THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Mulai Serumah


__ADS_3

Cinta terkesiap mendengar apa yang barusan Sabda katakan. "Apa jadi maksud dia tadi itu ciuman pertama dia juga?" Gumam Cinta dalam Hati.


Entah kenapa saat itu suasana jadi semakin canggung bahkan keduanya merasa berdebar debar. seperti orang yang sedang pacaran sungguhan.


"Gila Lo Sabda! Kenapa Lo jadi cemen banget sih semenjak kenal tu cewek. Ngapain Lo curhat segala udah kayak cewek alay aja! Lo itu cowok kuat Sabda! Lo nggak pernah ngomong Lembut apalagi ngobrol serius dengan cewek manapun sebelumnya" Sabda terus meracau dalam hatinya. ia merasa sudah bukan dirinya lagi. ia merasa sudah menjadi semakin aneh semenjak mengenal Cinta.


Begitu juga Cinta yang hanya bisa terdiam tidak mengeluarkan sepatah katapun. dia merasa tidak percaya kalau Sabda Pramaditya yang dikenal penakluk wanita namun ternyata bahkan belum pernah berciuman dengan seorang wanita.


Sabda memperhatikan Cinta sekilas. Lalu mengalihkan kembali pandanganya itu.


"Lo nggak usah mikir kalau gue jadiin Lo alat buat bikin tuh cewek cemburu. gue sama sekali nggak ada pikiran kesitu. gue akuin gue salah karna cium lo secara paksa kayak tadi"


"Kalau kamu memang tidak ada perasaan terhadap dia lagi sebaiknya kamu tidak perlu memelihara dendam kepadanya Sabda.."


Mendengar perkataan Cinta barusan membuat Sabda terdiam dan mencerna baik baik setiap ucapan Cinta itu.


"Tapi Lo nggak marah kan karena gue cium?" Tanya sabda lagi.


"Jelas Marah sabda. kamu jangan pernah coba untuk cium aku kayak gitu lagi" sahut Cinta.


"Kalau udah nikah nanti gimana?"


Cinta melirik Sabda sekilas lalu berpaling secepat mungkin.


"Kamu tahu kan kita nggak beneran menikah dalam artian yang selayaknya" Jawab cinta.


"Benar Juga" Sahut Sabda singkat. ia kembali memperhatikan jalanan saat menyetir.


"Sabda kenapa Lo jadi kepikiran mau nikahin ni cewek beneran sih! Sadar woy sadar! Lo nikahin dia cuma buat Formalitas sebatas itu nggak lebih!" Sabda Terus meracau sendiri dalam hatinya. ia merasa sangat aneh saat ini. ia merasa ingin terus menerus berada di sisi Cinta. terutama semenjak insiden ciuman tadi. diam diam dalam otak Sabda saat ini hanya ada Nama Cinta Nirmala.


"Brengsek!!!" Maki Sabda dalam hati.


****


Tidak Terasa akhirnya Mereka sampai di rumah Sabda. Cinta pun turun dari Mobil Sabda dan mengikuti Sabda dari belakang.


"Lo ngapain ngintilin gue begitu. sini tangan Lo" Ujar sabda yang langsung menggandeng tangan Cinta.

__ADS_1


Cinta terus berbicara sendirian dalam hatinya ia merasa berdebar debar saat Sabda menggandeng tanganya. "Astaga Cinta kenapa kamu jadi gemeteran gitu. jangan macem macem Cinta. kamu itu nggak lebih sekedar nikah kontrak aja sama dia. jangan pakai perasaan kamu cinta"


Selamat Datang Tuan Sabda dan Nona Cinta


Para pelayan Rumah sabda memberikan Salam kepada mereka berdua yang baru saja tiba.


"Dimana Papa dan mama?" Tanya Sabda pada salah satu kepala pelayan di rumahnya yang bernama Pak Bagas.


"Tuan dan Nyonya ada di dalam sedang menonton Televisi Tuan" Ucap Pak bagas.


"Oke!"


Sabda mengajak Cinta menemui Papa dan mamanya.


sedangkan Cinta hanya mengikuti Sabda saja.


"Ma, Pa, " Panggil Sabda kepada Mama dan Papanya yang sedang asyik menonton televisi itu.


"Cinta.. Kamu udah datang Sayang.. Mama tungguin juga daritadi. Sabda kamu ajak cinta kemana sih kok jam segini baru pulang?" Tanya Delia yang langsung menghambur memeluk cinta.


"Selamat Malam Om dan Tante.." Sapa Cinta kepada Delia dan Pramana.


"Maaf Mama, Cinta seringkali Lupa" Jawab Cinta sambil terus tersenyum.


"Sabda. Antar Cinta ke kamarnya. dia pasti Capek kan. kamu jangan sungkan ya cinta. ini rumah kamu juga" Ucap Pramana. Cinta hanya mengangguk mengiakan.


"Kalau gitu Sabda ajak Cinta ke kamarnya dulu ya Ma, Pa"


"Iya sayang.. Daah Cinta selamat istirahat Yaa.." Seru Delia yang sangat senang sebentar lagi akan memiliki menantu seperti Cinta.


"Selamat Malam Mama dan Papa." Ucap cinta.


**


Sabda terus memperhatikan wajah cinta di saat Cinta sedang lengah. "Apa bagusnya ini cewek kenapa semua orang suka sama dia. sampai Mama dan Papa juga suka sama dia"


"Kayaknya Mama dan Papa suka banget sama Lo nta, Gue heran kenapa setiap orang yang ketemu Lo langsung suka" Ucap Sabda.

__ADS_1


"Setiap orang memangnya siapa aja? Mama dan Papamu aja kan?" Tanya Cinta.


"Bukan hanya Mama dan Papa tapi Rama juga langsung suka sama Lo saat pertama kali ketemu" Ujar Sabda sambil terus menaiki anak tangga rumahnya menuju kamar yang sudah di siapkan untuk Cinta.


"Rama? Rama siapa?" Tanya Cinta yang tidak ingat.


"Hahha kasian banget si rama nggak di ingat namanya sama Lo nta. kalau tau bisa nangis dia Nta, dia kan kalau udah suka sama cewek bisa jadi Bucin parah asal Lo tau!" Sabda terkekeh.


"Memangnya Rama yang mana? Maaf aku benaran Nggak ingat soalnya" Jawab Cinta ringan.


"Yaudah nanti juga Lo bakal ketemu dia lagi. Yang jelas sekarang gue biarin dia suka sama lo. tapi kalau Lo udah sah jadi istri Gue nggak akan gue biarin siapa aja coba ngusik Lo" Ucap Sabda penuh penekanan.


"Hah??" Cinta merasa tidak mengerti maksud Sabda saat itu apa.


"Lo ngomong Apa sih Sabda barusan. beneran udah nggak waras kali gue ya!" Ucap Sabda dalam hati.


"Udah Lo istirahat deh. ini kamar Lo. kamar gue ada disebelah. kalau kita udah nikah pasti lo tidur di kamar gue. sekarang lo tidur disini dulu"


"Apa? Sabda kamu kan udah janji kalau aku sama kamu nggak akan ngelakuin hal itu setelah kita nikah emang kamu nggak ingat?" Cinta merasa cemas kalau kalau Sabda lupa tentang perjanjian mereka.


"Terus Lo pikir mama papa bakal biarkan kita pisah ranjang? Lo tenang aja sih lagian kita nikah cuma setahun setelah itu gue akan bebasin Lo beserta hutang hutang Lo ke gue. Gue juga nggak bakal ngapa ngapain Lo juga!"


Sabda langsung pergi dan masuk ke dalam kamarnya.


"Apa? Jadi aku sama dia akan tidur dalam satu kamar? Ini Gila. kenapa aku harus ngalamin hal yang begini sih Ya tuhan.. aku harus apa sekarang.."


Cinta yang merasa tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini hanya bisa pasrah saja.


ia memasuki kamar itu lalu membaringkan tubuhnya keatas kasur yang sangat empuk itu.


"Ini Kamar apa istana sih. besar banget! seandainya ini bukan pernikahan kontrak. beruntung banget kamu cinta!" Ucap Cinta sejenak namun ia segera membuang pikiran itu.


"Jangan aneh Cinta. Kamu ngarep jadi istri orang yang angkuh kayak gitu! Nikah pura pura kayak gini aja nyiksa apalagi beneran nikah mungkin aku bisa gila"


Akhirnya Cinta memutuskan untuk beristirahat karena ia merasa sangat Lelah.


__ADS_1



__ADS_2