
Zian dan Kirana sedang berjalan-jalan menikmati kota Jenewa. Kirana terus mengoceh betapa indahnya negara Swiss ini. Zian sampai bosan mendengarnya.
"Masya Allah Zian, Swiss keren banget sih, kereen banget" kagum Kirana, ia sangat semangat berlari-lari dijalan aspal itu.
"Berisik banget sih lu, gak capek mulut lu, ngoceh mulu" ucap Zian
Kirana mengerjap-ngerjap matanya polos.
"Suka suka, mulut mulut gue juga" ketus Kirana mencibir.
"Ya salam....Huftt....Serah laah" Zian memutar bola matanya malas.
"Ciiih...Makanya diam aja. Biasanya juga puasa ngomong" decih Kirana, Zian langsung menjitak kepalanya. Membuat Kirana mengelus kepalanya dan memoutkan mulutnya kesal. Zian hanya tersenyum mengejek.
"Lu mau ketempat lebih indah dari ini gak?, kayak kesebuah desa gitu?" Tanya Zian menatap Kirana penuh harap.
"Hmmm....Aku pernah dengar sih, desa-desa di Swiss banyak yang pemandangannya indah, di kelilingi laut, danau, gunung, bahkan ada air terjun nya." Jawab Kirana antusias.
"Apa kita bisa kesalah satu desa indah disini?" tanyanya lagi.
"Lu mau ke desa mana?" Zian pun berhenti dan bertanya, tapi jauh didasar hati ia berharap Kirana gak memilih ke desa Mommynya. Grindelwald.
Ternyata dewi fortuna memang sedang tidak bersamanya. Pasalnya dengan semangat 45 Kirana berseru girang untuk ke desa Grindelwald.
"Grindelwald....Disana cantik banget, gue udah search dan Grindelwald dikelilingi sama laut biru. Di foto aja cantik banget, Masya Allah. Aku pokoknya harus kesana, harus" riangnya bersemangat.
Tapi Zian langsung terdiam. Ia tidak tau harus bilang apa. Ingin ia menolak, tapi melihat Kirana yang sangat gembira dan bersemangat, ia tidak ingin mematahkan semangat Kirana. Jadi dengan berat hati ia pun mengangguk pasrah.
"Yeeeeeaay......ayo kita siap-siap, kita ke Grindelwald" serunya senang lalu menarik tangan Zian, berlari menuju hotel mereka.
__ADS_1
...***...
Sebuah mobil sedan yang disewa Zian sedang melaju dengan hati hati menyusuri jalanan desa Grindelwald. Kirana dengan hati riang melihat pemandangan diluar dari jendela mobil.
"Benar benar indah banget, gak salah kita kesini" kagum Kirana. Ia tidak menyadari bahwa sekarang Zian menatap intens kepadanya.
"Biasa aja, gak ada indah indahnya," ketus Zian, membuat Kirana menatapnya tajam.
"Kau ini, memang tidak bisa melihat ku senang sedikit" cibir Kirana.
"Kau selalu bersenang senang, lompat kesana, lompat kesini, persis seperti seorang bocah" ejek Zian, Kirana hanya berdecak kesal.
"Ck....Tumben ngomongnya panjang, biasanya juga pelit dan irit" decak Kirana. Zian hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lebih, mereka akhirnya sampai di sebuah penginapan. Setelah membayar uang sewa transportasi. Zian dan Kirana masuk kedalam penginapan bertemu dengan resepsionisnya.
Semua percakapan dengan resepsionis ecek eceknya dalam bahasa Inggris. kecuali Zian dan Kirana.
"Oh ada, ada...dekat danau, kalian suami istri?" tanya resepsionis tersebut
"Oh itu..." belum habis Zian berbicara, Kirana langsung menyela.
"Yes...Kami berdua suami istri..Apakah disini ada diskon untuk pasangan?" tanyanya antusias. Zian langsung melongo.
Bagaimana bisa Kirana berani meminta diskon, harga dirinya tercabik. Zian memandang Kirana tajam ia melebarkan matanya. Orang yang di tatap hanya cengengesan gak jelas.
"Lu...lu pikir gue miskin kali, gak bisa bayar sampe minta diskon?" ucapnya geram
Kirana masih senyum senyum nyengir sambil menggaruk tengkuk nya. " Hehehe...Sorry"
__ADS_1
Resepsionis tersebut tertawa melihat interaksi Zian dan Kirana, ia lalu berucap.
"Untuk pasangan ada diskonnya. Tenang saja, tapi harus berpaket," ia menyodorkan sebuah brosur
"apakah kalian ingin mengambilnya?" tanyanya kemudian.
Zian langsung membaca tulisan yang tertulis di brosur tersebut, ia terkejut, di brosur tertulis 'Paket honeymoon bergairah'. Kirana malah tertawa terpingkal-pingkal.
"Ahahahaha.....lucu sekali...ahahaha" tanpa ba bi bu...Zian menjitak kepalanya.
"Shut up" ia menatap Kirana tajam. Kirana langsung diam dengan membuat gerakan tangan mengzip mulutnya.
...******...
Mereka berdua memilih paket 3 hari 2 malam. Karena Kirana ingin berkeliling ke seluruh desa cantik yang ada di Swiss. Zian pun hanya mengikuti apa kata Kirana. Ntah kenapa ia selalu menurut semua perkataan Kirana.
Ketika mereka memasuki Bungalow, Kirana langsung ternganga. Ketika ia ingin mengucap kagum, Zian otomatis menutup mulutnya dengan tangan. Ia lelah mendengar ocehan kagum Kirana yang sudah ia dengar dari kemarin-kemarin.
Kirana langsung memberontak, dan menginjak kaki Zian, Zian terpekik kesakitan dan melompat-lompat memegang kakinya yang perih.
"Rasain...emang enak...berani bekap mulut gue sih" cibirnya langsung berlari ke balkon kamar.
"Ya ampun....punya bini kok gini amat ya Allah.." tuturnya sambil mengatup giginya geram.
Sejurus kemudian Zian mematung, terpesona dengan kecantikan Kirana yang sedang berdiri di pembatas balkon. Rambutnya yang panjang hitam legam di terpa oleh angin menambah cantik wajahnya yang putih bersih. Rambutnya yang diterpa angin menampakkan lehernya yang jenjang. Zian susah payah menelan air ludahnya yang seakan, akan tumpah keluar.
"Ya Allah, indahnya pemandangan" gumamnya pelan.
Kalau sampai Kirana melihat tingkahnya seperti ini, bisa jadi bahan bullyan Kirana pikirnya.
__ADS_1
Zian menepuk pipinya untuk menyadarkan diri. Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Memang sedari tadi ia gerah, gerah melihat Kirana yang membuat hasratnya bangkit. Tidak salah tulisan di brosur tersebut bahwa Paket Honeymoon Bergairah. ahahaha ups...
...******...