
Zian dan Kirana masih sibuk menyantap mie yang dimasak Zian, bahkan tidak menyadari kalau kedua orang tua Kirana sudah sedari tadi memandangi mereka berdua. Chiko pun berdehem
"Ehem, asik sekali kelihatannya?"
Chiko dan Rita menghampiri anak dan menantunya. Zian dan Kirana menoleh, mendapati kedua orang tua nya sudah pulang Kirana pun tersenyum.
"Ayah sama ibu kapan pulangnya?" tanya Kirana
"Dari tadi, tapi--" belum habis Rita berbicara Kirana langsung memotong
"Dari tadi? dari sejak kapan?" panik Kirana, pasalnya apakah ayah dan ibunya melihat ia dan Zian berpelukan.
"Kenapa? kok panik gitu? apa kalian berbuat mesum?" tanya Rita terkekeh
"Astagfirullah, frontalnya tu mulut ibu bercakap" kaget Zian menggelengkan kepalanya membuat kedua mertua Zian tertawa.
"Ahaha... Habis....istrimu panik gitu liat kami pulang, apa jangan jangan beneran lagi kalian melakukan ehem disini?" Chiko menebak.
"Ya salam, ayah sama ibu semakin ngawur ngomongnya, kami berdua cuma makan mie yah, bu" geram Kirana memanyunkan mulutnya.
"Ya Allah tu mulut....udah maju aja kedepan? minta dicium Zian?"
Ucapan Rita membuat tawa Chiko dan Zian pecah, Kirana merajuk menghentakkan kakinya sebal. Rita terkekeh dan ikut tertawa mengejek Kirana.
...******...
Tiga orang pemuda sedang duduk disebuah sofa club kota, mereka sedang menikmati dentuman musik memekakkan telinga.
Salah satu dari mereka sudah setengah mabuk, dan mulai meracau.
"Kaliaan... pokoknya harus mematuhi perintah ku," ucapnya yang mulai mabuk itu.
"Kami berdua akan segera melaksanakannya bos" jawab salah seorang dari dua pemuda di antara mereka.
"Segera, segera...Sekarang...!!! sialan, kalian tau tidak si brengsek itu sudah berani pulang kerumah calon istriku"
Pemuda mabuk yang sedang meracau itu adalah Indra dan kedua anak buahnya, yang ia bayar untuk menjalani perintahnya.
"Tapi bos, waktunya tidak tepat sekarang, kami masih mencari cara untuk melaksanakan perintah mu" tutur pemuda kedua.
__ADS_1
"Aku udah bayar kalian mahal, kalau sampai kalian gagal, aku akan bunuh kalian berdua"
Indra menatap nyalang kearah dua pemuda suruhannya, kedua pemuda itu hanya menelan salivanya kasar.
"I-iya bos, kami berangkat sekarang"
Mereka berdua pun lari terbirit birit meninggalkan Indra yang masih sibuk dengan minuman beralkohol nya. Dia benar benar sudah dibutakan cinta, melupakan siapa dirinya dulu.
...******...
Mobil sedan hitam terparkir rapi dibawah pohon tak jauh dari rumah Kirana, anak buah Indra setia menunggu sipemilik mobil Silver yang terparkir dihalaman rumah Chiko Wardhana, agar bergerak.
"Itu kapan keluarnya sih incaran kita?, bisa bisa bos bakalan ngamuk lagi sama kita, kalau kita tidak berhasil malam ini" ucap pemuda bertubuh cungkring
"Sabar kenapa, kita tunggu beberapa jam lagi, kalau gak keluar juga berarti incaran bos itu nginap disitu" jawab pemuda berkacamata hitam gelap yang bertubuh pendek.
Dua makhluk bayaran itu masih aja menunggu Zian keluar, hingga 20 menit kemudian Zian keluar. Ternyata Zian tidak menginap dirumah Kirana.
(Flashback On)
10 menit yang lalu.
"Gak bisa bu, soalnya aku harus antar Herry kebandara sebentar lagi, dan pulang dari itu aku akan ke apart nya Rifal, ada yang perlu aku kerjakan"
"Oh oke kalau gitu, hati hati dijalan" Chiko
"Nanti kalau udah sampai kabarin ya hon" Kirana menatap Zian penuh harap.
"Jan pake hon hon segala, ingat...kitaa---"
"Honey....honey...hati hati dijalan" Ucap Kirana sengaja meledek Zian.
"Udah, jangan dikerjain Zian terus, dia malu mesra mesraan depan kami, iya nak Zi?" canda Chiko.
"Ini kalau aku ladenin bakalan lama, jadi yah bu, Zian pamit" sahut Zian, membuat Kirana dan kedua orang tuanya terkekeh.
Zian pun pamit pulang, dan mereka bertiga mengantar sampai kedepan pintu.
^^^(Flashback End)^^^
__ADS_1
Dua makhluk yang berpura pura tak kasat mata itu, terus mengawasi gerak gerik Zian. Zian sedang memasuki mobil, meninggalkan kediaman sang istri bertujuan mengantar Herry kebandara tanpa sedikitpun curiga bahwa sekarang dibelakangnya, ada sebuah mobil yang mengikutinya.
...******...
Seorang pemuda terhuyung huyung turun dari mobil, ia masuk dengan mengetuk pintu berkali kali, seorang laki laki paruh baya keluar dengan mata merah penuh amarah.
Plak.....
Sebuah tamparan yang cukup keras sukses membuat pemuda yang sedang mabuk itu tersadar. Indra memegangi pipinya yang panas dan perih karena ditampar oleh Teguh.
"Aku sekolahkan kau tinggi tinggi, tapi otak tidak kau pakai"
Kesabaran Teguh sudah tidak bisa di bendung lagi, melihat putra semata wayangnya menjadi berandalan tukang mabuk membuat dia geram.
"Pa...papa kenapa malah mengasari anak sih? kan bisa dibicarakan baik baik?" Karina menarik Indra yang sudah tertunduk, memegang pipinya.
"Kamu gak usah ikut campur ma, anak manja ini sudah tidak punya akhlak, alkohol dan mabuk mabukan haram di agama kita, tapi dia malah meminum alkohol seperti orang yang tidak beragama, bahkan Zian yang seorang mualaf pun tau kalau alkohol haram." tutur Teguh geram
Mendengar papanya yang membandingkan nya dengan Zian, Indra marah dan lepas kendali, apalagi ia tengah dalam pengaruh minuman haram tersebut.
"Cuiih....bandingkan aja aku terus dengan Zian," Indra meludah berdecih
"Aku gak heran papa lebih membela Zian daripada aku, karena wajah ku ini bukan lagi seperti dulu kan?" teriak Indra.
"Indra sayang, jangan berteriak sama papa nak, papa tidak bermaksud begitu"
Karina berusaha menenangkan Indra, tapi Indra malah menghempaskan tangan Karina, membuat Karina terkejut dan shock, anaknya yang bersifat lembut menjadi sangat kasar.
"Berisiiiik" Bentak Indra
"Indra, sayang...Nak kamu---" ucapan Karina dipotong Indra.
"Jangan mencoba membuat ku tenang, kalian berdua tidak menyayangi ku lagi, dan papa jangan pernah bandingin aku dengan Zian, aku lebih baik daripada Zian"
Indra menaiki tangga menuju kamarnya, dan terdengar suara bantingan pintu di atas sana. Teguh hanya menghela nafas kasar dan juga ikut memasuki kamarnya, meninggalkan Karina yang terduduk disofa menangis tersedu sedu, ia memikirkan perubahan sikap Indra.
...******...
...Hallo para readers, terima kasih selalu mendukung karya ku, jangan lupa vote like and koment, dukungan kalian sangat berarti...love u guys...thanks u....
__ADS_1