The Crazy Testament

The Crazy Testament
Berjanji untuk Bahagia


__ADS_3

Zian dan Kirana kembali keruangan dimana kedua orang tua Indra dan Kirana beserta Dinda sedang menunggu mereka. ia pun mendaratkan diri ke sofa disamping Dinda.


Kirana menghela nafasnya sebentar sebelum berbicara kepada mereka yang menunggu jawaban dari mulutnya. ia sangat gugup, keheningan melanda ruang tamu tersebut.


"Huuftt.....bu, ayah, ma, pa Kirana menerima lamaran Zian" ucap Kirana mantap, Dinda yang mendengar itu tersedak karena ia sedang meminum segelas air.


"WHAT.....?" pekiknya bak toa mesjid, padahal ia sudah tau, tapi kenapa masih terkejut seperti itu. Kirana pun mendaratkan pukulan ke lengan Dinda


Bugh.....


"aiissshhhh.....kenapa keras kali suaranya" ujar Kirana sambil menutup telinga


"oooouww....aku kaget ogeb... wait...aku gak salah dengar kaan?" tanya Dinda sambil menggoyangkan lengan Kirana, sedangkan orang tuanya hanya menatapnya dalam.


"kamu gak salah dengar Din" tekan Kirana menatap tajam Dinda. orang yang ditatap cengengesan gak jelas


'ini orang udah tau pura-pura gak tau' batin Kirana


"ehem....pak Teguh, bolehkah saya minta izin untuk berbicara dengan anak saya Kirana" suara bariton Chiko membuat Kirana sedikit panik,


"ayo Kirana, kita perlu bicara sebentar" ajak Chiko sambil berlalu ke atas menuju kamar Kirana, Kirana dengan patuh mengikuti ayahnya itu dari belakang.


...******...


Chiko duduk ditepi ranjang Kirana tenang, Kirana masuk dengan was-was, ia tau ayahnya pasti akan memberinya wejangan, mengingat Kirana adalah anak satu-satunya. Chiko mungkin keberatan dengan keputusan Kirana.

__ADS_1


*C**eklek*....


Kirana membuka pintu kamarnya dan menutup kembali.


"yah,.." tegur Kirana memanggil Chiko, Chiko hanya menarik nafas dalam dan menghembuskannya berat.


"kamu benar-benar sudah yakin Ran dengan keputusan mu itu?" tanya Chiko tanpa basa basi menatap anaknya dalam, Kirana jadi gugup sendiri, ia takut ayahnya tau kesepakatan gila yang telah ia buat dengan Zian


"maafkan Ran yah, kalau keputusan Ran membuat ayah kecewa" Kirana menunduk gugup tidak sanggup menatap mata sang ayah. Chiko yang menyadari kegugupan sang anak langsung menarik Kirana kedalam pelukannya.


"maafin ayah kalau membuat kamu tertekan, ayah cuma ingin tau, apakah keputusan mu itu sudah kamu pikirkan dengan matang?" tanya Chiko masih memeluk Kirana. Kirana melepas pelukan Chiko dan menatap kedalam matanya.


"Insya Allah yah, Kirana sudah memikirkannya dengan matang, ayah jangan khawatir, Kirana akan menerima pernikahan ini, semua demi Indra yah" jelas Kirana dengan mata berkaca-kaca, Chiko juga sudah menitikkan cairan bening di sudut matanya.


"Ntah lah yah, bukannya ayah tau bahwa pernikahan Kirana dan Zian hanya sebatas memenuhi wasiat Indra, dan ayah juga tau bahwa Kirana sangat menyayangi Indra bukan sekedar menyayangi tapi juga mencintai, dan sampai sekarang perasaan Kirana hanya masih untuk Indra, Kirana gak tau apa bisa bahagia dengan Zian atau tidak, jadi Ran tidak bisa berjanji untuk sekarang ini" jelas Kirana, airmata sudah menggenang dipelupuk matanya. Chiko terdiam.


"Jadi selama ini kamu mencintai Indra, Ran?, jadi karena itu kamu memenuhi wasiat yang dia buat?" tanya Chiko hati-hati, Kirana hanya mengangguk lemah.


"Ran hanya ingin mengabulkan wasiat terakhir Indra, yaitu menikah dengan Zian, pemuda pilihan Indra" lirih Kirana, hatinya terasa sakit ketika mengingat Indra.


"Hmmm...bagaimana Ran akan menjalani sebuah pernikahan, kalau semua itu karena terpaksa, ayah tidak ingin Ran nantinya tidak bahagia, ayah tidak akan setuju Ran menikah dengan Zian kalau Ran tidak bisa berjanji untuk selalu bahagia" tegas Chiko, Kirana menarik nafas tenang.


"yah, Ran tidak bisa berjanji akan selalu bahagia, tapi selama ayah dan ibu disamping Ran, kebahagiaan pasti akan datang untuk Ran, didunia ini hanya kalian yang Ran butuh, dan hanya kalian sumber kebahagian Ran" Kirana tersenyum membuat Chiko terharu, ia sangat bersyukur mempunyai anak berhati besar seperti Kirana.


"ayah, ibu, akan selalu disisi, didepan dan dibelakang Ran, dan jangan lupakan juga ada mama dan papa Indra, noh... si degil Dinda juga ada, kalau dia dengar namanya gak disebut, bisa-bisa seminggu dia menghantui kamu Ran" kekeh Chiko, Kirana juga ikut terkekeh.

__ADS_1


Kirana langsung memeluk Chiko erat, ia sangat bersyukur memiliki ayah seperti Chiko, cinta pertamanya yang sangat pengertian dan sangat menyayanginya.


"kalau Zian membuat mu menangis dan memperlakukan mu buruk segera beritahu ayah, ayah akan membuat ia menyesal membuat mu menangis" ucapnya masih memeluk putri sematang wayangnya itu, Kirana mengangguk ia pun tersenyum hangat dalam pelukan Chiko.


Mereka berdua pun memutuskan untuk kembali keruang tamu, mereka pasti sudah menunggu sangat lama. maklum drama ayah dan anak tadi berlangsung hampir memakan waktu 1 jam.


...***...


Karena rencana pernikahan sudah disetujui, sekarang semua yang berada di ruangan itu sedang melangsungkan acara pertunangan mendadak, dengan Zian yang sedang menyematkan sebuah cincin ke jari manis Kirana dan begitu juga sebaliknya.


Semua yang disitu menjadi saksi pertunangan Zian dan Kirana, Dinda sebagai sahabat baik Kirana menangis bak anak kecil kehilangan permennya (ini Dinda nangis karena terharu apa karena dia masih jomblo ni ya?..ahahaha).


Huuaaaa...hiks...hiks....hiks...


"Din kenapa nangisnya kenceng kali nak" tanya Karina sambil menepuk-nepuk punggung Dinda. Mereka semua memandang Dinda sendu


"Hiks...Kirana sebentar lagi nikah" rengeknya sesegukan, Kirana jadi kasian melihat sahabatnya itu


"Terus...?" tanya Rita penasaran


"Masak aku jomblo sendirian, udah gak da kawannya...huaaaa.." sontak semua yang ada disitu tertawa pecah, Kirana memijit keningnya gemas, setelah itu satu pukulan pun mendarat di lengan Dinda. Zian yang melihat interaksi Kirana dan Dinda tersenyum tipis.


'Bahagia sekali memiliki keluarga dan juga seorang sahabat, Kirana adalah orang yang sangat beruntung, apakah aku juga bisa mengecap sedikit kebahagian mereka, aah siapa lah aku, aku hanyalah orang asing yang tiba-tiba masuk terus merusak kebahagian mereka' batin Zian, ia merasa kecil berada di antara mereka saat ini.


...******...

__ADS_1


__ADS_2