
Sabda yang tidak tahu meminta Maaf hanya terdiam sambil terus mengacak rambutnya merasa depresi.
"Brengsekkkk!!!!!" Sabda melempar botol soda yang ada di hadapanya hingga Hancur.
kedua Sahabat Sabda yang akhirnya paham juga kenapa Sabda sampai seperti itu. Pasti karena ada Sharena tadi.
Cinta terus menangis karena merasa Sabda sudah keterlaluan saat itu. ia langsung pergi meninggalkan Sabda dengan kedua sahabatnya tanpa berpamitan lebih dulu.
"Bidadari kamu mau kemana?" Tanya Rama berusaha mengejar Cinta yang terus berlari keluar ruangan itu sambil terus menangis.
Namun Rama Gagal mengejar Cinta yang sudah keburu masuk kedalam Taksi dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Sial udah kabur aja tuh cewek! Lagian Sabda keterlaluan juga sumpah dah! Cewek secakep itu malah di sakitin" Gumam Rama yang langsung kembali ke tempat Sabda dan Rey.
Sabda yang masih terdiam terus memijat keningnya.
sementara Rey berusaha menenangkan Sabda.
"Sab, Santailah Gue tahu lo masih dendam sama Sharena tapi Lo jangan korbanin cewek lo juga kali apalagi dia bakal calon istri Lo" Seru Rey sambil menepuk pundak Sabda.
"Gue muak banget lihat muka tuh cewek Rey. kenapa dia harus muncul lagi di depan muka gue sih. enek banget gue sumpah!" Ucap Sabda yang masih terlihat begitu kesal.
Tiba Tiba Rama masuk dan langsung mendudukkan dirinya diatas sofa.
__ADS_1
"Parah Lo Sab! Bidadari Gue tuh. Kalau lo gak mau ya kasih gue ajalah jangan lo sakitin gitu. gue tahu lo tuh dendam sama Sharena tapi bidadari kan Nggak salah apa apa sama lo." Celetuk Rama yang ternyata diam diam menyukai Cinta pada pandangan pertama saat berada di Bar tempo hari lalu. ia berusaha mencari cinta tapi tidak menemukan cinta di bar itu lagi karna Cinta sudah berhenti tidak bekerja di bar itu lagi.
"Lo bilang apa barusan? Lo bilang bidadari Lo?" Sabda menajamkan matanya kali ini terlihat lebih seram.
"Lo macem macem aja Ram! Dah tahu si cinta itu calon istri sabda" celetuk Rey
"Emang kenapa Lo nggak suka Sab? Gue udah tahanin ya lo tuh sengaja kan bikin Sharena cemburu dan panas. akhirnya Lo pangku lah Lo cium lah si bidadari di depan dia. supaya Lo puas udah bikin kesel si Sharena. gitu kan maksud Lo Sab!" Teriak Rama yang entah kenapa jadi marah padahal saat tadi masih ada cinta dia terlihat biasa saja bahkan meledek Sabda saat sedang mencium Cinta.
"Maksud Lo apa Ram! Lo suka sama Cinta hah? Inget Ram catet nama dia Cinta Bukan bidadari Lo ngerti!" Ucap Sabda dengan penuh penekanan.
"Gue.. Gue bukan gitu. Gue nggak suka aja kalau cewek baik kayak gitu lo samain dengan cewek yang sering ngejar ngejar lo. gue lihat siapa tadi namanya.."
"Cinta Ram!" sambung Rey.
"Iya Cinta kayaknya dia bukan cewek murahan. tapi Lo perlakuin dia nggak sopan banget sab.! Gue tau Lo bahkan nggak pernah ciuman kan Sab! Kenapa lo cium si cinta itu di depan kita kita. dia pasti malu banget tau nggak. ngerasa rendah banget pasti dia"
Tindakannya tadi memang sudah keterlaluan. apalagi dia mencium bibir cinta dengan kasar. padahal itu juga adalah ciuman pertamanya. Sabda memang punya pacar banyak sebelumnya tapi tidak ada satupun dari pacar sabda itu yang ia anggap serius. jangankan berciuman bibir. sekedar ciuman di pipi saja dia tidak sudi. sebenarnya Sabda berniat memberikan ciuman pertamanya itu untuk Sharena kekasih pertamanya yang sangat ia suka tapi setelah mengetahui penghianatan Sharena ia justru merasa jijik.
Tindakan nya tadi pada cinta spontan ia lakukan hanya untuk membuat Sharena merasa kesal. bukan bermaksud ingin merendahkan cinta. namun nasi sudah menjadi bubur. cinta malah pergi dan marah. padahal lusa mereka akan menikah.
"Gue Cabut lah!" Sabda langsung beranjak pergi keluar ruangan itu.
"Mau kemana Lo? Minta maaf Lo sama Si cinta. Kalau memang Lo tuh sayang sama dia karena dia mau Lo jadiin istri. jangan bikin dia sedih Sab. Denger omongan Gue kali ini sebagai sahabat Lo!" Ucap Rama. sedangkan Rey merasa ada yang janggal dari gerak gerik dan ucapan Rama kali ini. mungkinkah Rama menyukai calon istri sabda itu pikir rey.
__ADS_1
Sabda Berbalik menghampiri Rama. ia menarik kerah baju rama sekuatnya.
"Lo Suka kan sama Cinta Ram! Bilang sama Gue!" Teriak Sabda yang mulai kesal dengan ocehan sahabatnya itu sedari tadi.
"Kalem Sabda jangan gitu. kita temenan dah lama juga. ngapa malah ribut segala sih!" ujar Rey melerai mereka berdua yang masih bersitegang saja.
"Sorry Sab, Gue bukan mau ngerebut calon istri Lo, gue cuma ngerasa simpati sama si cinta itu. gue rasa dia beda. cuma gitu doang Sab. dan gue cuma agak shock aja waktu gue tahu dia itu bakalan nikah sama lo sedangkan setau gue lo nggak pernah serius sama cewek kan Sab!" Seru Rama.
Sabda akhirnya melepas cengkeramannya terhadap Rama, Ia mengalihkan pandangan tajamnya tadi lalu pergi.
"Gue bakalan minta maaf sama cinta. makasih udah ingetin Gue. gue cabut dulu" Seru Sabda meninggalkan Rama dan Rey.
Sepanjang Perjalanan Sabda tidak bisa fokus. wajah cinta terus ada didalam otak Sabda saat ini.
"Sialaaaan....!! kenapa gue jadi kelikiran itu cewek terus sih. udah gila kali gue ya! Lagian kenapa gue malah nyium dia segala sih, Mana ciuman bibir. gue benaran udah nggak waras kayaknya. tuh cewek juga kayaknya baru pertama kali ciuman." Sabda terus meracau sambil terus menyetir. ia memutuskan untuk datang ke rumah cinta dan meminta maaf. bagaimanapun cinta adalah calon istrinya. meskipun nantinya hanya sebagai pasangan nikah kontrak saja. tapi kedua orang tua sabda sudah terlanjur menyukai cinta pikirnya.
Sabda Akhirnya tiba di depan rumah Cinta. ia turun dari mobilnya lalu melihat Cin5a yang sedang termenung duduk sendirian di atas kursi yang tepat berada di teras rumah cinta.
"Ngapain dia malah duduk ngelamun sendirian gitu. jangan jangan dia depresi karena tadi gue cium? Gila Lo Sab emang!"
Sabda sejujurnya memang sudah merasa bersalah pada Cinta tapi ia enggan berterus terang. namun mau tidak mau ia harus pulang membawa cinta malam ini karena Mamanya yang memintanya membawa pulang Cinta dikarenakan dua hari lagi adalah hari pernikahan dirinya dengan Cinta. Cinta yang tidak ada saudara ataupun kerabat diminta tinggal di rumah sabda oleh Papa dan Mama Cinta.
Sabda Berdiri tepat di depan Rumah Cinta. saat itu Cinta sudah melihat Sabda yang hanya berdiri mematung tanpa berinisiatif untuk masuk.
__ADS_1
Cinta merasa masih kesal dengan Sabda, Ia memilih untuk masuk ke dalama rumahnya dan menutup pintunya rapat.
Melihat hal itu Sabda lansung menghampiri cinta. ia mengetuk pintu rumah cinta namun tidak juga dibukakan oleh cinta.