The Crazy Testament

The Crazy Testament
Bekerja Sama


__ADS_3

Kirana masih menatap Teguh sendu. Sebelum mengucapkan kata ia membasahi bibirnya terlebih dahulu. Dan mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ia takut Zian marah kalau tau masih ada Karina di rumah.


"Ayo Ran, katakan pada papa" Teguh memaksa Kirana


"Gak pa, takutnya Zian tidak ingin pulang. Kalau dia tau mama dan papa masih disini. Apalagi tadi pagi, emosi Zian tidak stabil melihat kalian berdua" jelas Kirana, Teguh dan Chiko hanya mengangguk tanda setuju.


Tiba tiba Karina muncul dari dapur langsung membantah dan masih berusaha agar Kirana mau membuat Zian pulang. Tapi Kirana masih ragu dan dalam kebimbangan.


"Tapi Ran, Zian pasti mau pulang makan siang kalau kamu yang menyuruhnya. Ayo lah Ran, Zian pasti mau menuruti kamu"


Kirana mulai gelisah dia jadi bingung. Dia menimbang bimbang perintah Karina. Dalam kebimbangan tiba tiba Rita berkata membuat Kirana tersenyum cerah.


"Ran, telpon Zian..! bilang ke dia kalau ibu ajak makan siang dirumah!"


Perkataan Rita seperti secercah harapan bagi Kirana yang sedang galau tadi. Ia pun secepat kilat menekan kontak bertuliskan My Hubby . Ia menunggu beberapa menit untuk tersambung ke ponsel Zian. Agak lama Zian mengangkat nya mungkin suami nya itu sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah beberapa kali mencoba menelpon Zian. Akhirnya terdengar suara serak Zian seolah baru bangun dari tidur. Kirana tersenyum walau Zian tidak bisa melihatnya.


"Assalamu'alaikum Hon, kamu lagi sibuk ya?"


"Wa'alakum salam sayang, gak sibuk, ini malah ketiduran tadi"


"Hum?... kamu kok bisa ketiduran? capek banget ya?"


"Capek nge hajar kamu semalam kan? kekekeke" kekeh Zian menggoda


"Ihhh.... becanda mulu deh, jangan menggoda ku Hubby. Aku cuma mau kasih tau kalau ibu suruh kamu makan siang dirumah!"

__ADS_1


"Loh kenapa? aku menggoda my wifey sendiri, kan gak berdosa malah dapat pahala" ujar Zian terkekeh


Kirana tersenyum malu ketika mendengar godaan dari Zian diseberang sana. Membuat Teguh dan Chiko mengernyit dahi melihat anak perempuan mereka begitu.


Bahkan mata Teguh dan Chiko saling menatap dan tersenyum penuh arti. Kedua laki laki paruh baya itu kembali menyimak percakapan anak perempuan mereka yang sudah tidak gadis itu.


"Kamu jadi kan pulang nya? ibu udah masak banyak sebab" tanya Kirana lagi agak sedikit was was, takut Zian menanyakan kenapa ibu suruh pulang.


"Oke aku pulang"


Setelah ponsel mati Kirana masih tersenyum sendiri. Bahkan ia memegangi pipinya yang panas karena malu. Chiko dan Teguh yang melihat tingkah Kirana pun mulai punya ide iseng untuk mengganggu putri mereka.


"Ehem... ehem... Yang denger suara Hubby langsung merona" ujar Chiko


"Ho oh... Hubby tercinta 'jangan menggoda ku hubby'. Hahahahahaha.... " timpal Teguh sambil mengulang perkataan Kirana tadi


Dan... Tawa mereka berdua pecah diruang tengah itu dan terus menggoda Kirana. Kirana sangat malu sekaligus sebal. Ia memanyunkan mulutnya sambil berlalu naik ke atas menuju kamar.


Disisi lain, Zian menatap ponselnya lamat. Ia tau kenapa ibu menyuruh dia pulang untuk makan siang. Karena biasanya ia gak pernah disuruh pulang untuk makan siang bersama. Dia pun menebak pasti Teguh dan Karina masih dirumah. Ia menghela nafas berat.


"Hhhhhh... Apa yang harus aku lakukan"


Zian menghempaskan badan ke kursi kebesarannya sambil terus menarik nafas dan membuangnya.


...******...


Luna dan Indra sedang dalam ruangan private saat ini. Karena Indra hanya ingin berbicara berdua. Kedua anak buah Indra berada diluar. Luna menatap Indra penuh tanya. Siapa laki laki didepannya ini. Suara lelaki tersebut sangat familiar baginya tapi luna tidak tau siapa gerangan Dia.

__ADS_1


Luna sudah mencoba mengingat sedari tadi tapi ia yakin bahwa tidak ada kenalannya yang berwajah hampir sempurna seperti Indra. Ketika Luna masih mengamati Indra. Indra menatapnya sambil bersmirk angkuh. Luna bergidik ngeri melihat senyum Indra.


"Kenapa lu memandang gue begitu? jangan jatuh cinta kepada gue" ucap Indra angkuh.


"Halaah.... Siapa yang jatuh cinta sama lu? geer banget sih lu?" sahut Luna cepat.


Luna mnggelengkan kepalanya. Aneh banget ini cowok batinnya. Dia pun kembali membuka mulut bertanya kepada Indra yang sedang asik meneguk minuman beralkohol ditangannya.


"Kenapa lu ajak gue kerja sama? kerja sama dalam konteks apa ini?" tanya Luna lagi.


Luna bingung, setelah mengucapkan pertanyaan untuk kerjasama lelaki didepannya ini tidak sama sekali membahas kerja sama apa yang akan mereka lakukan. Dan lagi dia masih tidak tau siapa lelaki ini.


Mendengar pertanyaan Luna, Indra menarik nafas dalam dalam sambil meneguk Alkohol. Ia merubah posisi duduk ala bos besar sambil menggoyang goyangkan gelas yang ada ditangan.


"Gue ingin lu menghancurkan seseorang. Tenang saja, lu gue beri imbalan yang setimpal. Tapi kalau lu berhasil" pinta Indra berubah dingin.


Luna menatap Indra bingung. Siapa orang yang harus ia hancurkan, dia juga tidak pernah berbuat kejam pada orang lain. Tapi mendengar imbalan besar yang ditawarkan Indra ia langsung tergiur. Dan tanpa keraguan ia mengiyakan permintaan Indra.


"Oke, tapi jelasin dulu. Apa yang harus gue lakuin?"


Tanya Luna kepada Indra. Indra memposisikan tubunnya tegak dan menghadap Luna. Indra mendekatkan mulutnya ke telinga Luna seperti membisikan sesuatu


"Oke gue mengerti" ucapnya lagi tersenyum penuh arti. Begitu juga Indra yang merasa rencana dia akan berhasil kali ini.


...*******...


...𝙃𝙖𝙑𝙑𝙀 π™₯𝙖𝙧𝙖 π™§π™šπ™–π™™π™šπ™§π™¨... π™π™šπ™§π™žπ™’π™– π™ π™–π™¨π™žπ™ π™¨π™šπ™‘π™–π™‘π™ͺ π™’π™šπ™£π™™π™ͺ𝙠π™ͺπ™£π™œ π™™π™šπ™£π™œπ™–π™£ π™’π™šπ™’π™—π™šπ™§π™ž π™‘π™žπ™ π™š 𝙙𝙖𝙣 π™ π™€π™’π™šπ™£π™©.. π˜Όπ™ π™ͺ 𝙋𝙖𝙙𝙖 π™ π™–π™‘π™žπ™–π™£ π™¨π™šπ™‘π™–π™‘π™ͺ.. π™π™šπ™§π™žπ™’π™– π™ π™–π™¨π™žπ™ π™¨π™šπ™ π™–π™‘π™ž π™‘π™–π™œπ™ž.....

__ADS_1


__ADS_2