The Crazy Testament

The Crazy Testament
Until Morning


__ADS_3

...Cuma mau mengingatkan, agar tidak membaca dipagi hari, bacalah pas malam hari....


...Bijaklah. Karena aku gak mau menanggung dosa kalian, dosa aku aja udah berat banget....


...****************...


Keluarga Chiko Wardhana sedang diselimuti kebahagiaan, karena sang menantu mau menginap dirumah. Rita dan Chiko asik berbincang dengan Zian, bersenda gurau. Getaran ponsel Chiko menghentikan perbincangan mereka.


Drrrrrt......Drrrtttt......


"Siapa yah?" tanya Rita yang penasaran.


"Daddy kamu Zi, ayah angkat dulu ya"


"Hallo besan, ada apa malam malam begini menelpon?"


*Anggap aja mereka berbicara bahasa inggris ya.


"Sudah lama aku tidak mendengar kabar kalian, makanya aku menelpon"


"Oh, kami sekeluarga baik baik saja, Zian juga, dia lagi bersama kami ini"


"Iyakah? kebetulan sekali aku juga ingin menelponnya setelah ini, karena dia sudah ada disitu, aku akan beralih ke Video"


Chiko mengaktifkan mode Video Call,.


"Menantu aku kok tidak ada disini?" Claire ikut nimbrung bertanya.


"Oh Ran lagi dikamarnya mom, bentar aku panggil"


Zian bangun menuju kamar Kirana, meninggalkan para ibu ibu dan bapak bapak bergosip ria.


...******...


Tok......tok.....tok

__ADS_1


Ceklek......


Pintu di buka Kirana, dan penampilannya membuat Zian menelan salivanya susah payah, bagaimana tidak. Saat ini Kirana tampil memakai piyama tidur sutra berbunga, dengan rambut digerai, wajah tanpa make upnya membuat Zian benar benar terpesona.


Ya tuhan, Zian benar benar jadi kikuk, dia tidak lepas menatap Kirana seakan ingin segera menerkamnya.


Akhir kata pertahanan Zian terobrak abrik, ia masuk kedalam kamar dan mengunci pintu.


Kirana shock dengan perbuatan Zian, ia menatap mata biru Zian yang penuh nafsu, ia melangkah mundur, Melihat Kirana mundur, Zian pun maju pelan pelan, hingga Kirana terduduk di kasur.


"Aku ingin kamu malam ini, bolehkah?"


Walau sangat menginginkan Kirana, Zian tetap meminta izin terlebih dulu, karena ia tidak ingin membuat Kirana merasa tidak nyaman kepadanya.


"Bo-boleh, tapiii...pelan pelan, jangan kasar kayak kemarin" Kirana menunduk gugup ketika mengucapkan itu


Zian tersenyum, ia meraih dagu kirana.


"Maaf, aku kemarin kasar, karena aku pikir kamu menikmatinya, malam ini aku akan pelan pelan tapi sampai pagi boleh?"


Zian memeluk Kirana, lama. Seakan tidak ingin Kirana kabur darinya, ia mnghirup wangi tubuh Kirana, bau buah bercampur mint membuat Zian relaks.


"Kamu wangi banget, aku ingin terus mencium harum tubuh mu, tapi kita tak kan bersama"


Ucapan Zian membuat Kirana melepas pelukan Zian,


"Aku gak mau cerai darimu, please...jangan ungkit itu lagi"


Zian menggeleng dan tersenyum tipis,


"Aku tetap akan menceraikan mu, kamu mencintai Indra, bukan aku" Zian keukeuh, dia sengaja mengatakan itu, agar Kirana yakin dengan perasaannya.


"Gak, aku gak mauuu....." seru Kirana


"Ayolah Ran, kamu harus konsisten dengan hatimu, siapa di antara kami berdua yang benar benar ada dihatimu, aku gak mau jadi orang kedua, aku hanya mau jadi raja di hatimu" smirk Zian.

__ADS_1


Kirana hanya diam tanpa kata, hingga Zian melanjutkan perkataannya.


"Berpikirlah, aku tidak mau punya istri, yang di hatinya masih tersimpan nama pria lain, tidak masalah kalau itu sebagai sahabat, tapi kalau sebagai cinta, kau akan di sebut seseorang yang tidak setia"


Jengah dengan perkataan perkataan Zian, Kirana membungkam mulut Zian dengan sebuah ciuman, Zian tak membalas ciuman tersebut.


Kirana pun melepas pagutannya di bibir Zian, ia malu dan ingin melangkah keluar kamar. Tapi Zian menarik tangannya dan mulai mencium Kirana dengan panas.


Mereka terus melu***at tanpa jeda, dan berakhir melepas pakaian masing masing. Zian mengungkung Kirana dibawahnya, memainkan semua kenikmatan yang ada. Mereka saling mendesah dan menyebut nama masing masing. Dua insan yang tengah dimabuk kenikmatan tersebut mungkin takkan berhenti sampai pagi menjelang.


Rasa rindu yang membuncah tersalurkan semua, walau dimasing masing hati, masih banyak menyimpan luka dan nestapa.


...******...


"Zian kok lama banget panggil Kirana nya"


Ternyata Claire sedari tadi menunggu anak semata wayangnya memanggil sang menantu.


"Bentar aku naik ke atas memanggil mereka berdua"


Rita bangkit ingin menuju kekamar Kirana, tapi sang suami menghentikan langkah kakinya.


"Gak usah kayaknya bu, biarkan saja mereka"


"Loh kok...ini mommy dia ingin sekali bertemu,"


"Iya,, aku ingin sekali bertemu mereka,"


"Kalian jangan menganggu mereka berdua, kalian ingin secepatnya dikasih cucu gak?" Diego menimpali


"Iya, kami berdua ingin segera punya cucu, iya kan Diego?" Diego di seberang sana tersenyum jahil sambil menaik naikan alisnya.


"Oke/oke" Jawab Rita dan Claire serentak.


Mereka pun melupakan Kirana dan Zian yang asik didalam kamar.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2