
(Pov Dinda)
Namaku Dinda Ananda Putri, anak dari bapak Dendi Surya Putra dan ibu Indri Anandita. Aku memiliki seorang kakak laki laki bernama Devano Ananda putra. Kakak laki laki yang sangat aku sayangi melebihi siapa pun di dunia ini.
Oh iya. Orang tua ku sangat lah sibuk bahkan mengalahkan sibuknya para pejabat di Negeri ini. Walau keluarga ku sangat harmonis tapi aku kekurangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua ku. Yah...Tetap saja aku menyayangi mereka bertiga.
Dirumah aku di ajarkan untuk selalu menjaga tutur kata. Harus sopan dan bersahaja. Sejak SD sampai SMP aku memang menjadi wanita anggun sesuai ajaran Mami dan Papi. Tapi itu bukanlah aku, aku seperti terperangkap ditubuh lemah lembut dan anggun milik keluarga Keraton.
Aku yang mempunyai jiwa bebas dan urakan, harus selalu mengikuti peraturan peraturan yang dibuat oleh mami. Tidak boleh ini, tidak boleh itu, harus begini dan harus begitu. Aku jengah dan bosan.
Ketika aku bersahabat dengan Kirana dan Indra. Semua kelemah lembutan, keanggunan, kesopanan, hilang seketika karena keseringan berantem sama Indra. Aku yang memang berjiwa bebas dan juga selalu ingin melindungi Kirana pun ketika menginjak bangku SMA
Aku menjadi Dinda yang dikenal gesrek dan bobrok bahkan otak geser, aku tidak masalah. Dan Indra adalah teman berantem untuk ku. Kirana lah yang selalu menjadi penengah ketika kami mulai beradu mulut.
Memiliki sahabat seperti Kirana adalah hal yang terindah untuk ku. Aku seperti memiliki saudara perempuan kandung yang se frekuensi. Dia sangat penyayang dan perhatian, begitupun keluarganya.
Begitupun Indra, dia adalah seseorang yang tidak pernah lelah menganggu dan membully ku. Tapi dia sangat baik, dia bahkan akan melindungi ku dan Kirana kalau sedang dalam bahaya. Tapi tidak sekarang Indra berubah total, pernah aku bertemu dengannya ketika dia baru kembali setelah se tahun menghilang. Setelah dia membuat kekacauan dengan Kirana dan suami.
(Flashback On)
"Din..." panggil Indra melangkah mendekati Dinda yang sedang duduk sendirian di taman.
"Huft...Ternyata lu masih mau bertemu gue" Indra menarik nafas lega ketika tiba di samping Dinda
Tadi pagi Dinda mendapat telpon dari Indra yang mengajaknya bertemu.
"Iya, to the point aja ada apa?" Dinda tidak ingin berbasa basi
"Lu kok ketus kali sekarang? apa lu gak kangen gue dan apa lu gak nganggap gue sahabat lu lagi?" Sedih Indra
"Apakah gue masih layak untuk menjadi sahabat lu lagi?" tanya Dinda menatap lamat ke arah Indra
__ADS_1
"Loh, kenapa lu bilang begitu? ya masih lah, lu bakalan tetap jadi sahabat gue" ujar Indra
"Kalau begitu, lu berhenti gangguin Ran dan Zian. Kalau memang lu anggap gue sahabat lu" Ucap Dinda memandang Indra tajam.
"Woah gila, lu mau buat kesepakatan sama gue. Gak bisa" seru Indra, suara nya meninggi.
"Lu yang gila Ndra, Ran udah bahagia sama Zian. Lu ikhlasin Ran! Lagian ini semua kan ulah lu juga. Jadi lu harus move on, kembali menjadi Indra yang selalu buat gue tertawa dan jengkel, dan yang selalu bisa ngelindungi Ran, sekarang lu malah bikin Ran sedih terus" Jelas Dinda panjang lebar.
"Aku gak bakalan lepasin Ran untuk Zian sampai kapanpun"
Indra menatap Dinda dengan amarah membuncah. Melihat itu Dinda memutar matanya malas dan berdiri dari duduknya.
"Ya udah kalau gitu, gue tinggal. Kalau lu gak berubah pikiran, gue gak bakalan mau kenal lu lagi. Gue permisi"
Dinda pun meninggalkan Indra. Ada rasa sedih mengetahui kalau Indra benar-benar berubah. Tidak seperti Indra yang dulu.
^^^(Flashback End)^^^
^^^(Pov End)^^^
...********...
(Pov Herry)
Herry Edward, nama itu yang di sematkan oleh kedua orang tua ku. Mommy dan daddy ku sudah lama berpisah. Nasib ku dengan Zian hampir sama, hanya yang berbeda mom dan daddy masih menyayangi ku dan juga adik ku Jerry Edward.
Ketika aku memutuskan tinggal dekat dengan Zian. Aku memboyong mommy dan juga Jerry. Daddy masih tetap tinggal di London sana. Daddy menikah lagi dengan wanita pilihan nya. Wanita yang telah membuat keluarga ku berantakan.
Sungguh, ketika mengetahui daddy selingkuh. Ingin rasanya aku membunuh daddy maupun wanita penggoda itu. Aku sedang menempuh pendidikan di Texas. Saat dimana aku mengenal Zian Avicena. dialah yang menenangkan ku dan memberi ku kekuatan.
Mungkin kalau saat itu dia tidak ada, melindungi dan menjagaku. Aku sudah menenggelamkan diri ke Danau Texoma. Aku bersyukur dia menjadi bagian dari hidup ku. Menjadi sosok sahabat sekaligus saudara yang selalu ada kala aku berduka.
__ADS_1
Semenjak itu aku bertekat, juga akan selalu ada saat dia membutuhkan ku. Saat dia terluka, saat dia dalam bahaya. Aku lah orang pertama yang didepan melindungi dia.
Alasan aku menetap dekat dengan nya juga karena aku ingin selalu menjaga Zian. Tapi ternyata tinggal dekat dengan Zian tak ada ruginya. Buktinya sekarang aku malah kesemsem sama sahabat istri Zian. Tapi itu wanita malah bikin emosi dan geregetan tiap hari dengan tingkah nya yang konyol. Tapi aku menyukai semua tingkah nya.
Tapi mungkin aku akan sedikit berusaha lagi. Mengingat wanita itu, dekatnya malah sama Rifal bukan dengan ku. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku yakin dia akan segera jatuh hati padaku.
"Jiayooo Herry... " Herry berteriak menyemangati diri
^^^(Pov End)^^^
...*********...
(Pov Rifal)
Tidak banyak yang bisa aku katakan. Rifaldi bin Datok Badruzzaman. Tidak mampu mewujudkan cita cita sendiri karena terus mengikuti perintah Datok Badruzzaman. Lucu. Bahkan ketika aku sangat ingin menjadi diri sendiri, dengan mewujudkan cita cita ku menjadi orang hebat. Beliau dengan gampang nya menyuruh ku pulang dari Texas dan melanjutkan Restorannya dan aku menjadi koki kepala sepertinya.
Aku bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya. Tanpa perlawanan, tanpa pemberitahuan kepada tiga sahabat ku dulu. Aku pulang kembali ke Kuala Lumpur setelah dapat ancaman dari Datok yang aku panggil abah.
Sejak meninggalkan sahabat sahabat tercinta. Aku tidak mendapat kabar apa apa karena mulai sibuk belajar dan belajar menjadi seorang Chef. Dan akhirnya aku menjadi seorang Chef di Restoran ku sendiri. Yah... setelah mengalami penempaan yang mengerikan.
Ketika mendengar Zian menikah. Aku sangat senang. Tapi ketika mengetahui kisah dibalik pernikahan yang dia alami. Aku pun terasa terpanggil, apalagi dia sudah seperti adik untuk ku. Aku pun memutuskan hidup dekat dengannya setelah meminta izin dengan abah dan umi terlebih dahulu.
Ternyata abah dan umi juga menyetujui aku mau melakukan apa saja. Agar aku tidak jenuh hidup seperti itu. Dan mereka mengizinkan aku menikmati hidup. Karena selama ini aku sudah cukup bekerja keras. Maka dari itu aku putuskan hidup didekat dua sahabatku ini. Karena aku ingin menjadi penompang untuk mereka semua.
^^^(Pov End)^^^
...********...
...**𝙃𝙖𝙡𝙡𝙤 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨..... 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙮𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙩.. 𝙎𝙞𝙣𝙮𝙖𝙡 𝙨𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙣𝙞, 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙡𝙖𝙢𝙗𝙖𝙩 𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙉𝙤𝙫𝙚𝙡𝙣𝙮𝙖....
...𝙨𝙤. 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙞𝙠𝙚 𝙖𝙣𝙙 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣𝙩. 𝙏𝙝𝙖𝙣𝙠𝙨 𝙪 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 2 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜. 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙥𝙖𝙧𝙩 𝙞𝙣𝙞 𝙜𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙢𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙪𝙩𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖. 𝙨𝙚𝙚 𝙪**...
__ADS_1