The Crazy Testament

The Crazy Testament
Cerai?


__ADS_3

Rifal menghela nafasnya berat, "Ayo kita temui Zian..!" Ajak Rifal menarik tangan Herry


"Jangan dulu, nanti dia malu ketemu kita" Herry menolak ajakan Rifal


"Kau tega melihat sahabatmu rapuh tanpa berniat memberinya semangat dan kekuatan? Sahabat macam apa kau ini.?" Rifal mendengus kesal menatap tajam kearah Herry


"Bukan begitu maksudku, hanya saja mungkin Zian tak ingin kita tahu bahwa ia sangat rapuh, karena selama ini ia menunjukkan dirinya kuat didepan kami" Herry menghembus nafasnya kasar, mata Herry masih menatap sendu Zian.


"Dinda, aku mau tanya sama kamu, ketika kamu melihat Kirana rapuh dan sedang menangis, apa kau membiarkannya? atau mendekati memeluk memberi kekuatan?"


Dinda yang ditanya Rifal langsung menatap manik hitam Rifal dan berkata


"Lu gilaa....Mana mungkin gue biarin sahabat gue menangis sendirian, sesalah apapun dia, dia tetap sahabat gue yang perlu gue kasih kekuatan dan semangat, bahkan kalau ada yang menyakiti dia, gue akan berdiri didepan ngebela dia" Ujar Dinda dengan nafas memburu.


"See..! " ucap singkat Rifal menatap Herry, membuat Herry mengangguk paham.


Mereka bertiga mendekati Zian yang masih setia menangis di kursi tersebut. Ia tak sadar dengan kedatangan ketiganya sampai suara yang familiar menelusup ketelinganya.


"Apakah kau akan terus menangis?" Tanya Rifal,membuat Zian langsung menoleh menatap satu persatu sahabat dibelakangnya.


"Kalian?" Zian memalingkan wajahnya dan menghapus jejak airmata di pipinya dengan cepat.


"Sejak kapan kalian berada disini? dan kau? sejak kapan kau di Indonesia, kenapa tidak memberi tahu ku?" sambungnya lagi.


"Kita bicara didalam saja, disini dingin, kita kedalam nanti aku akan cerita" Jawab Rifal, Zian mengangguk dan mereka pun masuk kedalam rumah.


...******...


Didalam sebuah kamar minimalis bergaya klasik dengan campuran warna hitam dan krim itu, seorang gadis bermata bening sedang menatap sebuah map ditangannya, tadi ibu dari gadis yang tak lain adalah Kirana, mengantar map tersebut kepadanya.


Airmatanya tumpah ketika Rita memberitahu bahwa map tersebut berisi surat persetujuan perceraian yang harus ia tanda tangani. Kirana berdiri, berjalan menuju balkon kamarnya. Ia masih meneteskan airmata pilu.


"Maafkan aku Zian, aku tak akan menanda tangani surat ini sampai kapan pun. Kembalilah, aku merindukan semua perhatian mu...Hiks..."


Sungguh malang nasibnya, dan sungguh bodoh dirinya, yang membiarkan orang yang selama ini mencintainya dengan tulus pergi dari hidup nya. Kirana meratapi kebodohan yang telah ia lakukan.


...******...


Sementara itu di kediaman Zian, ketiga sahabat itu ditambah Dinda sedang makan malam bersama. Setelah Rifal memasak makan malam untuk mereka berempat. Ya. Rifal adalah seorang koki terkenal di Malaysia setelah ia pulang dari Texas.

__ADS_1


"Woah...masakan mu enak sekali Fal, kau seorang koki?" tanya Dinda antusias


"Iya, aku kembali karena ayah ku menyuruh mengambil alih pengelolaan restoran miliknya, jadilah aku belajar memasak mati matian, dan mengabaikan dua sahabat ku ini"


Rifal menatap kepada kedua sahabatnya. "Maafkan aku yang pulang tanpa memberitahu dan terlambat datang menyapa kalian" sambungnya lagi


"Gak pa pa Fal, kami berdua ngerti" timpal Herry


"Sekarang apa kegiatan kalian berdua?" tanya Rifal


"Kami berdua sedang menjalankan sebuah perusahaan Real estat...Ya sudah lumayan berkembang lah, tinggal membangun cabang di Swiss, London atau Malaysia," Sombong Herry, membuat Zian menggeleng geleng kan kepalanya.


"Mendengar nama Swiss, aku memutuskan untuk kembali ke Swiss besok"


Perkataan Zian sontak membuat ketiga kepala sahabatnya menoleh dan melotot kearahnya.


"Lu ngigau ya Zian, ngapain kembali ke Swiss?" tanya Dinda


"Lu jangan macam macam deh, kalau lu kembali bagaimana dengan gue..? perusahaan kita?" timpal Herry


"Lu aja yang handle, gue dah gak semangat, apalagi besok persidangan gue sama Kirana" lesunya sambil menunduk


"Kirana gak akan menanda tangani surat itu Zian" Otomatis wajah Zian terangkat.


"Dari mana lu tau, lu gak usah bercanda sama gue, gak mempan" ucap Zian dingin.


"Ibu tadi yang bilang, map yang ibu kasih dikembalikan lagi sama Kirana dan Kirana bilang ia tidak mau tanda tangan, jadi kalian gak bakalan bisa cerai, kecuali lu tetap mau gugat cerai dia ke pengadilan" Jelas Dinda


"Hmmm....Gue yang akan gugat dia" ujar Zian membuat ketiganya melotot, dan satu jitakan mendarat di kepala Zian.


Plak.....


"Lu kalau lagi gak jernih mikir, sini gue pukul sekali lagi" Itu Herry yang berucap, sedangkan pukulan tadi dari Rifal.


"Udah jernih pikiran nya?, bukan berjuang malah menangis seperti bocah, bukan berjuang malah menyerah, Kirana aja udah gak mau cerai dari lu, sekarang giliran lu berbuat sesuatu" Seru Rifal kesal.


"Ho oh, persis seperti manusia yang tidak punya harapan hidup, padahal jelas sekali Kirana sudah memberi kesempatan kepada lu untuk terus berjuang merebut hatinya, jangan jangan malah Kirana memang sudah jatuh cinta pada lu, tinggal di elunya aja, mau berjuang gak" Dinda jengah melihat sorot mata keputus asaan Zian.


Zian menatap satu persatu sahabatnya dengan pikiran berkecamuk, bukan dia tak mau berjuang tapi bagaimana dengan Indra? dan berjuang, ia sudah melakukannya selama setahun tanpa adanya perubahan.

__ADS_1


"Ntah lah, aku hanya takut" ucapnya, kemudian Zian menceritakan tentang pertemuan dia dengan Indra tadi pagi.


(Flashback On)


"Lu tinggalin Kirana, gue mau nikah sama dia"


"Kalau gue gak mau, lu mau apa, gak usah yakin lu Kirana mau sama lu?"


"Lu tau gue kan? gue bakalan buat Kirana jatuh kepelukan gue walau harus dengan paksaan, lu kan pasti belum nyentuh Kirana sekalipun, gue bakalan buat dia melayang"


Bugh....


"Lu memang udah gila Ndra, jangan pernah menghancurkan Kirana, lu bukan suaminya"


"Ahahaha.....gue memang udah gila, gila sama Kirana, makanya lepaskan Kirana dan aku akan menikahi dia segera"


^^^(Flashback End)^^^


"Indra benar benar sudah tidak waras, kepentok kayaknya kepalanya pas kecelakaan" cerocos Dinda, Herry tersenyum tipis melihat wanita absurd disebelahnya ini.


"Kalian tau kan Indra orangnya macam apa, aku tidak mau dia melakukan sesuatu seperti halnya di Texas dulu" ucap Zian


"Tungguuu....Mank si kere lakuin apa di Texas?" Tanya Dinda penasaran.


"Siapa si kere?" Rifal bingung


"Indra" kekeh Dinda, membuat ketiga pemuda tersebut mengangguk dan terkekeh.


"Anaknya tu bejibun di Texas, kerjaannya nidurin anak orang aja, terus di tinggalin, banyak anak gadis orang minta tanggung jawab dia, playboy tingkat akut" cerita Herry


Dinda melongo tak percaya " Mana mungkin, dia baik banget kok, waktu disini dia hanya setia sama Kirana"


"Kalau dia baik, gak mungkin dia ancam Zian dengan hal begitu" tutur Rifal, membuat Dinda mengangguk mengerti.


"Terus apa yang akan kita lakukan?" tanya Zian sendu,


Membuat Dinda menyeringai, ketiga pemuda didepan Dinda langsung saling tatap menatap dan bergidik ngeri melihat seringaian Dinda.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2