The Crazy Testament

The Crazy Testament
Simbiosis Mutualisme


__ADS_3

...Hallo teman teman.... lama gak update dan menyapa.. bukan gak mau nyapa atau update. Alhamdulillah kemarin tu selama 5 hari akun hilang. karena ada sebab dan akibatnya. jadilah harus diperbaiki dulu. Alhamdulillah juga sangat berterima kasih sama admin Mangatoon dan Novel toon karena cepat menanggapinya. Thanks para Readers yang masih setia membaca dan juga thanks yang masih mendukung....


...Iam Back... 😊😊☺...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Luna tersenyum menyeringai setelah mendengar bisikan rencana dari Indra. Walau sebenarnya dalam hati dia sedikit takut dengan rencana Indra ini. Tapi dia masih belum tau siapa Indra jadi dia bertanya lagi.


"Lu sebenarnya siapa? Kenapa lu ingin menghancurkan orang itu?" Tanya Luna penasaran


"Lu penasaran banget sih sama gue, lu beneran gak bisa kenalin gue dari suara gue sekalipun?" Indra bersmirk menatap Luna.


Luna mengernyit dahi bingung, dia hanya menatap Indra tanpa berkedip. Ini cowok lama lama di tatap kok ya malah ganteng dan manis batin Luna. Indra menyadari tatapan Luna. Diapun tersenyum manis dan berkata.


"Gue udah bilang sama lu untuk jangan jatuh cinta sama gue" ucap Indra dengan pede membuat Luna memutar bola matanya malas.


Jengah dengan Indra yang berbelat belit seperti belut. Luna hilang kesabaran ia benar benar sudah sangat penasaran siapa cowok yang sebenarnya adalah Indra ini.


"Haduuuuh.... Jan banyak kali ngeles deh lu. Siapa lu sebenarnya? Udah jangan banyak kali bacot. Just Tell me! How are you?" geram Luna


mendengar ucapan Luna, Indra tergelak karena bahasa Luna yang bercampur bahasa inggris sangat lucu pikirnya.


"Lucu banget sih lu Lun, lu beneran gak inget sama suara gue ni?" Indra kembali memastikan.

__ADS_1


"Ya gak, kalau inget mah. Gue gak bakalan nanya sama lu" ketus Luna.


Kemudian Indra menceritakan siapa ia sebenarnya kepada Luna. Luna hanya bisa menatap Indra dengan mulut menganga dan juga rasa tak percaya hinggap di benaknya. Bagaimana mungkin teman SMP nya dulu bisa berubah seperti ini. Mulai dari wajah yang berubah hingga ke sifat.


Yang membuat Luna semakin tak percaya, ketika Indra mengatakan bahwa yang ingin ia hancurkan adalah suami dari Kirana. Sahabat baik dari Indra.


"Lu gila ya Ndra. Bagaimana mungkin lu nyuruh gue buat hancurin Kirana dan suaminya." pekik Luna.


"Gue bilang kan cuma suaminya, kenapa Kirana juga hancur.? Gue gak mau tau, lu harus mengikuti rencana yang gue bilang tadi!" datar Indra menjawab


"Astaga, kalau rencana ini dilaksanakan, otomatis Ran juga bakalan ikut hancur lah. Udah gak waras lu Ndra,. Lebih baik pikir pikir lagi deh!" saran Luna


Luna tidak ingin mengambil resiko untuk mengikuti rencana Indra. Bukan takut tapi hanya kasian, walau dulu dia sangat membenci Kirana. Tapi ia sudah melupakan masa yang dulu. Tapi sekarang ini dia juga sedang membutuhkan uang. Kebimbangan melanda pikiran dan hatinya.


Luna hanya menggaruk tekuk yang tak gatal. Dia jadi serba salah sekarang.


"Gini Ndra... gue----"


Belum selesai Luna berbicara, Indra dengan cepat memotong pembicaraan Luna sambil mendekati wajahnya ke wajah Luna dan membelai pipi putih Luna.


"Lu udah gak bisa nolak Lun,. Kalau rencana ini berhasil, Lu bakalan gue bayar mahal. Kita layaknya Simbiosis Mutualisme. Sama sama membutuhkan dan sama sama menguntungkan. Lu butuh duit, gue butuh Kirana. Lu laksanakan rencana dari gue. Lu dapat duit, gue dapat Kirana"


ucap Indra berseringai, Luna menelan salivanya susah payah melihat senyum mengerikan Indra. Dan hanya anggukan pasrah yang bisa ia lakukan. Indra pun tersenyum kemenangan.

__ADS_1


...*******...


Zian turun dari mobil setelah tiba didepan halaman kediaman Chiko Wardhana. Setelah mendapat telpon beberapa menit yang lalu dan menimbang nimbang. Akhirnya Zian tetap mengikuti permintaan Kirana untuk makan siang dirumah.


Walaupun ia tau, bahwa yang meminta ia makan siang dirumah bukanlah Rita ibu mertua. Melainkan Teguh atau Karina. Zian hanya pura pura tak tahu saja. Zian pun sempat melihat kearah mobil Teguh kemudian menggeleng dan masuk kedalam.


"Udah aku tebak. Pasti mama yang memaksa Ran untuk membuat ku makan siang dirumah" gumam Zian ketika sedang membuka pintu rumah.


Zian terus berjalan menuju ruang tengah dimana Kirana Chiko dan Teguh berada. Kirana yang menyadari kedatangan Zian pun bangkit dan menghampiri Zian yang berdiri mematung.


"Hon... Kamu udah sampai?" tanya Kirana ketika berdiri tepat didepan Zian.


Zian tersenyum dan langsung memeluk Kirana. Tempat ternyaman untuk Zian hanyalah pelukan Kirana. Teguh dan Chiko hanya menganga melihat keromantisan pasangan didepan mereka berdua ini.


Chiko yang memang tingkat ke usilannya melebihi anak muda pun mulai beraksi lagi untuk menggoda dan mengusili putri dan menantu nya ini. Sampai Zian dan Kirana di buat tersipu malu.


"Uluh uluuuh.... Tadi di telpon Hubby, sekarang Honey,. Ya Allah... Anak muda sekarang banyak ya panggilan sayangnya" mata Chiko mengedip genit kearah Zian.


"Gak gitu ayah... " malu Zian, Kirana sudah menenggelamkan kepalanya ke dada bidang Zian karena malu.


"Membantah Zian Ko, dia malu. Lihat Ran malah makin mengeratkan pelukannya. Tenang Ran, Zian gak bakalan kabur" Teguh juga ikut nimbrung membuat mereka berdua tersipu malu.


Zian hanya tertawa ringan, begitu juga Kirana yang masih mendekap erat tubuh Zian. Kirana tersenyum, gurat bahagia nampak jelas diwajahnya. Dia mendongakkan kepala kearah Zian, disambut senyum manis dari Zian. Namun senyuman Zian langsung pudar ketika Karina dan Rita muncul dari dapur menghampiri mereka untuk mengajak makan. Karena makanan sudah siap.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2