The Crazy Testament

The Crazy Testament
Because Of You


__ADS_3

(POV Indra)


Karena kamu, aku rela terluka.


Karena kamu, aku rela menderita.


Karena kamu, aku bertahan dalam pertaruhan nyawa.


Karena kamu, aku menerima hidup dalam wajah berbeda.


Aku tak sanggup harus kehilangan mu


Aku tak sanggup melihatmu dengan yang lain


Aku tak sanggup harus menerima kenyataan pahit ini.


Kamu adalah seseorang yang selalu ada dihatiku.


Aku tau, aku bodoh telah membuat wasiat gila sehingga kamu bersamanya sekarang.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bahkan sedetikpun aku tidak bisa, tidak memikirkan mu.


Getaran didada ku terus menabuh bertalu, aku sangat mencintaimu.


Dulu aku tidak memikirkan mu sama sekali, hingga aku dengan rela menulis wasiat gila yang membuat ku menyesal seumur hidup. Membiarkan mu menjadi milik orang lain.


Tapi sekarang aku takkan melepas mu lagi.


Takkan pernah, aku akan berusaha mendapatkan mu walau nyawa taruhan nya. aku akan merebut mu kembali.


"Aku tak kan tinggal diam, aku akan mendapatkan hatimu kembali Ran, seperti dulu lagi"


^^^(POV End)^^^


...*****...


Pelukan Kirana mengurai, ia menatap Zian lamat. Mengelus wajah Zian dan turun ke bibir Zian yang sobek karena ulah dua suruhan Indra. Kirana mengelus luka disudut bibir Zian, itu membuat Zian meringis kesakitan.


"Apa ini sakit?" tanya Kirana yang dibalas anggukan oleh Zian.

__ADS_1


Dinda, Herry, dan Rifal jengah melihat pasangan yang sedang mabuk asmara itu. Dinda yang sudah tidak tahan dengan bertebarannya warna warna pink yang tak terlihat itu pun bersuara.


"Yaiyalah sakit, namanya juga kena gebuk" celetuk Dinda


"Ho oh, kena cium baru gak sakit, paling nikmat doang" balas Herry


"Kena cium bukan aja nikmat, manis dan juga ketagihan"


Timpal Rifal membuat semua yang disitu ternganga dan memandang Rifal mencari jawaban.


"Lu udah pernah ciuman Fal?" tanya Herry penuh selidik


"Ya gak lah, nak ciuman sama siape? Orang pacar saje tak ade" jelas Rifal panik


Dinda tertawa ketika mendengar Rifal berbicara, pasalnya ketika Rifal dalam keadaan tenang ia akan lancar berbicara bahasa Indonesia, tapi ketika Rifal dalam keadaan tertekan dan panik, bahasa Negara nya lah yang akan keluar.


"Ahahahaha....astaga, kalau Rifal ngomong bahasa Malaysia, gemes jadinya"


"Gemes, lu pikir anak bayi" gerutu Herry meninggalkan mereka semua didepan pintu.


"Dia kenapa? Sensi amat kayak cewek PMS?" tanya Dinda dengan mata polos


"Omongan gue ada yang salah ya?" tanya Dinda sama Rifal yang sedari tadi sedang berpikir.


"Fal, kok diam aja sih?" menepuk pundak Rifal yang masih terdiam memegang dagu.


"Asem, lu ah bikin gue kaget aja. Tauu...kita ikut mereka" ajak Rifal menarik tangan Dinda.


...******...


Kedua orang tua Kirana memutuskan untuk kembali kerumah bareng Zian dan Kirana. Setelah perdebatan panjang agar Zian tidak menginap ditempat Herry.


"Ayo kita pulang.! udah larut malam banget ini" Ajak Chiko.


Lagian tidak mungkin mereka semua menginap ditempat Herry yang hanya memiliki 2 kamar itu.


"Ibu sama ayah pulang aja, aku mau menemani Herry malam ini, besok aku akan mengantar Herry ke Bandara" ujar Zian


"Eh gak usah Zi, gue bisa berangkat sendiri, lu istirahat aja. Kan lu habis gelud" cengir Herry

__ADS_1


"Iya Zi, lu pulang aja nanti Herry gue yang urus. gue nginap disini malam ini." balas Rifal, Herry hanya menatap Rifal santai.


"Tapi, gue ada yang harus gue bahas sama Herry. Besok malah dia akan berangkat lagi"


Kirana yang sedari tadi diam, angkat bicara. Ia tidak ingin Zian menginap ditempat Herry karena mengingat Zian baru saja berantem, pasti tubuhnya sekarang sedang tidak baik baik saja.


"Besok kamu bisa kesini Hon, malam ini kita pulang kerumah aja. Herry jam berapa besok berangkatnya?"


"Mungkin siang nya" sahut Herry


"Hmm...Ya udah kalau gitu" sendu Zian menatap mata bening Kirana


"Hon, aku hanya ingin mengobati luka kamu itu" tutur tulus Kirana,


Dinda menyimak percakapan Zian dan Kirana, tapi sepertinya ada yang mengganggu pikiran nya. Jadi ia pun ikut menimpali.


"Hon? Honda?" tanya Dinda polos, sontak yang mendengar langsung tawanya pecah.


"Ahahahahaha....Bener bener jomblo akut, Hon aja dia gak tau" ledek Herry sukses membuat Dinda memoutkan bibirnya sebal.


"Honey,...Honey....astaga, itu aja gak tau" geram Kirana terkekeh.


"Permainannya gak luas ini" kekeh Zian lagi,


Dinda benar benar kesal dia hanya menjawab singkat. "Au ah gelap"


"Udah...udah, jangan di ganggu lagi Dinda. ayuk kita pulang! Dinda pulang juga gak? biar sekalian" Tanya Rita kepada Dinda yang masih memanyunkan mulutnya.


"Ya salam mulut manyunnya udah 5 centi aja, bisa di ikat pake karet" celetuk Chiko terkekeh.


Semua disitu ikut terkekeh. Dinda semakin sebal. Tapi hanya Herry yang tersenyum tipis.


"Anterin sampai rumah ya yah" rengek Dinda


"Iya...masak mau di lelang dijalan" canda Chiko langsung melenggang keluar dari Apart Herry di ikuti oleh yang lain. Dinda yang sebal tambah kesal, dia pun semakin merengek manja.


"Ayaaah..." pekiknya lantang.


Chiko langsung ngacir meninggalkan Rita, Zian, Kirana dan Dinda yang menghentakan kakinya kesal.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2