luar dari kamar ini. Jadi, kamu ke luar dari kamar mandi," balas Andra. Lalu, dia pun ke luar kamar istrinya.
Sudah hampir setengah jam berlalu, Adelia tidak mendengar suara Andra di balik pintu. Lalu, dia pun membuka sedikit pintu dan memeriksa apa Andra masih ada di sana atau tidak. Setelah yakin tidak ada suaminya di sana, perempuan itu pun ke luar kamar mandi.
***
"Apa aku sakit demam, ya?" gumam Adelia.
Pintu kamar di ketuk oleh seseorang. Dia yakin kalau Andra adalah orang yang melakukan hal itu. Namun, dia tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya.
"Adel!" panggil Andra sambil mengetuk pintu.
Laki-laki itu merasa aneh karena pintu kamar istrinya dikunci, biasanya tidak. Maka, dia pun menelepon Adelia.
"Bangun. Ini sudah siang!" kata Andra begitu panggilannya di terima oleh sang istri.
^^^"Andra~. Aku sakit."^^^
Adelia malah menangis tergugu. Tentu saja ini membuat Andra panik. Dia menyuruh untuk membukakan pintu, tetapi istrinya tidak bisa bangun.
Lalu, Andra pun mencari kunci cadangan. Dia membuka pintu kamar Adelia dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah istrinya pucat.
"Adel. Mana yang sakit? Kita ke rumah sakit, ya?" Andra membelai kepala Adelia.
"Kepala aku sakit~." Adelia malah menangis semakin histeris sambil memeluk tubuh Andra.
__ADS_1
"Ayo, kita ke rumah sakit!" ajak Andra.
"Tidak mau~." Adelia menggelengkan kepalanya di dada Andra.
"Tapi, tubuh kamu panas sekali," balas laki-laki yang kini membalas pelukan Adelia sambil membelai rambutnya.
"Aku takut di suntik," aku Adelia jujur.
"Apa?" Andra menguraikan pelukan mereka.
***
Setelah membujuk dengan berbagai cara, akhirnya Andra berhasil membawa Adelia ke dokter. Gadis itu meminta kepada dokter agar jangan menyuntik dirinya. Lalu, dia juga meminta diberikan obat sirup yang rasa buah-buahan. Adelia menolak obat yang rasanya pahit, apalagi obat kapsul. Perempuan itu menolak keras karena tidak bisa meminum obat. Jika, dia memakasa meminumnya, obat itu biasanya akan dimutahkan kembali.
Andra juga meminta kepada dokter untuk menuruti keinginan istrinya. Dia tidak tega melihat keadaan Adelia yang terbujur lemas tidak berdaya. Tidak ada raut wajahnya yang ceria dan suaranya yang cerewet menggema di rumah mereka.
Saat mereka pulang dari dokter, Andra menggendong Adelia dengan cara bridal style. Hal ini dilihat oleh dua pasang tetangganya.
Bram terkejut melihat Adelia yang berwajah pucat. Dia pun berjalan mendekat kepadanya.
"Adelia, kamu kenapa?" tanya sang mantan.
"Dia semalam terlalu lama main di kamar mandi," jawab Andra karena Adelia terlalu lemah untuk menjawab.
Mulut Bella membulat dengan mata terbelalak. Dia merasa terkejut dan penasaran di saat bersamaan.
Berbeda dengan Bram yang mengepalkan kedua tangannya. Semalam dia melihat Andra juga membopong tubuh Adelia masuk ke dalam kamar.
***
Apakah Andra akan merawat Adelia yang sedang sakit? Atau justru Bram yang merawatnya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik. Cus kepoin karyanya.
Blurb :
Zara Adelia, gadis cantik dan juga seorang Nona muda yang masih duduk di kelas 12 SMA, terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan seorang pria yang lebih dewasa darinya. Ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria dari kalangan sederhana, kedua orang tua Zara sangat yakin jika pria tersebut bisa membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guru olahraga sekaligus guru BP nya di sekolah. Sedari dulu Zara sangat tidak menyukai guru olahraga nya itu.
Akankah Zara bisa hidup bahagia bersama pria yang bukan pilihannya? Nyatanya sehari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraga nya di sekolah. Mungkinkah cinta mulai bersemi di antara mereka?
__ADS_1