
Angel mengajak Alya masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Andra menunggu di luar karena tidak ingin mengganggu Alya dan adiknya.
"Kak Alya suka nonton drama apa aja? aku punya banyak koleksi loh." ucap Angel.
"Aku suka semuanya, aku udah nonton semuanya nih, kamu banyak juga ya koleksinya," sahut Alya sambil melihat beberapa kaset dvd yang berserak diatas tempat tidur Angel.
"Wah, kakak udah nonton semuanya? beneran kak?" tanya Angel takjub.
"Iya dek, aku udah nonton, tapi ada juga yang udah lupa sih, karena udah lama nontonnya."
"Aku jadi penasaran sama koleksi kakak deh, kapan-kapan boleh ya kalau Angel main ke rumah Kak Alya?"
"Boleh dong, main aja nanti minta anterin Mas Andra." sahut Alya sambil tersenyum.
"Kak Alya beneran bakalan nikah ya sama bang Andra? kalau iya, Angel setuju banget, seneng kalau punya kaka perempuan yang punya hobi sama kayak aku, aku selama ini kesepian banget, karena Mam dan Pap sibuk, bang Andra juga sibuk, jadi Angel lebih sering ngabisin waktu sendirian di rumah." tutur Angel.
"Kenapa Angel nggak ajak temen Angel ke rumah? kan jadinya nggak perlu sendirian di rumah, ada temannya, Aku juga sering ajak teman ke rumah, nonton bareng, jadinya seru nggak sepi." sahut Alya.
"Hmm, Angel nggak banyak punya teman, teman Angel kalau deket sama Angel cuma mau sesuatu aja, mereka bilang Angel anak orang kaya, kalau mau berteman dengan mereka, Angel harus berikan yang mereka mau, Angel nggak mau punya teman yang nggak tulus."
Alya menyimak dengan baik apa yang di katakan Angel tadi.
"Hm, gitu ya, tapi aku yakin nanti Angel bakalan dapat teman yang tulus kok, asal Angel juga tulus mengajak mereka berteman, dalam artian Angel bisa berteman sama siapa saja, tapi Angel harus pandai menyikapi pertemanan, Angel ngertikan maksud kakak?" tanya Alya.
Angel terdiam sejenak, kemudiann menganggukkan kepalanya.
"Iya kak, Angel ngerti."
Keduanya pun asyik mengobrol, sampai akhirnya menghabiskan waktu cukup lama, kemudian Alya pun pamit pulang.
Alya dan Angel keluar dari kamar, sedagkan Andra tidak terlihat di ruang tamu.
"Mana bang Andra ya? kok nggak ada?" ucap Angel celingukan mencari abangnya, tapi tidak menemukannya juga.
"Mungkin di kamarnya?" sahut Alya.
"Ah iya benar juga, Kak Alya ikut yuk kita cek bareng, apa bang Andra ada di kamarnya atau enggak?" ajak Angel.
"Eh kamu aja dek, masa aku ikut, nggak sopan kan."
"Nggak apa-apa Kak, yuk ikut aja temenin Angel."
Akhirnya karena Angel memaksanya, ia pun ikut bersama Angel ke kamar Andra.
"Ini kamar bang Andra, masuk yuk kak."
"Dek, apa nggak sebaiknya kamu ketuk pintu dulu? takutnya Mas Andra lagi nggak mau di ganggu." ucap Alya mengingatkan Angel.
"Pintunya nggak dikunci kok kak, kata bang Andra, kalau pintu nggak dikunci, tandanya orang lain boleh masuk, kecuali kalau pintu di kunci, Kak Alya masuk duluan ya, Angel kebelet pipis, Kakak masuk aja nggak apa-apa kok." Angel berlarian meninggalkan Alya sendiri, Alya bingung karena ia tidak berani masuk ke kamar Andra.
"Duh, ini udah mau malam, kalau nggak pulang sekarang, nanti Mama marah, Papa juga pasti cemas." gumamnya.
Ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar Andra, ia melihat kamar Andra kosong, hanya ada suara air dari dalam kamar mandi.
"Permisi mas Andra, ini aku masuk, maaf ya Mas." ucap Alya.
"Alya? iya kamu duduk aja ya, aku mandir sebentar." suara Andra dari dalam kamar mandi.
"Iya." jawab Alya.
__ADS_1
Alya duduk di sofa yang ada di ruangan kamar Andra yang cukup luas, bahkan ukuran kamar Andra itu ibarat tiga kali lebar kamar Alya.
"Besar banget kamarnya, aku kalau punya kamar sebesar dan selengkap ini fasilitasnya, pasti tambah betah di rumah." gumamnya.
"Alya, kamu udah mau pulang?" tiba-tiba suara Andra mengagetkan Alya.
"Astaga!" Alya menutup matanya, saat ia melihat Andra yang hanya mengenakan handuk.
"Ups, maaf Alya, aku lupa, sebentar aku pakai baju dulu ya." ucap Andra.
"Iya mas, Alya tunggu di luar aja ya." Alya terburu-buru ingin pergi meninggalkan kamar, tapi kakinya malah tersandung dan akhirnya ia terjatuh tepat diatas tubuh Andra.
Saat ini Alya sudah menindih tubuh Andra yang hanya mengenakan handuk saja, bahkan sangat jelas tangan Alya menyentuh dada bidang Andra.
Alya dan Andra saling menatap keduanya termenung dan bergeming.
saat keduanya masih terdiam, tiba-tiba pintu kamar Andra terbuka.
"Bang Andra? Kak Alya?"
Angel terbengong sambil membulatkan mulutnya, ia kaget saat melihat Andra dan Alya sedang terbaring dengan posisi saling menindih.
"Astaga!" decak Alya kaget, ia segera bangun dan beranjak dari posisinya.
"Maafin Alya Mas, Alya akan tunggu Mas Andra diluar saja."
Alya segera meninggalkan ruangan, sedangkan Angel masih ternganga.
"Anak kecil ngapain masih disini, tadi itu Alya kesandung dan nggak sengaja jatuh, kamu jangan mikir macem-macem ya." ucap Andra sambil mencubit pipi adiknya.
"Hmm... Bang Andra kok merah gitu mukanya, hayoloh..." Ledek Angel.
"Ciyee abang..." ledek Angel lagi.
"Anak kecil, susah di bilangin ya!"
"Iyaaa.. oke deh Angel bakalan keluar, ciyee abang.." Angel masih meledek sambil keluar dari kamar abangnya.
Andra menyentuh dadanya yang masih berdebar-debar.
"Astaga jantung gue, nyaris copot!" gumamnya.
***
Setelah itu Andra mengantar Alya pulang ke rumahnya, dijalan tadi Alya hanya diam tidak banyak bicara, ia masih malu dengan kejadian saat di kamar Andra tadi.
Sesampainya di halaman depan rumah Alya, Andra langsung membukakan pintu mobilnya untuk Alya.
"Mas Andra, makasih ya udah anterin Alya pulang, Alya minta maaf udah banyak merepotkan Mas."
"Nggak ngerepotin, yaudah kamu masuk istirahat, tadi kata om dan tante, mereka nggak ada di rumah ya?" tanya Andra.
"Iya, Mama papa ngabarin kalau mereka ada urusan di luar kota."
"Kamu sendirian di rumah dong?"
"Nggak kok ada bibi dan mang Joni."
"Yaudah kamu jaga diri ya, besok kamu kan sekolah, biar aku jemput ya.,"
__ADS_1
"Memangnya nggak ngerepotin kalau antar jemput aku terus Mas?"
"Bukannya wajar kalau pacar nganter jemput?" tanya Andra.
Alya tidak dapat menjawab, ia lupa kalau saat ini ia dan Andra sudah jadian.
"Maaf Mas, Alya kelupaan."
Alya tercengir.
"Nggak apa-apa, yaudah kamu masuk."
"Iya Mas, hati-hati ya.."
Alya berbalik dan melangkahkan kakinya pelan menuju rumahnya.
"Alya!" panggil Andra.
Alya berbalik lagi.
Andra menghampiri Alya, dengan spontan ia langsung mengecup kening Alya.
"Selamat malam Alya." ucapnya, Andra segera masuk ke dalam mobilnya, terlihat senyumnya mengembang setelah berhasil mengecup kening Alya.
Sedangkan Alya masih terbengong seperti orang bodoh.
_____________
Author : Jangan lupa like dan komentarnya yaa 🤗😌
VISUAL CAST PEMAIN
KALYA MAHIRA
KALANDRA
ANGELINA AGNESIA ( Adik Andra )
KIKY ( Teman Alya )
ALISA ( Teman Alya )
ALDO ( Ketua Osis - Teman Alya )
__________________
Lanjuut besok yaaa 💕💕💕🤗
__ADS_1