
...𝘏𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨. Tapi 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢....
...*I**KTJ*...
...****************...
Indra beberapa kali menelpon Luna, tapi tidak ada sedikitpun niat Luna untuk mengangkat panggilan telpon dari pemuda yang sudah menghancurkan masa depannya.
Drrrrrrttttt...... Drrrrrrttttt.....
Suara getaran dari ponsel Luna sudah bergetar untuk kesekian kalinya. Sedangkan sang empu sedang bergelung dalam selimut setelah seharian ia menyiram diri dibawah shower kamar mandi. Ia berharap semua hal kotor yang menempel di tubuh putihnya bisa hilang.
Tapi hal itu bukan hanya berbekas ditubuhnya, melainkan diseluruh jiwa. Ia memang tak mengingat kejadian itu sama sekali, tapi setiap perkataan yang terlontar dari mulut Indra lah yang sangat membekas di ingatannya. Yang membuat ia sangat ketakutan dan jijik pada diri sendiri.
Rintih pilu tangisan masih saja terdengar dari mulut manisnya, ia menangis tapi berusaha meredam tangisannya dengan membekap mulut agar mama tercinta tidak mendengar rintihan pilunya. Tapi ia lupa kalau siang sudah menjelang, karena Leni mamanya akan datang mengajak Luna makan siang. Dan benar, karena suara ketukan lembut terdengar di pintu kamar.
Tok.... Tok.... Tok....
"Lun, sayang. Ayo makan siang dulu" Leni mengetuk tanpa ada jawaban, karena tidak ada jawaban Leni kembali memanggil Luna.
"Sayang... Masih tidur ya? Ayo bangun kita makan siang dulu" tetap saja tidak ada jawaban yang membuat Leni khawatir.
Luna mendengar ketukan dan juga panggilan dari mamanya, hanya saja dengan kondisi mata bengkak ia tak ingin membuat Leni khawatir. Tapi ternyata sikapnya malah membuat Leni panik, Leni terus menerus mengetuk pintu kamar dan memanggil dengan suara panik. Mau tidak mau Luna pun bangun membuka pintu, tapi sebelum itu ia menuju kekamar mandi untuk mencuci muka dulu.
Tok..... Tok..... Tok....
Panik takut Luna kenapa-napa, Leni kembali mengetuk pintu, kali ini dengan sedikit lebih keras.
"Ya Allah. Lun.. kamu kenapa nak? Jawab mama sayaang. Buka pintu nya Lun.!! Lunaaa... " teriak Leni panik, tetap saja tidak ada jawaban dari Luna.
"Astaghfirullah.... Lunaa"
__ADS_1
Cekleek.....
Seketika pintu terbuka menampilkan Luna dengan wajah sendu dan mata bengkak. Tapi ia pura-pura menguap seakan-akan baru bangun dari tidur siangnya. Leni pun juga tidak menaruh rasa curiga sedikitpun dengan anak gadisnya ini.
"Kamu baru bangun?" tanya Leni lembut
"Oh... Ah... iya ma, ngantuk banget karena lembur. untung hari ini aku dikasih izin untuk gak masuk" ceritanya sambil merangkul lengan Leni dan berjalan menuju dapur.
Sampai didapur, Leni telah menyiapkan makanan di atas meja makan. Luna pun menarik kursi buat Leni mamanya dan juga menarik kursi disamping Leni kemudian duduk.
"Jangan capek kali bekerja. Kamu masih muda, nikmati masa mudamu nak! Alhamdulillah, kita masih hidup berkecukupan walau sederhana, kita masih bisa makan aja udah syukur banget" tutur Leni membuat Luna ingin menangis
Mama nya sangat lah penyabar. Ia bersyukur memiliki seorang mama yang sangat lembut dan penyabar seperti Leni.
"Iya ma" jawab Luna singkat tanpa menatap Leni, karena menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca.
Setelah itu mereka berdua sibuk dengan menyantap makanan tanpa suara sama sekali. Hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.
Indra geram, pasalnya gawainya tidak di angkat sama sekali oleh Luna. Dasar Indra apa dia tidak menyadari bahwa dia telah menyakiti Luna.
"Dasar perempuan tidak tau diuntung. Aku sudah membayar dia mahal, tapi kerjaannya belum juga dia laksanakan. Arrgghhhhh... " teriak nya mengobrak-abrik ruang kantornya. Ya, dia sekarang menggantikan posisi Zian dulu di kantor Teguh.
Sedang dalam kondisi kurang baik. Sekretaris Indra menghampiri, karena mendengar kegaduhan diruangan Indra. Terdengar suara ketukan dari luar yang membuat Indra kembali naik pitam.
"Bos... Anda baik-baik saja.? Tolong buka pintunya!" seru Rusdi sekretaris Indra.
"JANGAN GANGGUUU.... PERGI SANAAAA.....!!!!" teriak Indra naik pitam, terdengar suara pecahan kaca dari ruangan Indra.
"Bos.... "
Braaak......
__ADS_1
Suara hantaman sebuah benda membentur pintu. membuat sekretaris Indra ketakutan dan meninggalkan pintu ruangan Indra.
"Gila banget sih punya bos kek dia. Jadi teringat sama pak Zian" gerutu Rusdi berlalu menuju ruangannya di sebelah ruangan Indra.
...********...
Terik matahari di siang ini cukup meninggi. Kirana sedang asik menyiram bunga didepan rumah besarnya, yang sudah dua hari ini dia tempati bersama Zian suaminya. Ntah kenapa ada perasaan tidak enak menyelimuti hati dan pikirannya sedari tadi. Ia teringat dan kepikiran kepada suami nya itu. Ntah mungkin perasaannya saja.
"Ya Allah, Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa sama Zian"
Sedang asik menyiram bunga. Kirana merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Perutnya terasa bergejolak. Ia berlari ke kamar mandi didalam rumah, ia memuntahkan semua yang ia makan tadi pagi.
"Huek... huek.... huek...Aduh, ada apa dengan ku, kok mual banget" monolog nya sambil mencuci mulut karena bekas muntahannya.
Kirana beranjak menuju kamar. Pekerjaan nya menyiram bunga ia urungkan. Ia melangkah menaiki tangga dengan pelan-pelan karena mulai merasakan pusing. Asisten rumah tangganya pun menghampiri, setelah melihat Kirana sedikit susah berjalan menaiki tangga.
"Non, Non tidak apa-apa?" tanya bibi nya
"Oh bi. Aku baik-baik aja bi, gak pa-pa. Aku mau istirahat dikamar aja bi" jawab Kirana berpegang erat kepada railing tangga.
"Hati-hati non" peringat bibi Inem.
"Iya bi. Aku cuma butuh istirahat aja kok"
Kirana pun membuka pintu kamar merebahkan badannya yang terasa kaku dan pegal-pegal. Apalagi kepalanya yang pusing tujuh keliling. Ia berinisiatif mengambil gawai dan menghubungi Zian suaminya.
Beberapa kali Kirana mendial gawainya menelpon Zian. Tetap saja Zian tidak mengangkat telponnya Kirana. Perasaan Kirana semakin tidak menentu. Ia takut suaminya dalam bahaya. Hati nya tidak tenang sedari tadi, ia pun berdoa agar Allah senantiasa melindungi Zian dimana pun Zian berada.
"Ya Allah, lindungilah suami hamba dimanapun dia berada" setelah berdoa Kirana pun memejamkan matanya dan terlelap.
...********...
__ADS_1
...Selamat membaca Readersnim... maaf selalu telat up. ...