The Crazy Testament

The Crazy Testament
Tak sedarah


__ADS_3

Hari ini keluarga Chiko Wardhana bersiap kerumah sakit, karena tiba-tiba Chiko menerima telepon dari rumah sakit memberitahukan operasi pencangkokkan sum-sum tulang belakang sudah bisa dilaksanakan karena pihak rumah sakit sudah menemukan orang yang mendonorkan dan sum-sum tulang belakangnya cocok untuk Kirana.


Selain itu, semua biaya administrasi pun sudah lunas dibayar, mereka serumah bingung dan bertanya-tanya siapa malaikat tanpa sayap yang mau melunasi biaya rumah sakit anak gadis mereka, mengingat Chiko dan istrinya masih berusaha mencari dana untuk biaya operasi Kirana, setelah Kirana tidak akan mau operasi kalau harus kehilangan rumah ataupun Perusahaan Chiko.


Ketika sampai dirumah sakit, Kirana bertemu dengan Indra beserta kedua orang tuanya, barulah Kirana tau bahwa malaikat tanpa sayap itu adalah Teguh Jaya, papanya Indra yang telah melunasi semua biaya operasi, sekaligus Fisioterapinya Kirana.


Chiko tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan harunya, ia langsung memeluk Teguh sambil banyak mengucapkan terima kasih, demikian juga Rita, ia juga menangis sambil memeluk Karina, ia tidak menyangka mendapat bantuan sebesar ini.


"Ya Allah...Alhamdulillah terima kasih bu, pak Teguh, kami gak tau bagaimana harus berterima kasih." Ucap wanita yang disayangi Kirana tersebut setelah melepas pelukan Karin, air matanya terus berlinang


"Iya pak bu, saya benar-benar masih gak nyangka mendapat bantuan sebesar ini, padahal dari kemarin kami bingung dan sudah putus asa harus bagaimana mencari biaya pengobatan Kirana, kami benar-benar berterima kasih" jelas Chiko dengan mata yang sudah sembab.


"Udah pak...jangan berterima kasih lagi, udah dari tadi bapak mengucapkan terima kasih, kami juga gak bakalan tau kalau bukan Indra yang kasih tau" ucap Teguh dengan tulus


"Iya, kalian kenapa gak bilang sama kami, seharusnya hal sebesar ini, bapak sama ibu bisa minta bantuan kami, untung ada Indra yang langsung cerita kalau kalian butuh bantuan" ujar Karina menjelaskan, pandangan Rita, Chiko dan Kirana pun terarah menatap Indra meminta penjelasan darimana dia tau persoalan Kirana butuh biaya rumah sakit.

__ADS_1


Mengerti diminta penjelasan Indra pun berbicara


"Indra gak sengaja dengar Ran curhat sama Dinda dan mendengar semuanya, Indra gak mau liat Ran menderita dan gak mau Ran merasa bersalah karena ibu sama ayah harus menjual Rumah atau Perusahaan demi dia, jadi setelah berdiskusi dengan Dinda, Indra memutuskan minta bantuan mama sama papa, Dinda juga ikutan kok bantuin Ran, kami masih mau lihat Ran berlari dan mengejar kami" jelas Indra airmatanya sudah keluar sejak tadi, Kirana yang mendengar penjelasan Indra pun berusaha mendorong kursi roda dan mendekatinya.


"Siniiiii....." Kirana membentang kedua tangan ingin dipeluk, airmatanya sudah menetes sedari tadi, ia sangat terharu, Indra pun tanpa ragu langsung memeluk Kirana, Kirana membisikkan kata terima kasih padanya yang dibalas anggukkan sama Indra.


"Tapi om sama tante, kenapa mau bantuin aku, ibu dan ayah?" tanya Kirana sambil melepas pelukan Indra, matanya yang sudah berkaca-kaca pun menatap kedua orang tua Indra.


"Mami sama papi Dinda juga ikut nambahin biaya untuk pengobatan kamu kok Ran" ucap Teguh, Kirana menangis terharu mendengar kedua sahabatnya itu mau membantunya.


Sambil berjongkok Karina berkata lagi "Dan juga kamu sudah mama dan papa anggap anak sendiri, mama sudah sayang banget sama kamu dari pertama bertemu pas kamu dirawat disini, terus nama kita juga mirip, cuma beda satu huruf aja, jadi stop manggil mama dengan tante, panggil kami mama dan papa.! oke" ucap Karina dengan senyuman tulus khas seorang ibu.


"Ada-ada aja deh tante ini, upss... mama maksud Ran, masak cuma karena nama beda satu huruf doank, langsung di anggap anak" ucap Kirana malu-malu tapi dibalas anggukan dan elusan lembut disurai panjang Kirana oleh Karin.


"Tapi ini uang yang tidak sedikit loh pak Teguh, bu Karin. Aku benar benar berterima kasih pada kalian dan juga kedua orang tua Dinda" ucap Rita, semua mata pun tertuju pada Rita

__ADS_1


"Iya loh pak Teguh, biaya operasi Ran gak sedikit, mahal sekali, apalagi dengan biaya Konsul dan Fisioterapinya persekali ketemu, ini saya dengar kalian sudah membayar sampai lunas semuanya, saya merasa gak enak sama kalian semua, apalagi kami ini bukan siapa-siapa kalian, tak sedarah juga, kenapa kalian dengan mudah mau menolong kami?" ujar Chiko panjang lebar, Chiko sangat tidak enak beban keluarganya ditanggung oleh orang lain, bukan bagian dari keluarga bahkan tidak punya ikatan darah sedikitpun,


"Tapi pak Teguh tenang saja, setelah keuangan perusahaan saya stabil, saya akan secepatnya mengembalikannya" sambung Chiko lagi dengan wajah tersenyum


"Jangan terburu-buru mengembalikannya pak Chiko, saya mengerti bapak tidak enak hati menerima bantuan saya dan orang tuanya Dinda, tapi saya ikhlas melakukannya, apalagi kita sudah seperti saudara, kita memang tidak sedarah tapi saya sudah menganggap bapak seperti keluarga sendiri" ucap Teguh sambil menghampiri Chiko yang terdiam


"Keluarga saya pada jauh-jauh semua pak, cuma keluarga bapak dan juga keluarga Dinda yang membuat kami nyaman, apalagi Indra sangat dekat dengan Kirana, Jadi jangan lah menanggung beban sendiri, sekarang berbagilah sama kami, walaupun kita tidak sedarah, kita bisa bersaudara layaknya pesan Rasulullah, bahwa kita semua bersaudara. Tanpa memandang bagaimana bentuk rupa, mau hitam, putih, kurus, gemuk kita tetap bersaudara" ucapan Teguh menelusup hangat keruang hati Chiko sehingga Chiko memeluk Teguh sekali lagi.


...****************...


Hubungan keluarga Chiko dan Teguh pun semakin erat, begitupun dengan persahabatan Indra dan Kirana, mereka bak kakak dan adik yang tak terpisahkan.


Saat Kirana menerima perawatan, Indra akan selalu menemaninya kerumah sakit, Indra juga selalu ikut mengantarkan Kirana kerumah sakit saat ia harus Konsultasi ataupun mengikuti Fisioterapi, walau sekali kali ada Dinda yang ikut menemani.


Persahabatan mereka semakin erat sampai mereka masuk keperguruan tinggi, banyak yang menganggap mereka bak sepasang kekasih, tapi Indra selalu membantah tudingan mereka. Kirana pun tidak ingin berharap lebih, cukup menjadi sahabat sekaligus saudara angkat saja Kirana sudah sangat bersyukur.

__ADS_1


...****************...


.......terima kasih buat my aint......


__ADS_2